Akhiri Keterisolasian Warga Langkat, TNI dan PTPN IV PalmCo Bangun Jembatan Darurat

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGKAT, suararealitas.co – Warga di tiga desa di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, kini bisa bernapas lega.

Pasalnya, akses transportasi dan urat nadi perekonomian yang sempat lumpuh total akibat putusnya jembatan utama pascabanjir bandang, kini kembali terbuka.

Sebuah Jembatan Bailey darurat sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter akhirnya berdiri kokoh, menghubungkan kembali Desa Besilam Bukit Lembasa, Desa Kebun Balik, dan Desa Banjaran Raya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan yang menjadi jalur vital distribusi hasil pertanian dan mobilitas harian warga ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) TNI AD, PTPN IV PalmCo, serta PT Langkat Nusantara Kepong (LNK).

Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa turun langsung meninjau penyelesaian pembangunan infrastruktur darurat tersebut pada awal pekan lalu.

Peninjauan ini turut disaksikan oleh jajaran Korem, Kodim Langkat, unsur Muspika Kecamatan Wampu, hingga tokoh masyarakat setempat.

Dalam tinjauannya, Mayjen TNI Hendy Antariksa menyoroti pentingnya gerak cepat dan gotong-royong berbagai pihak saat menghadapi masa tanggap darurat bencana.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam pembangunan jembatan ini. Sinergi menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujarnya mengakhiri.

Bukan Sekadar Respons Lokal, Tapi Eskalasi Bantuan Nasional

Keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam pembangunan Jembatan Bailey di Langkat ini rupanya bukan langkah reaktif yang berdiri sendiri.

Baca Juga :  Keluarkan Percikan Api, Pesawat Jemaah Haji Asal Kloter 5 Embarkasi Makassar Kembali Mendarat di Bandara Hasanuddin, Berikut Penjelasan Garuda.

Perusahaan perkebunan pelat merah ini tercatat telah melakukan eskalasi bantuan kemanusiaan secara masif merespons rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatera dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa menjelaskan, bahwa pengerahan sumber daya perusahaan untuk penanggulangan bencana adalah bagian dari mandat BUMN yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada stabilitas sosial masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Bailey bersama Kodam I/Bukit Barisan ini adalah representasi nyata bahwa BUMN dan TNI selalu beriringan di garis depan. Kami tidak ingin urat nadi perekonomian warga di desa-desa lumpuh terlalu lama,” tegas Jatmiko.

Berdasarkan catatan penanggulangan bencana, jangkauan operasi kemanusiaan PTPN IV PalmCo telah menyentuh 16 kabupaten/kota yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Wilayah tersebut meliputi Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Langsa, Medan, Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Sibolga, Pasaman Barat, Padang, Tanah Datar, Agam, Solok, dan Lima Puluh Kota.

Di belasan wilayah tersebut, bentuk intervensi yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan bencana.

Bantuan yang telah disalurkan mencakup pengerahan puluhan unit alat berat untuk membuka akses darat yang tertimbun longsor, distribusi ratusan ton sembako, penyediaan ratusan box obat-obatan, hingga pendirian puluhan posko darurat yang menjadi tempat bernaung bagi ribuan pengungsi.

Baca Juga :  Dugaan Maladministrasi Perangkat Desa di Jepara, Kades Rajekwesi Dilaporkan ke Ombudsman Jateng

Bahkan, untuk wilayah dengan dampak kerusakan infrastruktur tempat tinggal terparah seperti di Kabupaten Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan, PTPN IV PalmCo telah melangkah pada fase pemulihan jangka panjang dengan menyediakan lahan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).

Fokus pada Pemulihan Psikososial di Langkat

Khusus di Kabupaten Langkat, pembangunan jembatan ini melengkapi rentetan bantuan yang telah disalurkan sebelumnya.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan telah menggelontorkan dana ratusan juta rupiah pada fase awal tanggap darurat banjir.

Selain memastikan ketersediaan logistik berupa kebutuhan pokok, fokus bantuan di Langkat juga menyasar pada pemulihan psikososial anak-anak korban bencana.

Ratusan paket perlengkapan pendidikan mulai dari tas sekolah, buku tulis, buku gambar, hingga alat mewarnai telah didistribusikan ke posko-posko pengungsian agar anak-anak tetap memiliki semangat belajar di tengah keterbatasan sarana pascabencana.

Dengan berdirinya Jembatan Bailey di Kecamatan Wampu ini, diharapkan fase pemulihan di Kabupaten Langkat dapat berjalan lebih cepat, seiring dengan mulai normalnya kembali arus barang dan manusia di ketiga desa tersebut.

Berita Terkait

APBN 2026 Digelontorkan Rp294 Juta di Lapas Pamekasan, Publik Waspadai Dugaan ‘Main Proyek’
Polres Cirebon Kota Siapkan Pengamanan Nobar Persib vs Persijap, Bobotoh Diimbau Tertib dan Langsung Pulang Usai Kegiatan
Heboh! Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Disdukcapil Jepara Diseret ke Ombudsman Jateng
Forgas Bali Cegah dan Tangkal Intervensi Sampradaya Asing Ideologi Transnasional
Aksi Sosial Mercure Kuta Bali Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Banjar Buleleng
Retribusi Dipungut, Tapi Tak Tertib Disetor: Ada Apa di Dinas Perhubungan Bengkalis?
Derasnya Banjir Robek Akses Desa, Pemkab Rote Ndao Didesak Tak Sekadar Janji
Ketika Hasil Audit Hanya Jadi Arsip: Bau Tak Sedap Belanja Daerah Bengkalis

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:10 WIB

APBN 2026 Digelontorkan Rp294 Juta di Lapas Pamekasan, Publik Waspadai Dugaan ‘Main Proyek’

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:57 WIB

Polres Cirebon Kota Siapkan Pengamanan Nobar Persib vs Persijap, Bobotoh Diimbau Tertib dan Langsung Pulang Usai Kegiatan

Selasa, 21 April 2026 - 13:38 WIB

Heboh! Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Disdukcapil Jepara Diseret ke Ombudsman Jateng

Jumat, 3 April 2026 - 21:28 WIB

Forgas Bali Cegah dan Tangkal Intervensi Sampradaya Asing Ideologi Transnasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:37 WIB

Aksi Sosial Mercure Kuta Bali Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Banjar Buleleng

Berita Terbaru

ILUSTRASI - polisi resmi menahan Bos Hanania Group terkait dugaan penipuan umrah. (Foto: Istimewa).

Hukum & Kriminal

Bos Hanania Group Resmi Ditahan Polisi Terkait Dugaan Penipuan Umrah

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:50 WIB