JAKARTA, suararealitas.co – Robohnya papan reklame di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kebon Jeruk, Jakarta Barat tepat di seberang Kantor Pajak Kembangan, pada Sabtu (28/2/2026) siang, diduga kuat akibat aksi sabotase yang dilakukan oleh komplotan pencuri.
Manajemen pemilik reklame menyebut, sebelum peristiwa robohnya konstruksi tersebut, pihaknya kerap mengalami kehilangan sejumlah komponen, seperti lampu dan material lainnya di area titik reklame tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi internal, diduga terdapat lima oknum yang terlibat dalam aksi pencurian dan perusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari jumlah tersebut, satu orang pelaku telah berhasil diamankan dan kini ditahan di Polsek Kebon Jeruk sejak 27 Januari 2026. Sementara empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Pihak manajemen menduga, keempat pelaku yang belum tertangkap tidak terima rekannya diamankan.
Mereka kemudian kembali melakukan aksi dengan memotong besi-besi penyanggah reklame, hingga akhirnya menyebabkan konstruksi pada salah satu sisi roboh.
“Secara teknis, konstruksi reklame tersebut tidak mungkin roboh begitu saja. Besi penyanggah masih dalam kondisi kuat dan rutin dilakukan perawatan,” ujar perwakilan manajemen dikutip dari faktapers.id.
Dari pengecekan terakhir di lokasi, diketahui banyak besi penyanggah dan kawat pengikat telah hilang.
Kondisi itu membuat satu sisi reklame roboh, sementara sisi lainnya dalam kondisi rawan ambruk karena sudah tidak memiliki penahan sama sekali.
Selain besi penyanggah, sejumlah aluminium, lampu, dan ballast di dalam konstruksi juga dilaporkan hilang.
Untuk menghindari risiko membahayakan pengguna jalan, pihak pengelola terpaksa membongkar sisi reklame yang masih berdiri karena dikhawatirkan sewaktu-waktu ikut roboh.
Saat ini, manajemen reklame tengah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait guna mengungkap keberadaan empat pelaku lainnya serta mendalami motif dan jaringan di balik dugaan sabotase tersebut.


































