Kegiatan Deklarasi Bersama Anti LGBT di Leuwiliang Diikuti 14 Kecamatan Diwilayah Bogor Barat

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGORSuararealitas.co  –  Sosialisasi pencegahan LGBT dan deklarasi komitmen bersama digelar di kawasan Terminal Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut dari rapat Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor bersama 14 camat di wilayah Bogor Barat.

Kegiatan diikuti unsur pemerintah kecamatan, perwakilan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah unsur terkait lainnya.(20/09)

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama. Penandatanganan dilakukan oleh sejumlah camat, perwakilan wilayah, serta perwakilan organisasi yang hadir dalam kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PLT Camat Leuwiliang, Ucu Sunarya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan edukasi dan kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi persoalan sosial. Peran keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pemuda, serta organisasi kemasyarakatan dinilai penting dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat yang dilaksanakan oleh Kabag Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor bersama 14 camat di wilayah Bogor Barat. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sosial, keluarga, dan generasi muda dari berbagai persoalan sosial yang menjadi perhatian masyarakat,” ujar Ucu.

Baca Juga :  Pawai Obor dan Karnaval Kostum Meriahkan Sambutan Bulan Suci Ramadhan di RW 08 Sunter Agung

Ucu menegaskan, upaya pencegahan dan pembinaan perlu dilakukan melalui pendekatan yang persuasif dan edukatif serta tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.

Ia juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan perhatian terhadap anak-anak, terutama dalam hal pendidikan, komunikasi keluarga, pergaulan, dan pembentukan karakter.

“Persoalan sosial tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan peran keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ucu juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, persekusi, maupun kekerasan terhadap siapa pun yang dianggap berbeda.

Apabila ditemukan persoalan di lingkungan masyarakat, ia meminta agar penyelesaiannya dilakukan melalui mekanisme yang tepat dengan melibatkan pemerintah maupun pihak yang berwenang.

“Deklarasi hari ini hendaknya tidak hanya menjadi sebuah seremoni, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, tertib, sehat, dan kondusif,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hendra Hidayat Himbau Masyarakat tetap tenang terkait kasus Promosi Miras pake simbol Agama

Penandatanganan Deklarasi

Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi bersama. Sejumlah camat dan perwakilan wilayah, bersama unsur organisasi yang hadir, membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen atas deklarasi yang telah disepakati.

Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan berbagai unsur masyarakat di wilayah Bogor Barat dalam melakukan edukasi serta pembinaan sosial di tengah masyarakat.

Melalui deklarasi tersebut, para pihak yang terlibat juga diharapkan dapat meneruskan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Pemerintah Kecamatan Leuwiliang menekankan pentingnya menjaga ketertiban sosial dengan tetap mengedepankan nilai-nilai agama, norma sosial, ketentuan hukum, serta penghormatan terhadap martabat dan hak setiap warga negara.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib, kondusif, serta memberikan ruang pembinaan yang baik bagi generasi muda di wilayah Bogor Barat.

Berita Terkait

Diduga Mengantuk, Honda Jazz RS Tabrak Pohon di Padayungan Tasikmalaya, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Jembatan BBS Usai Direhabilitasi Malah Dipersoalkan, Warga Soroti Miras, Prostitusi dan CCTV
Atasi Persoalan Sampah Menahun, Wamendagri Bima Arya Dorong PSEL Bogor Raya Jadi Percontohan Nasional
PLN Serahkan Buku Tabungan dan Rekening Pembayaran Kompensasi kepada Warga Warakas
Warga Beli Paket Sassetan, Pemkot Tangsel Habiskan Rp.28 Miliar Untuk Belanja Internet
Sengketa Tanah Warisan Keluarga H. Abdul Halim Kembali Mencuat, H. Makawi Minta Perlindungan Hukum kepada KPK
Si Jago Merah Ngamuk di Pergudangan Kosambi Permai, Polisi Dalami Motifnya
Melalui Bankeu 2026, Pemerintah Desa Puraseda Bangun TPT

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:08 WIB

Kegiatan Deklarasi Bersama Anti LGBT di Leuwiliang Diikuti 14 Kecamatan Diwilayah Bogor Barat

Sabtu, 19 September 2026 - 07:54 WIB

Diduga Mengantuk, Honda Jazz RS Tabrak Pohon di Padayungan Tasikmalaya, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

Jumat, 18 September 2026 - 13:22 WIB

Jembatan BBS Usai Direhabilitasi Malah Dipersoalkan, Warga Soroti Miras, Prostitusi dan CCTV

Kamis, 17 September 2026 - 19:02 WIB

Atasi Persoalan Sampah Menahun, Wamendagri Bima Arya Dorong PSEL Bogor Raya Jadi Percontohan Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

PLN Serahkan Buku Tabungan dan Rekening Pembayaran Kompensasi kepada Warga Warakas

Berita Terbaru