Program MBG di Jakbar Tembus Puluhan Ribu Penerima, Sudin Pendidikan Targetkan Naik 30 Persen

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - Sudin Pendidikan Jakbar memperketat QC makanan MBG dan 85 Ribu penerima tercatat hingga Februari 2026. (Foto: Istimewa).

POTRET - Sudin Pendidikan Jakbar memperketat QC makanan MBG dan 85 Ribu penerima tercatat hingga Februari 2026. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.co – Sebanyak 23 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah beroperasi di Jakarta Barat.

Hingga 28 Februari 2026, program ini tercatat telah menjangkau 85.183 ribu penerima manfaat di 8 Kecamatan di wilayah Jakarta Barat.

Diding Wahyudin, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah II menyebut di wilayahnya mencakup 4 kecamatan sudah ada 10 dapur SPPG terdiri dari 2 SPPG di Grogol Petamburan (Gropet), 3 di Kebon Jeruk, 4 di Kembangan, dan 1 di Palmerah dengan total jumlah penerima manfaat sampai saat ini berjumlah 44.119 ribu orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya saat ini di wilayah Jakbar II sudah ada 10 dapur SPPG dengan 44.119 ribu penerima manfaat,” kata Diding kepada media di ruangannya Jakarta Barat, Jumat (27/2/2026).

Diding menargetkan tahun 2026 ini ada sekitar pertambahan 30 persen dari capaian penerima manfaat sampai saat ini. Total jumlah penerima manfaat di wilayah II Jakarta Barat sebanyak 165.557 orang.

“Jumlah total penerima manfaat di wilayah II Jakbar ssebanyak 165.557 orang. Tahun ini ya paling tambah lagi 30 persen dari jumlah penerima saat ini,” kata Diding.

Baca Juga :  Rekam Jejak Calon Jaksa Agung Tjokorda, Umar Abdul Aziz: Sosok Berintegritas Tinggi dan Tegas

Namun demikian, Diding menegaskan pihaknya tetap mendahulukan kualitas daripada kuantitas. Lebih baik sedikit tapi kualitas makanannya benar-benar terjaga dari pada banyak penerima manfaat tapi kualitas makanannya tidak sesuai standar BGN.

Kepada SPPG yang beroperasi di Sudin Pendidikan Jakbar Wilayah II, Diding mengimbau agar setiap SPPG melakukan pengecekan ketat terhadap makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Sebelum didistribusikan, diuji dulu, dicek dulu betul-betul ini layak makan apa nggak. Kan ada ahli gizinya, ada ahli kesehatan. Jangan langsung dibagi atau didistribusikan. Kalau sudah QC benar baik gizi dan menunya, baru didistribusikan,” tegas Diding.

Untuk memonitoring program MBG ini, Diding dan tim dan pengawas mulai dari staf Sudin hingga Kasatpel Kecamatan selalu berkeliling setiap hari ke sekolah-sekolah.

Sementara Agus Ramdani, Kasudin Pendidikan Jakarta Barat Wilayah I mencakup Kecamatan Cengkareng, Kalideres, Tambora, dan Tamansari mengungkapkan jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di wilayahnya sebanyak 13 SPPG dengan 41.049 ribu penerima manfaat.

“Sampai saat ini ada 13 dapur SPPG yang telah beroperasi dengan 41.049 ribu penerima manfaat di wilayah I Jakarta Barat,” kata Agus.

Agus merinci di Cengkareng ada 4 SPPG, di Kalideres ada 8 SPPG, dan di Tambora baru ada 1 SPPG.

Baca Juga :  Syukuran Akhir Tahun, PT KCN Santuni Ratusan Yatim Piatu

Sementara di Tamansari sendiri sampat saat ini belum ada dapur SPPG karena kendala lahan dan biaya sewa yang mahal.

“Posisi Tamansari itu kan di tengah kota. Kebanyakan lahan di sana untuk hiburan dan perdagangan. Jadi mencari lahan untuk dapur MBG di Tamansari memang agak kesulitan,” kata Agus.

Terkait pelaksaan program MBG ini, Agus mengaku terus melakukan evaluasi yang sangat ketat dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas terutama soal kebersihan dan gizi makanan yang disajikan.

Agus menyampaikan jumlah sekolah baik negeri dan swasta di wilayah Jakarta Barat 1 sebanyak 1.114. Ia menargetkan tahun ini program MBG dapat menyasar setegah sekolah dari jumlah tersebut yang ada di wilayahnya.

“Ya paling tidak terus bertambah. Akses sekolah yang masuk gang sempit membuat program ini juga tidak bisa tersentuh oleh SPPG,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengimbau agar pemilik SPPG menjalankan kegiatan prioritas Presiden RI Prabowo ini sesuai dengan SOP mulai dari sanitasinya, kebersihannya, higienitasnya, dan juga makanan-makanan yang disajikan.

“Itu panduan gizinya harus sesuai yang diamanahkan di SOP pendirian SPPG,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dindik Kabupaten Tangerang Perkuat Budaya Sekolah Aman Cegah Perundungan dan Intoleransi
Pengcab PSTI Bersama Disdik Kabupaten Tangerang Laksanakan Sosialisasi Coaching Clinic Sepak Takraw ‎
YLBHK-PADI Soroti SPMB Tangsel 2026, Minta Gubernur Banten Audit Dugaan Ketidakadilan Jalur Prestasi
PADI Tangsel Usut Dugaan Kecurangan SPMB di SMPN 5 dan 12 Kota Tangerang Selatan
Lewat PIMPASA Goes To School, Imigrasi Jakbar Edukasi Bahaya TPPO dan TPPM kepada Siswa Baru SMKN 11 Jakarta
Polsek Penjaringan dan PKBM Mutiara Hati Kompak Lawan Kenakalan Remaja
MPLS PAUD & PKBM Mutiara Hati Siapkan Generasi Disiplin, Cerdas, dan Berkarakter
FEB UPN Veteran Jawa Timur Gelar International Guest Lecture, Akademisi AS Bahas Keberlanjutan dan Pembangunan Ekonomi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:36 WIB

Dindik Kabupaten Tangerang Perkuat Budaya Sekolah Aman Cegah Perundungan dan Intoleransi

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:10 WIB

Pengcab PSTI Bersama Disdik Kabupaten Tangerang Laksanakan Sosialisasi Coaching Clinic Sepak Takraw ‎

Jumat, 17 Juli 2026 - 01:03 WIB

YLBHK-PADI Soroti SPMB Tangsel 2026, Minta Gubernur Banten Audit Dugaan Ketidakadilan Jalur Prestasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:04 WIB

PADI Tangsel Usut Dugaan Kecurangan SPMB di SMPN 5 dan 12 Kota Tangerang Selatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:23 WIB

Lewat PIMPASA Goes To School, Imigrasi Jakbar Edukasi Bahaya TPPO dan TPPM kepada Siswa Baru SMKN 11 Jakarta

Berita Terbaru