Lansia Menunggu Berjam-jam, Pelayanan Dokter Spesialis Saraf RSUD Kalideres Tuai Keluhan

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI - pasien keluhkan dugaan keterlambatan Dokter Spesialis Saraf di RSUD Kalideres, sehingga menyebabkan lansia menunggu berjam-jam. (Foto: Suara Realitas).

ILUSTRASI - pasien keluhkan dugaan keterlambatan Dokter Spesialis Saraf di RSUD Kalideres, sehingga menyebabkan lansia menunggu berjam-jam. (Foto: Suara Realitas).

JAKARTA, suararealitas.co – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalideres, Jakarta Barat, kembali menuai sorotan tajam.

Pasalnya, sejumlah pasien mengeluhkan lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan pelayanan dokter spesialis.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan, terutama bagi pasien lanjut usia (lansia) yang harus menunggu berjam-jam hingga kelelahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan itu disampaikan Momo (40), warga Kalideres, yang mengantar ibunya, Rohimah (65), menjalani kontrol rutin ke dokter spesialis saraf di RSUD Kalideres pada Jumat (31/7/2026).

Menurut Momo, jadwal pemeriksaan menunjukkan dokter mulai praktik pukul 12.00 WIB. Namun hingga pukul 14.00 WIB, dokter yang ditunggu belum juga datang untuk melayani pasien.

Akibat keterlambatan tersebut, puluhan pasien, termasuk banyak lansia, harus bertahan di ruang tunggu rumah sakit sejak pagi. Sebagian bahkan telah datang sejak pukul 10.00 WIB demi mendapatkan antrean lebih awal.

“Banyak juga lansia yang sudah nunggu dari jam 10 pagi. Kasihan, mereka sudah kecapekan,” kata Momo kepada wartawan, Jumat (31/7).

Kekecewaan Santy semakin bertambah ketika dokter yang dinanti akhirnya tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Menurutnya, dokter tersebut berjalan santai sambil memainkan telepon genggam saat memasuki area rumah sakit.

Baca Juga :  Gift of Sight, Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307-A1 Gelar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis, di 3 wilayah Jakarta.

Pemandangan itu membuat para pasien yang sudah menunggu berjam-jam merasa tidak dihargai.

“Datang jam 2 tapi jalan santai, masuk ke RS santai sambil main HP, kayak enggak ada tanggung jawab gitu,” ujar Momo

Namun, dokter tersebut belum langsung melayani pasien. Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang perawat, dokter lebih dulu dipanggil oleh Direktur RSUD Kalideres.

“Dokternya dipanggil direktur,” kata seorang perawat singkat kepada para pasien, sebagaimana diceritakan Momo.

Menurut Momo, setelah kembali dari ruang direktur, dokter baru mulai memeriksa pasien sekitar pukul 15.00 WIB. Padahal, waktu pelayanan yang tersisa hanya sekitar satu jam sebelum jam praktik berakhir.

Sekitar pukul 16.00 WIB, dokter disebut telah mengakhiri pelayanan dan meninggalkan rumah sakit.

Kondisi itu membuat sejumlah pasien merasa waktu tunggu mereka tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima.

“Dari atas turun sampai jam 3, cuma satu jam pulang lagi dia,” kata Momo.

Baca Juga :  Siloam Heart Hospital Dukung Gaya Hidup Sehat dan Modern di The Luxe Cup Padel

Ia mengaku para pasien yang sejak pagi menunggu akhirnya hanya bisa pasrah. Menurutnya, pelayanan yang diberikan terkesan tidak maksimal dan seolah-olah pekerjaan dilakukan tanpa kesungguhan.

“Jadi berasa kayak iseng aja kerjanya,” ujarnya.

Momo mengatakan yang paling membuat pasien kecewa bukan hanya keterlambatan dokter, tetapi juga minimnya kepedulian terhadap pasien, terutama para lansia yang harus duduk berjam-jam menunggu giliran pemeriksaan.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan manajemen RSUD Kalideres segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Ia juga meminta rumah sakit memastikan tenaga medis yang bertugas memiliki disiplin, tanggung jawab, serta dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan mentang-mentang kita pakai BPJS gratis terus pelayanan sampah banget,” ujarnya dengan nada kesal.

Hingga berita ini ditulis, pihak RSUD Kalideres belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pasien mengenai keterlambatan pelayanan dokter spesialis saraf tersebut.

Berita Terkait

Yayasan WINGS Peduli Lanjutkan Program Kesehatan dengan Operasi Penyandang Kraniofasial Gratis
Klinik Bereputasi Internasional di Jaksel Diduga Mal Praktek hingga Penyalahgunaan SIP
Ground Breaking IGD Maternal, Hemodialisa dan Gedung Rawat Inap 6 Lantai RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
Layanan Khitan UPTD Puskesmas Kutabumi Dorong Akses Sunat Aman dan Terjangkau
Hari Donor Darah Sedunia, PMI Tangerang Apresiasi 54 Pendonor Sukarela 25 Kali
BPOM Temukan 2,08 Juta Produk Kosmetik Tanpa Izin Edar, Nilainya Capai Rp27,6 Miliar
Desa Setu Gelar Pembinaan Dan Pemberian PMT Bagi Ibu Hamil
SPPG Purasari dan Karacak mengikuti Pelatihan Hygiene Pangan, 

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Lansia Menunggu Berjam-jam, Pelayanan Dokter Spesialis Saraf RSUD Kalideres Tuai Keluhan

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:30 WIB

Yayasan WINGS Peduli Lanjutkan Program Kesehatan dengan Operasi Penyandang Kraniofasial Gratis

Senin, 22 Juni 2026 - 22:42 WIB

Klinik Bereputasi Internasional di Jaksel Diduga Mal Praktek hingga Penyalahgunaan SIP

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:48 WIB

Ground Breaking IGD Maternal, Hemodialisa dan Gedung Rawat Inap 6 Lantai RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:10 WIB

Layanan Khitan UPTD Puskesmas Kutabumi Dorong Akses Sunat Aman dan Terjangkau

Berita Terbaru