Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTBeberapa Pekerja Proyek Rehab SDN Tanjung Anom Keluhkan Soal GajiKomentar: 0

Beberapa Pekerja Proyek Rehab SDN Tanjung Anom Keluhkan Soal Gaji

Suara Realitas, 6 September 2023, 21:29 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Beberapa Pekerja Proyek Rehab SDN Tanjung Anom Keluhkan Soal Gaji
Papan proyek rehab sekolah SDN Tanjung Anom. (Foto: Suara Realitas/Bar)


KABUPATEN TANGERANG – Beberapa pekerja proyek rehab sekolah SDN Tanjung Anom mengeluh pembayaran gaji tukang dari pihak kontraktor CV Bantala Maruga Baswara yang berada di Jalan Raya Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Hal itu dikatakan oleh Ade salah satu pekerja proyek, dirinya sangat kecewa dengan pihak mandor dan kontraktor CV Bantala Maruga Baswara yang tidak membayarkan gajinya.

“Ya benar, terkait gaji kemarin yang saya terima 24 hari aja dikasih Rp. 1.000.000, terus Minggu kemarinnya juga cuma dikasih Rp. 250.000, jadi total semua cuma Rp. 1.250.000, sedangkan saya tukang seharinya Rp. 120.000,” beber Ade, kepada wartawan, Jumat (1/9/2023).

Lanjutnya, ia juga menuturkan bahwa ada beberapa pekerja proyek yang belum digaji oleh pihak mandor dan kontraktor CV Bantala Maruga Baswara.

“Sudah ada 6 orang yang hengkang atau berhenti kerja, udah gitu mereka belum digaji cuman dikasih uang makan saja yaitu Rp. 200.000,” tuturnya.

Baca Juga :  Sempat Viral di Medsos, Polsek Mauk Berhasil Bekuk Pelaku Jambret

Diwaktu yang berbeda, Dina salah satu pekerja lainnya juga mengatakan bahwa membenarkan adanya sebuah kejanggalan dalam sistem administrasi proyek tersebut.

“Awalnya sih dengar kabar dari pekerja lainnya bahwa awal MoU proyek tersebut dengan Pak Dedi dengan pihak CV Bantala Maruga Baswara. Namun, setelah pekerja lainnya mengeluh pembayaran gaji akhirnya sejumlah pekerja berhenti,” kata Dina, saat dikonfirmasi di lokasi proyek, pada Rabu (6/9).

Ia juga menyampaikan, untuk MoU tersebut tidak tahu, karena pihaknya baru bekerja. Sehingga proyek itu tidak jelas.

“Awal MoU itu pihak CV Bantala Maruga Baswara dengan Pak Dedi, tapi pak Dedi menyerahkan kepada pak Ade. Namun, pak Ade sendiri tidak diberikan bekal uang bahkan Pak Ade berhenti karena hanya dibayarkan Rp 1.250.000 saja,” ucapnya.

Ia menambahkan, dirinya bersama grup inginkan keterbukaan administrasi dan MoU baru agar pekerjaan cepat selesai juga rapih.

Baca Juga :  Datangi Pos, Satgas Yonif 642/Kps Pos Bantan Berikan Layanan Kesehatan kepada Warga

“Kalau saya sih maunya MoU baru lah, ini kan tidak ada MoU baru malah ditinggal begitu saja, untuk administrasi belum jelas. Bahkan saya kan disini sehari Rp. 150.000, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak kontraktor CV Bantala Maruga Baswara,” sambungnya.

Menurutnya, apabila proyek tersebut belum ada kepastian hingga hari ini (6/9), dirinya bersama grup hendak berhenti.

“Kasihan siswa-siswi disini yang belum ada ruangan sekolah, sehingga jadwal sekolah pun ada yang pagi dan siang. Terlebih lagi, Kepala Sekolah SDN Tanjung Anom pun mengeluhkan proyek tersebut,” pungkasnya.

Sebagai informasi, bahwa proyek rehab ruang kelas SDN Tanjung Anom yang dikerjakan oleh CV Bantala Maruga Baswara dengan nilai kontrak Rp. 505.970.764.98. Dengan waktu pelaksanaan 90 hari yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2023, nomor SPK no/42522233/PPKo/SD/APBD/Disdik/2023.*(Bar)

Lihat Regional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Regional
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain