WSO Indonesia Dorong Pemanfaatan AI dan Kolaborasi Global Perkuat Budaya K3 Menuju 2030

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Suararealitas.co – World Safety Organization (WSO) Indonesia menggelar Exclusive Roundtable Discussion bertajuk “Safety 2030: Future Trends in Safety – Shaping the Future of Safety Leadership & Innovation” di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Forum ini menjadi wadah diskusi para pemangku kepentingan untuk membahas masa depan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya dalam menghadapi percepatan transformasi digital, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta tantangan perubahan iklim menuju tahun 2030.

Chairman WSO Indonesia, Soehatman Ramli, WSO-CSM, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja ke depan semakin kompleks sehingga tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem keselamatan kerja yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

“Ke depan tantangan dunia semakin berat dengan era digitalisasi dan berbagai perubahan yang terjadi. Karena itu, WSO Indonesia memiliki inisiatif untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, saling mengisi, dan membangun kekuatan bersama dalam meningkatkan budaya keselamatan,” ujar Soehatman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI dalam sistem K3 bukanlah untuk menggantikan tenaga manusia, melainkan menjadi instrumen pendukung yang mampu meningkatkan perlindungan terhadap pekerja, terutama pada sektor-sektor dengan tingkat risiko tinggi.

“Salah satunya dengan pendekatan AI itu bukan berarti orangnya dibuang. Tidak. Justru orangnya diamankan dengan menggunakan teknologi dan AI,” tegasnya.

Baca Juga :  Para Jurnalis Yuk Merapat! Pegadaian Media Awards 2024 Diperpanjang

Menurut Soehatman, penerapan AI memungkinkan penggunaan sensor pintar pada area kerja berisiko, seperti pekerjaan di ketinggian maupun lingkungan kerja berbahaya lainnya. Ketika sistem mendeteksi potensi bahaya, teknologi AI dapat memberikan peringatan dini secara real time sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan sebelum terjadi kecelakaan kerja.

Untuk mempercepat transformasi tersebut, WSO Indonesia juga memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Singapura yang dinilai telah memiliki pengalaman dan inovasi dalam penerapan teknologi keselamatan kerja berbasis digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan, pengembangan kompetensi, serta implementasi sistem K3 berbasis AI di Indonesia.

Selain mendorong inovasi teknologi, WSO Indonesia menekankan bahwa budaya keselamatan kerja harus menjadi perhatian seluruh pelaku usaha, tidak hanya perusahaan besar tetapi juga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor informal.

Menurut Soehatman, angka kecelakaan kerja masih banyak ditemukan di sektor informal, seperti pertanian, perikanan, konstruksi skala kecil, dan berbagai usaha mikro. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi dan implementasi budaya K3 perlu diperluas agar menjangkau seluruh lapisan dunia usaha.

“Harapan kita adalah K3 tetap menjadi satu bagian penting dalam menjalankan bisnis. Ke depan, K3 harus menjadi bagian integral dari strategi bisnis sehingga mampu menciptakan produktivitas sekaligus melindungi sumber daya manusia,” katanya.

Baca Juga :  Mega Nindia Putri Wakili BRI KC Tangerang Merdeka di Ajang Badminton Brilian Sportartcular 2025

Dalam kesempatan tersebut, Soehatman juga mengingatkan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi dalam pengelolaan keselamatan kerja. Meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, suhu panas, banjir, hingga bencana hidrometeorologi berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja sekaligus menurunkan produktivitas tenaga kerja di berbagai sektor.

Karena itu, WSO Indonesia mendorong agar implementasi K3 diintegrasikan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta target Sustainable Development Goals (SDGs). Integrasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan dunia usaha yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan keselamatan serta kesehatan pekerja tetap menjadi prioritas utama di tengah perubahan global.

Melalui forum Safety 2030, WSO Indonesia berharap semakin banyak pemerintah, dunia usaha, akademisi, praktisi, dan organisasi profesi yang membangun kolaborasi dalam mengembangkan inovasi keselamatan kerja. Dengan sinergi tersebut, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan melalui budaya keselamatan yang kuat, kepemimpinan yang visioner, serta pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada perlindungan manusia.

Berita Terkait

KOWANI Satukan Kolaborasi Perempuan Indonesia Dukung Tempe Menuju UNESCO dan Ketahanan Pangan Nasional
KOWANI Dorong Penegakan Hukum yang Berkeadilan dan Perlindungan bagi Perempuan Pengusaha
KOM-JU Matangkan Agenda Mubes Lewat Pra-Mubes Bertema Pancasila, Progresif, Revolusioner
Gubernur DKI Buka Konferensi WAPOR Asia Pasifik 2026
Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 1.219 Peserta dari Kategori Umum, Polri, dan Difabel
Perumdam (TKR) Berikan Pemasangan Sambungan Langganan Gartis Sebagai Bentuk Kepedulian Warga
Debarkasi KM Ciremai dari Surabaya Berjalan Aman dan Lancar, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Pastikan Pengamanan Optimal
Situasi Kamtibmas di Kawasan JICT Tanjung Priok Kondusif, Aktivitas Bongkar Muat Kapal Berjalan Aman dan Lancar

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:53 WIB

WSO Indonesia Dorong Pemanfaatan AI dan Kolaborasi Global Perkuat Budaya K3 Menuju 2030

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:11 WIB

KOWANI Satukan Kolaborasi Perempuan Indonesia Dukung Tempe Menuju UNESCO dan Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:47 WIB

KOWANI Dorong Penegakan Hukum yang Berkeadilan dan Perlindungan bagi Perempuan Pengusaha

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:41 WIB

KOM-JU Matangkan Agenda Mubes Lewat Pra-Mubes Bertema Pancasila, Progresif, Revolusioner

Senin, 27 Juli 2026 - 21:14 WIB

Gubernur DKI Buka Konferensi WAPOR Asia Pasifik 2026

Berita Terbaru

Nasional

Gubernur DKI Buka Konferensi WAPOR Asia Pasifik 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 21:14 WIB