Koops TNI Habema Evakuasi Dua Jenazah Korban Penembakan di Yahukimo di Tengah Kontak Senjata

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yahukimo, suararealitas.co – Baku tembak terjadi antara personel Komando Operasi (Koops) TNI Habema dan kelompok bersenjata yang oleh TNI diidentifikasi sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI/Yahukimo saat proses evakuasi dua jenazah warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (23/7/2026).

Peristiwa itu terjadi ketika tim Koops TNI Habema bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi dua warga sipil yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penembakan di sekitar Jalan Trans Papua. Menurut keterangan Koops TNI Habema, tim kemudian mendeteksi keberadaan kelompok bersenjata di sekitar lokasi sehingga terjadi kontak senjata.

Dalam keterangannya yang diterima pada Jumat (24/7/2026), Koops TNI Habema menyatakan operasi tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan personel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah situasi dinyatakan kondusif, dua jenazah warga sipil berhasil dievakuasi.

Koops TNI Habema menyebut operasi tersebut melibatkan unsur evakuasi dan pengamanan. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat medan pegunungan, kondisi cuaca, tingginya debit sungai, serta adanya potensi gangguan keamanan.

Baca Juga :  Jasaraharja Putera Raih Best General Insurance 2025

Berdasarkan keterangan Koops TNI Habema, dua jenazah ditemukan di bawah Jembatan Kali Ahom, tidak jauh dari Jalan Trans Papua yang sebelumnya menjadi lokasi penembakan.

Selanjutnya, kedua jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.

Sementara itu, seorang perempuan dari Suku Unaukam dilaporkan masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Koops TNI Habema juga menyatakan satu orang yang diduga anggota kelompok bersenjata tewas dalam baku tembak tersebut.

Menurut TNI, tidak ada personel yang menjadi korban dalam operasi itu.

Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Ia mengatakan meninggalnya warga sipil akibat aksi kekerasan menjadi duka bagi keluarga maupun masyarakat Papua.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan proses evakuasi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Bisnis Berbahaya Oplosan Gas Subsidi: Sindikat LPG 3 Kg Raup Untung Fantastis, Ribuan Tabung Disita

“Koops TNI Habema meyakini setiap nyawa warga Papua sangat berharga. Karena itu, perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Wirya.

Ia menambahkan Koops TNI Habema bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat akan terus berupaya menjaga stabilitas keamanan guna mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Papua.

Sebelumnya, tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat penembakan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (20/7/2026).

Berdasarkan keterangan Koops TNI Habema, kelompok yang diidentifikasi sebagai TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Korban dilaporkan terdiri atas pasangan suami istri bernama Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam.

Berita Terkait

6 Terduga Pelaku Mengaku Polisi Dibebaskan di Teluknaga, Dasar Hukumnya Dipertanyakan
Tim Hukum Alpriado Osmond Desak Polres Metro Tangerang Kota Percepat Penanganan Kasus Dugaan Pengeroyokan ART
Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga
Sertifikat Tak Kunjung Beres, Uang Puluhan Juta Dipersoalkan: Praktisi Hukum Soroti Potensi Ranah Pidana
Tim Kuasa Hukum Boyamin Saiman CH Harno & Tatis Lawfirm: Proses Hukum Belum Usai – Kami Perjuangkan Hak Lahan Adat Hingga ke Puncak Keadilan
‎Aktivitas Pengolahan Emas di Munjul Dipertanyakan, Warga Minta DLH dan Aparat Turun Tangan
Dugaan Permainan Solar Subsidi di SPBU Suradadi, Sopir Sebut Bekerja atas Perintah Joko
Mengaku Berkali-kali Dipaksa, Perempuan Muda di Tasikmalaya Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:57 WIB

6 Terduga Pelaku Mengaku Polisi Dibebaskan di Teluknaga, Dasar Hukumnya Dipertanyakan

Rabu, 16 September 2026 - 16:52 WIB

Tim Hukum Alpriado Osmond Desak Polres Metro Tangerang Kota Percepat Penanganan Kasus Dugaan Pengeroyokan ART

Senin, 14 September 2026 - 14:51 WIB

Penanggulangan Sampah di Rusun Pesakih Daan Mogot Terus Diperkuat, Pengelola Tekankan Peran Aktif Warga

Sabtu, 12 September 2026 - 18:16 WIB

Sertifikat Tak Kunjung Beres, Uang Puluhan Juta Dipersoalkan: Praktisi Hukum Soroti Potensi Ranah Pidana

Kamis, 10 September 2026 - 10:58 WIB

Tim Kuasa Hukum Boyamin Saiman CH Harno & Tatis Lawfirm: Proses Hukum Belum Usai – Kami Perjuangkan Hak Lahan Adat Hingga ke Puncak Keadilan

Berita Terbaru