Aliansi Mahasiswa Kedaulatan Indonesia Menuntut Pengakuan Hukum dan Transparasi di Sektor Pelabuhan

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 11 Agustus 2025 , Suararealitas.co — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kedaulatan Pelabuhan akan menggelar aksi damai pada Jumat siang ini, menuntut penegakan hukum dan transparansi di sektor pelabuhan. Aksi ini direncanakan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, berlokasi di Kantor Pusat PT Pelindo dan PT Hutchison Ports Indonesia.

Koordinator Lapangan aksi, Yusril S Kaimudin, yang juga dikenal sebagai aktivis mahasiswa Jakarta, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap lemahnya penegakan hukum dan dugaan praktik-praktik yang merugikan negara di lingkungan pelabuhan.

“Kami turun ke jalan bukan hanya untuk menyuarakan kepentingan pekerja pelabuhan, tapi juga untuk menjaga marwah hukum di negeri ini. Putusan pengadilan harus dilaksanakan, dan segala bentuk penyimpangan di pelabuhan harus dibersihkan sampai ke akarnya,” tegas Yusril dalam keterangan persnya.

Tujuh Tuntutan Utama Aliansi Mahasiswa Kedaulatan Pelabuhan:

  1. Mendesak R Legoh untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap, termasuk membayar ganti rugi sebesar Rp240.974.999 secara tunai.
  2. Menuntut KSO TPK Koja, PT Pelindo, dan PT Hutchison Ports Indonesia menjatuhkan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pihak yang terlibat.
  3. Meminta PT Pelindo dan PT Hutchison Ports Indonesia membuka secara transparan seluruh kronologi, dokumen, dan pihak-pihak yang terlibat, serta menolak adanya perlindungan terhadap pelaku praktik amoral di pelabuhan.
  4. Menuntut audit forensik dan pembersihan total di seluruh unit kerja, untuk menyingkirkan semua oknum yang merugikan negara dan mencoreng nama baik pelabuhan Indonesia.
  5. Mendesak PT Pelindo dan PT Hutchison Ports Indonesia segera memberikan Hak atas Jasa Produksi & BPI kepada pihak yang berhak.
  6. Menghentikan praktik Union Busting terhadap Serikat Pekerja TPK Koja yang mewakili mayoritas pekerja.
  7. Membubarkan serikat pekerja yang dinilai sebagai boneka, yakni “Sekar TPK Koja”, yang disebut menjadi antek oknum jahat di pelabuhan.
Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah Polres Pelabuhan Tanjung Priok, sasar Warga di Muara Angke

Aliansi juga sedang mempelajari secara seksama indikasi pelanggaran diantaranya Markup,Gratifikasi,Penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum berinisal “R” yang dulu menjabat sebagai PLH Manager Umum,disinyalir telah ada hasil audit internal namun sampai dengan saat ini belum ada tindakan lebih lanjut

Menurut Yusril, aksi ini akan diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa se-Jakarta. Ia menegaskan bahwa aksi akan dilaksanakan secara tertib namun tetap kritis dan tegas dalam menyuarakan aspirasi.

“Kami tidak akan berhenti sampai tuntutan ini didengar dan dijalankan. Pelabuhan adalah urat nadi perdagangan nasional, tidak boleh dikuasai oleh praktik-praktik yang merugikan rakyat,” pungkas Yusril.

Berita Terkait

Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Wapang TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Yonif TP 808/Mbaham Matta di Papua Barat
Polres Priok Gelar  Patroli Stasioner Cipta Kondisi, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Pelabuhan
Gotong Royong Bersihkan Kali, Babinsa Timika Turun Langsung
Kapolda Jawa Barat Jangan Diam atas Dugaan Kejahatan Ekologis di Kawasan TNGC
Idul Adha: Ketika Pisau Kurban Tajam ke Hewan, Tapi Tumpul ke Keserakahan
Apel Pengamanan Idul Adha Polsek Cigudeg Sinergi Aparat Dan Pemuda
Koops TNI Habema Evakuasi 44 Pendulang Emas dari Gangguan OPM di Pegunungan Bintang

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:29 WIB

Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:57 WIB

Wapang TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Yonif TP 808/Mbaham Matta di Papua Barat

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:57 WIB

Polres Priok Gelar  Patroli Stasioner Cipta Kondisi, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Pelabuhan

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:51 WIB

Gotong Royong Bersihkan Kali, Babinsa Timika Turun Langsung

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:43 WIB

Kapolda Jawa Barat Jangan Diam atas Dugaan Kejahatan Ekologis di Kawasan TNGC

Berita Terbaru

ILUSTRASI - polisi resmi menahan Bos Hanania Group terkait dugaan penipuan umrah. (Foto: Istimewa).

Hukum & Kriminal

Bos Hanania Group Resmi Ditahan Polisi Terkait Dugaan Penipuan Umrah

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:50 WIB