Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTAmburadul Pengelolaan Aset Distamhut DKI di Sunter Jaya, Warga Pertanyakan Kemana Anggaran Mengalir yang Diduga Dipakai Tanpa Kontribusi ?Komentar: 0
Aset Daerah Terbengkalai

Amburadul Pengelolaan Aset Distamhut DKI di Sunter Jaya, Warga Pertanyakan Kemana Anggaran Mengalir yang Diduga Dipakai Tanpa Kontribusi ?

Suara Realitas, 11 Juni 2026, 23:57 WIB · 4 menit bacaBaca di App
Huruf
POTRET - Tokoh Masyarakat, Sahroni semprot Distamhut DKI: Jangan Hamburkan Pajak Rakyat, Aset 5.000 Meter di Sunter Jaya Terlantar! (Foto: Ilsutrasi.Dok. Suara Realitas).

Pemerhati kebijakan publik, Syamsul Jahidin menilai lemahnya pengawasan menjadi faktor utama terjadinya persoalan tersebut.

Syamsul menegaskan, bahwa pengelolaan aset daerah harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Banyaknya aset yang tidak terdata dengan baik atau tidak diberi penanda menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengelolaan. Ini membuka celah bagi oknum untuk memanfaatkan aset tanpa izin atau tanpa memberikan kontribusi kepada daerah,” ujar Syamsul saat dimintai keterangan, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga :  BRI Cabang Jelambar Serahkan Langsung Hadiah Mobil Ertiga kepada Nasabah Pemenang Panen Hadiah Simpedes

“Selain inventarisasi, pengawasan juga harus diperketat. Jika aset dimanfaatkan pihak tertentu, harus ada dasar hukum yang jelas serta kontribusi berupa sewa atau retribusi yang masuk ke kas daerah,” tambahnya.

Kendati demikian, Syamsul pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Badan Pengelola Aset hingga Distamhut guna mencegah potensi kerugian daerah yang lebih besar.

Baca Juga :  Sekda Uus Kuswanto Buka Festival Jakarta Great Sale 2026

“Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga potensi kehilangan pendapatan daerah. Jika dibiarkan, praktik seperti ini bisa terus berulang,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai pengelolaan aset di lokasi tersebut.

Pemprov DKI Jakarta diharapkan segera memberikan klarifikasi sekaligus langkah konkret untuk menertibkan pemanfaatan aset daerah.

Laman: 1 2 3

Lihat Megapolitan Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Megapolitan
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain