Ormas Geruduk PT Astra Daihatsu Motor: Tuding Rekrutmen Tidak Transparan dan Abaikan Tenaga Kerja Lokal Jakarta Utara

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, SuaraRealitas.co – Ratusan massa dari organisasi masyarakat bersama perwakilan warga Jakarta Utara turun ke jalan mendesak PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk menghentikan praktik rekrutmen yang dianggap tidak transparan dan merugikan putra-putri daerah. Aksi ini digelar setelah bertahun-tahun warga mengeluhkan sulitnya menembus proses seleksi kerja di perusahaan tersebut. kamis, (20/11/2025).

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dugaan bahwa PT ADM lebih memilih tenaga kerja dari luar daerah ketimbang warga Jakarta Utara yang tinggal berdekatan dengan lokasi perusahaan. Bahkan, mereka menuding adanya pola rekrutmen “tertutup”, di mana pelamar yang memiliki kedekatan khusus dengan pihak tertentu lebih mudah diterima—sebuah praktik yang dinilai mencederai asas keadilan bagi masyarakat sekitar.

“Kami selama ini cuma jadi tamu di tanah sendiri. Masuk kerja ke Daihatsu saja seperti menabrak tembok. Sementara orang luar dan mereka yang ‘punya orang dalam’ justru melenggang. Ini sudah kebangetan,” tegas Maulana, Sekkab Ormas dalam orasinya.

Warga mengaku sudah pernah duduk bersama pihak PT Daihatsu, namun pertemuan itu dinilai hanya formalitas tanpa ada sikap konkret. Hingga kini, permintaan audiensi lanjutan pun tidak kunjung ditanggapi, memunculkan dugaan bahwa perusahaan sengaja menghindar dari persoalan yang dihadapi masyarakat.

Aksi hari ini juga dipantau jajaran Kodim 0205 serta 400 personel Polres Jakarta Utara untuk menjaga situasi tetap kondusif. Namun massa menegaskan bahwa ini baru langkah awal. Mereka memastikan akan terus kembali ke PT ADM sampai perusahaan memberikan jawaban tegas.

Baca Juga :  Cemburu Buta! Pria di Tanah Abang Ditusuk di Depan Warung Sate

“Kalau hari ini tidak digubris, besok kami datang lagi. Kalau masih bungkam, Senin kami kembali dengan massa yang lebih besar. Kami tidak akan diam ketika hak warga lokal diinjak-injak,” ujar salah satu koordinator lapangan.

Aksi ini muncul setelah selama berbulan-bulan organisasi masyarakat menerima sederet laporan warga terkait dugaan diskriminasi dalam perekrutan tenaga kerja. Menurut mereka, perusahaan besar sekelas PT Astra Daihatsu Motor semestinya memberi ruang bagi masyarakat sekitar, bukan justru menutup pintu dengan alasan yang tidak jelas.

Massa mendesak ADM membuka dialog terbuka, mengkaji ulang sistem rekrutmen, dan memberikan prioritas yang adil bagi tenaga kerja lokal sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap wilayah tempat mereka beroperasi.

Berita Terkait

Peduli Kemanusiaan KTH Ciguha Rivers Akan Salurkan Bantuan Logistik Dan Uang Tunai Ratusan Juta Ke Korban Kebakaran Sukabumi
13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma
Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati
Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:56 WIB

Peduli Kemanusiaan KTH Ciguha Rivers Akan Salurkan Bantuan Logistik Dan Uang Tunai Ratusan Juta Ke Korban Kebakaran Sukabumi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:32 WIB

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:29 WIB

Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi

Berita Terbaru