CIREBON, suararealitas.co – Terkait pemberitaan sebelumnya di salah satu media online terkait adanya sebuah bangunan gudang yang diduga digunakan untuk kegiatan penimbunan minyak (BBM) jenis Solar yang berlokasi di wilayah Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, itu tidak semuanya benar.
Hal ini diungkapkan oleh JN yang merupakan salah satu warga berdomisili di sekitar lokasi tersebut.
JN menerangkan, bahwa lokasi itu bukanlah sebuah bangunan gudang melainkan bangunan bekas tempat parkir kendaraan angkutan milik pribadi yang sudah tidak difungsikan lama oleh sang pemilik bangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Setau saya itu bukan gudang mas tapi tempat parkir kendaraan angkutan, dan tempat itu sudah cukup lama tidak dipakai,” ungkapnya.
Lokasi yang sebelumnya disebut-sebut sebagai gudang penyimpanan BBM tersebut ternyata merupakan garasi parkir mobil dan tidak ditemukan adanya aktivitas penimbunan.
Sementara itu, warga sekitar lain berinisial SHD juga menambahkan bahwa lokasi tersebut bukanlah gudang tapi tempat parkir mobil.
”Setau saya bangunan tersebut sejak awal difungsikan sebagai garasi untuk menyimpan kendaraan operasional. Tidak ada mobil tangki atau tempat penimbunan,” tambahnya, Jumat, (26/12/2024).
Lanjut, SHD mengatakan bahwa hal tersebut juga sudah didalami oleh pihak berwajib daerah setempat.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, di lokasi garasi juga tidak ditemukan bukti fisik yang mengarah pada keberadaan gudang penimbunan seperti tanki atau alat tampung yang berada di lokasi.
Kendati demikian, pihak terkait mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Penyebaran informasi yang tidak akurat dinilai dapat merugikan pihak-pihak tertentu serta berpotensi menimbulkan kesalah pahaman di tengah masyarakat.
Dengan adanya klarifikasi ini, warga masyarakat diharapkan isu dugaan temuan gudang BBM di Kabupaten Cirebon tidak lagi disalahartikan.
Untuk semua pihak diminta mengedepankan prinsip verifikasi dan konfirmasi terlebih dulu agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.



































