Eropa, Suararealitas.co — Pemerintah Indonesia mempromosikan peluang investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kepada komunitas bisnis Hungaria melalui forum bisnis bertajuk Indonesia’s New Economic Frontier: Investing in Batang Integrated Estate and Health Special Economic Zone yang digelar di Budapest, Hungaria, Kamis (21/5).
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang. Dalam sambutannya, Sekjen Edwin menyampaikan bahwa KEK Indonesia dikembangkan sebagai mesin utama transformasi ekonomi nasional melalui ekosistem industri terintegrasi, insentif investasi kompetitif, serta konektivitas strategis menuju kawasan Indo-Pasifik.
“Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kami mengundang dunia usaha internasional tidak hanya untuk menyaksikan transformasi Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” ujar Sekjen Edwin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekjen Edwin juga menegaskan bahwa Indonesia dan Hungaria memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan strategis di sektor kesehatan, farmasi, sains, dan inovasi.
Menurutnya, Hungaria dikenal sebagai salah satu pusat riset farmasi terkemuka di Eropa Tengah dan Timur, sementara Indonesia menawarkan skala pasar dan infrastruktur yang kompetitif untuk pengembangan investasi jangka panjang.
Dalam forum ini, Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Agung Putu Ngurah Wirawan, memaparkan perkembangan signifikan KEK Industropolis Batang yang hingga saat ini telah mencatatkan total investasi sebesar USD1,3 miliar dan menyerap sekitar 11.000 tenaga kerja langsung. Ia juga menyampaikan tingginya minat investor terhadap kawasan tersebut tercermin dari peningkatan penjualan lahan yang jauh melampaui rata-rata kawasan industri nasional.
“Pada 2024, penjualan lahan di KEK Industropolis Batang mencapai 104 hektare dan pada 2025 telah mencapai 97 hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata penjualan kawasan industri pada umumnya yang hanya berkisar 15–20 hektare per tahun. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi dan daya saing KEK Industropolis Batang,” ujar Agung.
Selain mempromosikan peluang investasi di KEK Industropolis Batang, pemerintah memperkenalkan sejumlah KEK sektor kesehatan kepada komunitas bisnis Hungaria, di antaranya KEK Sanur, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, serta KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten melalui sesi forum dan one-on-one business meeting.
Dalam sesi business matching yang diwakili oleh Plt. Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi, Bambang Wijanarko, sejumlah potensi kerja sama turut dibahas, antara lain pengembangan sektor manajemen air dan daur ulang air industri untuk mendukung kebutuhan kawasan di masa depan, peluang investasi properti dan fasilitas pendukung bagi pekerja di KEK Industropolis Batang, serta penjajakan skema pendanaan bersama antara pemerintah Hungaria dan Indonesia untuk mendukung proyek-proyek strategis.
Pada forum tersebut juga dilakukan penandatanganan dua MoU business-to-business (B-to-B) antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Industropolis Batang dengan perusahaan asal Hungaria, yakni Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft. Kedua perusahaan bergerak di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.
Sebelum forum berlangsung, delegasi Indonesia melakukan serangkaian pertemuan dengan Hungarian Export Promotion Agency (HEPA), Hungarian Chamber of Commerce and Industry (HCCI), dan Hungarian Water Partnership pada Rabu (20/5). Dalam pertemuan tersebut, Hungaria menunjukkan minat besar terhadap sektor pengelolaan air, energi hijau, teknologi digital, dan smart city. Bahkan, pihak HCCI mengusulkan agar KEK Industropolis Batang dijadikan pilot project teknologi pengolahan air Hungaria di Indonesia.
Rangkaian promosi investasi ini berhasil memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di Eropa Timur dan Tengah sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi hijau, pengelolaan air, teknologi digital, dan manufaktur maju.
Sebagai tindak lanjut, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK bersama PT KITB dan kementerian/lembaga terkait akan mempercepat agenda business matching lanjutan, kunjungan investor ke Indonesia, serta pembahasan implementasi kerja sama investasi dan transfer teknologi.




































