JAKARTA, suararealitas.co – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat terus memperkuat upaya penanganan sampah melalui edukasi kepada masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni meluncurkan Buku Pintar Pilah dan Olah Sampah dari Sumber, sebagai panduan praktis bagi warga dalam menerapkan pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Sosialisasi buku tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, saat menghadiri kegiatan reses anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hilda Kusuma Dewi, di Jalan Duri Utara III, RT 12 RW 12, Duri Utara, Tambora, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Iin menjelaskan, buku pintar tersebut disusun berdasarkan substansi Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Melalui buku itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, tata cara pemilahan, hingga langkah pengolahan sampah yang dapat dilakukan langsung dari sumbernya.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat.
Karena itu, setiap rumah tangga diharapkan mulai membiasakan diri memilah sampah sesuai kategorinya.
Ia menerangkan, terdapat empat kelompok sampah yang perlu dipisahkan, yakni sampah organik, anorganik, residu, dan bahan berbahaya serta beracun (B3).
Sampah organik seperti sisa makanan dan kulit buah dapat diolah menjadi kompos maupun eco enzyme.
Sementara sampah anorganik, seperti botol plastik, kertas, dan kemasan bersih, masih memiliki nilai ekonomi karena dapat didaur ulang.
Adapun sampah residu merupakan limbah yang tidak lagi dapat dimanfaatkan, seperti tisu bekas dan popok sekali pakai.
Sedangkan limbah B3, seperti baterai bekas, limbah medis, perangkat elektronik rusak, dan bahan kimia, memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Iin juga menyoroti kondisi Tempat Penampungan Sampah (TPS) di Kelurahan Duri Utara yang masih kerap dipenuhi tumpukan sampah.
Ia menyebut persoalan tersebut bukan semata berasal dari warga setempat, melainkan juga dari masyarakat luar wilayah yang membuang sampah di lokasi tersebut.
Meski petugas kebersihan rutin melakukan pengangkutan, volume sampah disebut kembali meningkat hanya dalam waktu singkat.
Karena itu, ia mengajak para ketua RT, RW, tokoh masyarakat, serta seluruh warga untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan saling mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan.
Selain menyampaikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, kegiatan reses juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat kepada para pelajar di wilayah Kelurahan Krendang dan Duri Utara.
Wali Kota Jakarta Barat mengapresiasi anggota DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi yang terus mengawal penyaluran bantuan pendidikan tersebut.
Menurutnya, bantuan PIP harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan pendidikan sehingga dapat meningkatkan semangat belajar para siswa.
Pada kesempatan itu, Hilda Kusuma Dewi secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan penerima Program Indonesia Pintar kepada 45 siswa madrasah di wilayah Krendang dan Duri Utara.
Hilda menjelaskan, program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat tersebut kembali diperpanjang pada tahun ini untuk memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Hilda berharap masyarakat dapat melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan agar program tersebut terus berlanjut.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan investasi penting dalam membangun masa depan generasi muda dan menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita mereka di masa mendatang.




































