Memprihatinkan, Aliran Sungai Cisadane Menjadi Hitam Dan Menimbulkan Bau Tak Sedap Pemda Diminta Cari Solusi

- Jurnalis

Kamis, 12 Oktober 2023 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Kabupaten Tangerang, suararealita – 
Menghitamnya aliran Sungai Cisadane serta menimbulkan bau tak sedap yang diduga bersumber dari limbah pabrik yang berada di atas bantaran Sungai Cisadane perbatasan antara Wilayah kecamatan Teluknaga dan Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang tersebut dikeluhkan warga setempat. 
Dalam hal itu, para warga meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang turut serta turun ke lapangan untuk mencari solusi agar aliran sungai Cisadane kembali jernih kembali. 
Menurut Ketua Forum Masyarakat Cinta Sungai Cisadane (FMCSC) H. Jusin Sueb mengatakan, Dampak bau tidak sedap yang diduga akibat limbah industri di bantaran Sungai Cisadane ini, dikeluhkan warga.
“Saat ini, kami pantau kondisi Sungai Cisadane sudah sangat memprihatinkan, hitam pekat, berbau sangat menyengat. Pokoknya sudah sangat memprihatinkan sekali,” ungkap Jusin, kepada wartawan kamis (12/9/2023)


Lebih memprihatinkan lagi, kata Jusin, Para petani masih memanfaatkan Sungai Cisadane, untuk mengairi persawahan. Tentunya, dikhawatirkan hasil padi para petani tidak baik untuk kesehatan.
Oleh sebab itu, Yusin Sueb berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Tangerang sampai pemerintah pusat melakukan investigasi untuk mengetahui pemilik industri yang diduga mencemari Sungai Cisadane.
“Sejatinya, air Sungai Cisadane itu tidak hitam pekat dan berbau. Saya yakin ini adanya pelanggaran dalam hal pengelolaan limbah industri,” Jelasnya.
Selain itu pula, Menurut warga setempat Ahmad Deleng kepada wartawan mengatakan bahwa warga yang berdekatan dengan bantaran kali sangat terganggu sekali dengan aroma bau tak sedap tersebut. 
“Apa lagi jika menjelang malam pak, baunya sangat terasa banget,”keluhnya
Dijelaskannya, Ketika airnya surut seperti sekarang ini akan kelihatan. Kecuali memang debit airnya lagi tinggi, limbah engga kelihatan. 
“Berapa sih kapasitas limbah rumah tangga, bila dibandingkan limbah industri. Saya yakin pencemaran ini akibat limbah industri di bantan sungai,” imbuhnya. (Bar) 
Baca Juga :  Jumling dan Warung Jum'at, Polresta Tangerang Bagikan Bantuan untuk Jompo
Baca Juga :  Kajati Banten Lantik Pejabat Eselon II dan III, Begini Suasananya!

Berita Terkait

Fungsi Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Disorot, GMNI Desak Respons Atas Laporan Penyalahgunaan Wewenang
Tahun Baru Hijriyah: Saatnya Berhijrah dari Seremoni ke Substansi
Pelayanan Publik Balai Desa Warungpring Dikritik Warga, Kades Dinilai Persulit Permohonan Salinan Warkah Tanah
BPKAD Bungkam Terkait BPKB Milik Armada DLHK yang Terselip
Idul Adha: Ketika Pisau Kurban Tajam ke Hewan, Tapi Tumpul ke Keserakahan
Masyarakat Rajeg Segera Nikmati Akses Air Bersih, Perumdam TKR Wujudkan Pemerataan Layanan di Kabupaten Tangerang‎
Polres Bogor Waspadai Konvoi Bobotoh, Pengamanan Diperketat di Jalur Strategis
DBMSDA Kabupaten Tangerang Giatkan Indonesia ASRI: Aksi Bersih-bersih Sampah Bukti Komitmen Jaga Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:59 WIB

Fungsi Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Disorot, GMNI Desak Respons Atas Laporan Penyalahgunaan Wewenang

Senin, 15 Juni 2026 - 23:40 WIB

Tahun Baru Hijriyah: Saatnya Berhijrah dari Seremoni ke Substansi

Senin, 15 Juni 2026 - 16:08 WIB

Pelayanan Publik Balai Desa Warungpring Dikritik Warga, Kades Dinilai Persulit Permohonan Salinan Warkah Tanah

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:08 WIB

BPKAD Bungkam Terkait BPKB Milik Armada DLHK yang Terselip

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:36 WIB

Idul Adha: Ketika Pisau Kurban Tajam ke Hewan, Tapi Tumpul ke Keserakahan

Berita Terbaru