‎Beli Cash 85 Juta, BPKB Mobil Tak Diberikan, Arizu Berkah Mobilindo Bohongi Konsumen? 

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Konsumen Arizu Berkah Mobilindo, Indra warga asal Cirebon, Jawa Barat.

Foto: Konsumen Arizu Berkah Mobilindo, Indra warga asal Cirebon, Jawa Barat.

CIREBON, Suararealitas.co – Konsumen Showroom Arizu Berkah Mobilindo, Indra warga asal Cirebon mempertanyakan kepastian penyerahan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) setelah mobil yang dibelinya secara tunai tempo belum juga mendapatkan kejelasan.

‎Indra menuturkan, sejak pembelian satu unit mobil Mazda 2 tahun 2011 dengan pihak showroom pada tahun 2025, hingga kini BPKB kendaraan tersebut belum juga diberikan kepadanya.

‎Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian administrasi kendaraan yang telah dibeli dan dibayar lunas oleh Indra.

‎Berdasarkan informasi yang diterima, Indra membeli mobil tersebut secara tunai tempo dengan harga 85 juta rupiah dengan 2 (dua) kali pembayaran dan garansi selama satu tahun.

Foto: Mobil Mazda 2 tahun 2011 yang dibeli oleh Indra di Arizu Berkah Mobilindo, Bekasi. 

‎”Negosiasi awal saya dengan marketing yang bernama Rika, kalo pemilik showroom bernama Saefudin Zuhri. Waktu itu saya bayar 45 juta rupiah dulu, terus sebelum jatuh tempo saya lunasi pembayaran karena saya diiming-imingi BPKB bisa diambil kalo sudah lunas,” ungkapan Indra kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

‎Setelah seluruh kewajiban pembayaran diselesaikan, konsumen berharap dokumen kendaraan, termasuk BPKB, dapat diserahkan sesuai kesepakatan.

‎Namun, harapan tersebut hingga kini belum terealisasi. BPKB kendaraan disebut masih belum diberikan meski telah berlalu lebih dari tiga bulan.

‎Kondisi tersebut membuat Indra mempertanyakan alasan keterlambatan penyerahan dokumen yang menjadi bukti kepemilikan kendaraan tersebut.

‎”Saya cuma dikasi iming-iming aja, awalnya disuruh nunggu 3 hari terus mundur lagi 10 hari terus sebulan dan sampe sekarang,” katanya.

‎Indra mengaku demi mendapatkan kelengkapan surat kendaraan tersebut, Ia rela bolak-balik Cirebon Bekasi berkali-kali dengan biaya transportasi yang tak terhitung.

‎Tak sampai disitu, Indra berusaha mendapatkan informasi terkait keberadaan BPKB melalui rekan-rekannya.

‎”Saya dapat info ternyata BPKB itu ada di salah satu leasing, setelah dicek ternyata berbeda atas nama di STNK atas nama Perusahaan ternyata di BPKB malah atas nama Zamzami,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, menurut Indra BPKB mobil tersebut telah berada di leasing Clipan selama tiga tahun.

‎”Kaget ternyata BPKB ada di leasing sedangkan waktu beli mobil saya ditunjukkan foto BPKB dan diiming-imingi BPKB diberikan kalo sudah lunas kata Zuhri dan Rika,” jelasnya.

‎Ironisnya, Indra juga menuturkan pengalaman kurang mengenakan lainya, saat dirinya tengah mengengendarai mobil tersebut tiba-tiba mengalami kendala hingga mogok di tengah jalan.

‎”Kurang lebih dua minggu setelah beli mobil tersebut, waktu itu saya lagi di jalan tiba-tiba radiator jebol dan akhirnya ditowing sedangkan biaya perbaikannya kurang lebih 20 jutaan,” tutur Indra.

‎Mengingat mobil tersebut masih dalam masa garansi, Indra menyampaikan komplain ke pihak showroom untuk klaim garansi.

‎”Kerusakan langsung saya sampaikan ke Rika dan dia bilang kalo biayanya nanti dibantu oleh pihak Showroom, tapi nyatanya tidak ada bantuan dan sampe sekarang mobil tidak berani saya pake karena bermasalah,” sambungnya.

‎Persoalan ini dinilai tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut. Terlebih, konsumen mengaku telah memenuhi kewajibannya dengan membayar kendaraan secara tunai.

‎Keterlambatan penyerahan BPKB juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi konsumen, terutama apabila dokumen tersebut dibutuhkan untuk keperluan administrasi, balik nama, penjualan kembali, maupun kepentingan lain yang berkaitan dengan kendaraan.

‎Atas persoalan tersebut, konsumen meminta Arizu Berkah Mobilindo memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab BPKB belum diserahkan hingga lebih dari tiga bulan setelah kendaraan dibeli dan dibayar lunas.

‎Konsumen juga berharap pihak showroom memberikan kepastian mengenai keberadaan BPKB serta waktu penyerahannya.

‎Media ini memandang penting adanya klarifikasi dari pihak Arizu Berkah Mobilindo agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah konsumen.

‎Hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan dari pihak Arizu Berkah Mobilindo mengenai alasan BPKB belum diserahkan kepada konsumen.

‎Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi pihak showroom untuk memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.

‎Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi konsumen kendaraan untuk memastikan seluruh dokumen dan administrasi kendaraan telah jelas sebelum maupun setelah transaksi pembelian dilakukan.

Baca Juga :  31 Pelanggar Perda Tibum Jalani Sidang Tipiring di Jakbar
Baca Juga :  Bea Cukai Banten Musnahkan 26,4 Juta Batang Rokok Ilegal, Kerugian Negara Rp24,7 Miliar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Terendus Dugaan Praktik Pengangsu Solar Subsidi di SPBU Bubakan Semarang, Aparat Didesak Bergerak
KPK Lanjutkan Penyidikan Dugaan Korupsi Bea Cukai, Dua Saksi Diperiksa di Gedung Merah Putih
Dari Ruangan Terkunci hingga Dugaan Bunker, Ini Kronologi Kasus 995 Senjata di Jaksel
‎Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Suradadi Purin Tegal Mencuat, Pemilik Truk Disebut Berinisial BD
Seorang Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Sekuriti Serta Pegawai FIF Tangcity Tangerang
PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan PHK Sepihak Kepada Korban Penusukan
Mentan Sebut Penindakan Mafia Pangan Terus Berjalan, 39 Tersangka Telah Ditetapkan
Polres Cirebon Kota Gelar Razia Tempat Hiburan Malam, Minuman Beralkohol Disita

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:58 WIB

‎Beli Cash 85 Juta, BPKB Mobil Tak Diberikan, Arizu Berkah Mobilindo Bohongi Konsumen? 

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Terendus Dugaan Praktik Pengangsu Solar Subsidi di SPBU Bubakan Semarang, Aparat Didesak Bergerak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:48 WIB

KPK Lanjutkan Penyidikan Dugaan Korupsi Bea Cukai, Dua Saksi Diperiksa di Gedung Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Dari Ruangan Terkunci hingga Dugaan Bunker, Ini Kronologi Kasus 995 Senjata di Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:16 WIB

‎Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Suradadi Purin Tegal Mencuat, Pemilik Truk Disebut Berinisial BD

Berita Terbaru