Lailatul Qadar: Momentum Penyerahan Diri Total kepada Allah

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aceng Syamsul Hadie (ASH)

MAJALENGKA, Suararealitas.coMalam Lailatul Qadar bukan sekadar malam yang dipenuhi pahala berlipat ganda, tetapi merupakan puncak perjalanan spiritual seorang mukmin dalam bulan Ramadan. Pada malam inilah manusia diajak untuk sampai pada satu titik kesadaran tertinggi: penyerahan diri secara total kepada Allah SWT atas kebesaran karunia-Nya.

Dalam perspektif spiritual Islam, manusia sering kali merasa kuat, merasa mampu mengendalikan hidupnya, bahkan merasa menjadi pusat dari segala keputusan yang ia buat. Namun Lailatul Qadar mengingatkan bahwa di balik semua usaha manusia, ada kehendak Ilahi yang mengatur seluruh perjalanan kehidupan. Malam ini menjadi ruang kontemplasi di mana manusia menyadari keterbatasannya sekaligus menyaksikan kebesaran rahmat Allah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Lailatul Qadar bukan hanya tentang banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi tentang kedalaman kesadaran spiritual. Saat seorang hamba bersujud dalam keheningan malam, ia sedang mengakui bahwa seluruh hidupnya—masa lalu, masa kini, dan masa depan—sepenuhnya berada dalam genggaman Allah.

Baca Juga :  Citizenry Banten Dukung Kejaksaan Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi BPO Rp39 Milyar oleh Mantan Pj Gubernur Banten

Di sinilah makna penyerahan diri menemukan bentuknya. Penyerahan diri bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi kesadaran bahwa segala ikhtiar manusia harus berujung pada tawakal kepada Allah. Dalam malam yang penuh kemuliaan ini, manusia belajar merendahkan ego, membersihkan hati dari kesombongan, dan menggantungkan seluruh harapan hanya kepada Sang Pencipta.

Al-Qur’an menyebut malam ini sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan dalam Surah Al-Qadr. Makna ini mengandung pesan mendalam bahwa kualitas penghambaan lebih berharga daripada panjangnya waktu. Satu malam yang dipenuhi keikhlasan dan penyerahan diri dapat melampaui puluhan tahun kehidupan yang kosong dari kesadaran spiritual.

Dalam sejarah Islam, malam ini juga menjadi saksi turunnya wahyu pertama kepada Muhammad melalui malaikat Jibril. Peristiwa tersebut menandai dimulainya perubahan besar dalam sejarah manusia—perubahan yang lahir dari pertemuan antara wahyu Ilahi dan kesiapan spiritual seorang manusia untuk menerima amanah besar.

Baca Juga :  Rano Karno Pastikan Kesiapan dan Kemeriahan Imlek di Jakarta

Oleh karena itu, mencari Lailatul Qadar sejatinya adalah perjalanan mencari titik kepasrahan tertinggi dalam diri manusia. Saat seorang hamba benar-benar menyerahkan dirinya kepada Allah dengan penuh kerendahan hati, di situlah ia merasakan kedamaian yang sejati.

Akhirnya, Lailatul Qadar mengajarkan bahwa kemuliaan manusia tidak terletak pada kekuasaan, harta, atau status sosial. Kemuliaan sejati lahir dari ketundukan total kepada Allah SWT, dari kesadaran bahwa seluruh karunia hidup adalah anugerah yang harus disyukuri dan dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Dan pada malam yang sunyi itu, ketika doa-doa dipanjatkan dengan hati yang tulus, seorang mukmin memahami satu kebenaran besar: bahwa hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan menuju Allah, dan penyerahan diri kepada-Nya adalah puncak dari seluruh pencarian manusia.

*) Penulis,

Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM.

Ketua Umum Yayasan Daarurrahman Cigayam Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka.

Berita Terkait

Wagub DKI Buka Forum Orientasi KJMU Tahap II
Pemkot Jakarta Utara Bergerak Cepat Atasi Tumpukan Sampah di Pejagalan, Aparat Gabungan Turun ke Lokasi
Gubernur DKI Resmikan Gedung Baru Dispora Provinsi DKI Jakarta
Kantah Jakarta Utara Hadiri Rapat Pansus bersama DPRD DKI
Pangdam Jaya Resmikan Jembatan Garuda di Sunter Agung, Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas
RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen
Kantor LH Kecamatan Cilincing Dinilai Sudah Tak Layak, Pegawai Harapkan Segera Dibangun
11 Bangunan Liar hingga Gardu Ormas Dibongkar di Cengkareng, Pemkot Jakbar: Biang Banjir Akhirnya Ditertibkan

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:58 WIB

Pemkot Jakarta Utara Bergerak Cepat Atasi Tumpukan Sampah di Pejagalan, Aparat Gabungan Turun ke Lokasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:46 WIB

Gubernur DKI Resmikan Gedung Baru Dispora Provinsi DKI Jakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:54 WIB

Kantah Jakarta Utara Hadiri Rapat Pansus bersama DPRD DKI

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:25 WIB

Pangdam Jaya Resmikan Jembatan Garuda di Sunter Agung, Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:11 WIB

RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen

Berita Terbaru