Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTMenteri Trenggono Ingin Kembangkan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau BunginKomentar: 0

Menteri Trenggono Ingin Kembangkan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin

Suara Realitas, 28 Februari 2026, 19:19 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf

 

SUMBAWA, Suararealitas.co – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut Pulau Bungin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tidak hanya kuat di bidang perikanan tangkap, tapi juga budidaya khususnya kerang mutiara.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, pihaknya berencana menjalankan program kampung budidaya untuk membantu meningkatkan produktivitas masyarakat yang selama ini menekuni bidang tersebut. Selain kerang mutiara, masyarakat juga mengembangkan budidaya lobster.

“Pulau Bungin ini kan pulau nelayan. Kami sudah banyak diskusi dengan bupati, ternyata di sini juga mulai berkembang budidaya. Jadi kami mengupayakan tahun ini (ada program budidaya perikanan yang bisa diterapkan), untuk memaksimalkan potensi yang ada, supaya ekonomi di sini bener-benar produktif,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (28/1).

Adapun intervensi KKP jika nantinya mengimplementasikan program Kampung Budidaya Perikanan di Pulau Bungin, diantaranya menyiapkan fasilitas-fasilitas budidaya seperti keramba, hingga memberikan pendampingan teknis cara budidaya ikan yang baik, dan pelatihan manajemen usaha.

Baca Juga :  Gercep: Pemkab Kabupaten Tangerang Rehab SD Gedung Dalem Yang Roboh

Menteri Trenggono mengunjungi Pulau Bungin pada Jumat 27 Februari kemarin. Kunjungannya untuk melihat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang sudah rampung 100 persen.

Menurutnya, implementasi Kampung Budidaya Perikanan akan melengkapi program perikanan di Pulau Bungin, sehingga masyarakat semakin produktif. Pulau Bungin sendiri dihuni lebih dari 1.000 Kepala Keluarga yang mayoritasnya merupakan nelayan tradisional pengguna kapal di bawah 5 grosston.

Komoditas utama perikanan tangkap di pulau ini adalah tongkol, cakalang, kembung, dan udang, dengan estimasi produksi paling banyak mencapai 8 ton, berdasarkan data pemda tahun 2024.

Kepala Desa Pulau Bungin, Jaelani menyebut warganya selama ini belajar budidaya kerang mutiara maupun lobster secara mandiri. Meski sudah berhasil panen, jumlahnya masih skala rumahan. Sehingga ia berharap program Kampung Budidaya Perikanan bener-benar bisa diterapkan karena kondisi georafis dan kualitas air laut Pulau Bungin cocok untuk kegiatan budidaya perikanan.

Baca Juga :  Pangdam IM Pimpin Apel Gelar Pasukan Pam VVIP Kunker RI-2 di Lapangan Mapolda Aceh

“Masyarakat di sini sudah lama menggeluti budidaya kerang mutiara, kalau untuk lobster mulainya pada tahun 2021. Namun tingkat keberhasilannya baru mulai terlihat sejak dua tahun lalu,” ungkap Jaelani.

Sementara itu, fasilitas KNMP yang sudah terbangun di Pulau Bungin diakuinya memberikan dampak positif pada peningkatan produktivitas nelayan. Pulau Bungin juga semakin ramai dikunjungi masyarakat dari luar pulau.

“Fasilitas KNMP alhamdulillah membantu sekali. Sebagai contoh shelter pendaratan ikan itu sangat membantu karena masyarakat biasanya bongkar hasil tangkapan menggunakan terpal, sekarang sudah lebih layak. Dermaga juga berhasil menarik wisatawan untuk berkunjung,” pungkasnya.

Sebagai informasi, fasilitas perikanan yang sudah dibangun KKP di Pulau Bungin sejalan dengan implementasi program KNMP yakni dermaga, shelter pendaratan ikan, cold storage, pabrik es, balai nelayan, hingga sentra kuliner. KKP juga memberikan bantuan kapal, cool box, mesin kapal, serta alat tangkap.

 

Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain