Youtuber Penghina Suku Diburu Polisi, Rahmad Sukendar: Ini Sudah Harga Diri Orang Sunda, Tangkap Sekarang Juga!

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Konten seorang Youtuber yang diduga menghina suku Sunda memicu kemarahan luas, terutama di kalangan masyarakat Jawa Barat.

Unggahan bermuatan SARA itu dinilai bukan hanya melecehkan identitas budaya, tetapi juga berpotensi menyalakan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar, yang juga putra asli Sunda, menjadi salah satu figur yang paling vokal mengecam tindakan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan nada tegas, Rahmad menyebut penghinaan itu sebagai serangan langsung terhadap martabat suku Sunda.

“Ini bukan lagi soal konten. Ini penghinaan yang melukai harga diri urang Sunda. Saya sangat tersinggung dan secara pribadi tidak bisa menerima. Tindakan seperti ini di bisa memecah belah bangsa,” tegas Rahmad. Jum’at (12/12/2025).

Baca Juga :  Bangun Komunikasi Semakin Era, Kodim 0510/Trs Gelar Pembinaan Mitra Karib

Rahmad Sukendar telah menjadi pelapor pertama kasus ini ke Polres Tangerang Selatan.

Ia menegaskan bahwa langkahnya adalah bentuk tanggung jawab moral demi menjaga kehormatan masyarakat Sunda.

“Saya minta Polres Tangsel segera tangkap Youtuber penghina Sunda itu. Jangan tunggu situasi makin panas. Kami tidak ingin ruang digital dijadikan tempat menebar kebencian,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan bahwa pelaku seharusnya segera diamankan sebelum menimbulkan keresahan lebih besar.

Baca Juga :  Tanggap Bencana, BRI Hayam Wuruk bersama YBM Brilian Regional Office Banten Salurkan Bantuan Korban Terdampak Kebakaran

“Jangan sampai muncul pelaku-pelaku lain. Jika konten penghinaan seperti ini dibiarkan, besok-besok suku lain dihina juga. Negara tidak boleh kalah oleh provokator dunia maya,” tambahnya.

Rahmad menegaskan, bahwa tindakan tegas aparat penegak hukum akan menjadi sinyal penting bahwa negara hadir melindungi seluruh suku bangsa dari upaya provokasi yang mengancam persatuan nasional.

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Pelaku harus ditangkap dan diproses hukum. Tidak ada ruang toleransi bagi ujaran kebencian yang mengusik keharmonisan bangsa,” tutupnya.

Berita Terkait

D’Academy 8 Resmi Dimulai, INDOSIAR Hadirkan Format Baru dan Libatkan Juara DA7
Rayakan Hut Jakarta ke-499, Masuk Ancol Gratis Yang Ber-KTP Jakarta.
Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Usai Namanya Disebut dalam Sidang Kasus Suap Impor Barang
Hotman Paris Beberkan Alasan Dampingi Raffi Ahmad Terkait Kasus Blueray Cargo
Sukses Tembus Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan) 2026, MD Pictures Rilis Final Poster dan Trailer “402 Rumah Sakit Angker Korea”
Heboh! Sarwendah Disentil Nikita Mirzani, Imbas Sampaikan Video Permintaan Maaf ke Netizen
Ancol Championship 2026 – Ajang Pencarian Bakat Fighter Indonesia
Mulai Tayang Hari Ini! ‘Nobody Loves Kay’ Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Sebuah Pembuktian Bagi Mereka yang Meremehkan

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:50 WIB

D’Academy 8 Resmi Dimulai, INDOSIAR Hadirkan Format Baru dan Libatkan Juara DA7

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:56 WIB

Rayakan Hut Jakarta ke-499, Masuk Ancol Gratis Yang Ber-KTP Jakarta.

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:24 WIB

Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Usai Namanya Disebut dalam Sidang Kasus Suap Impor Barang

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:23 WIB

Hotman Paris Beberkan Alasan Dampingi Raffi Ahmad Terkait Kasus Blueray Cargo

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:31 WIB

Sukses Tembus Bucheon International Fantastic Film Festival (BiFan) 2026, MD Pictures Rilis Final Poster dan Trailer “402 Rumah Sakit Angker Korea”

Berita Terbaru