Sosialisasi Hunian Dorong Housing Career Masyarakat Dari Hunian Sewa Menuju Kemampuan Memiliki Hunian

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Hunian Dorong Housing Career Masyarakat: Dari Hunian Sewa Menuju Kemampuan Memiliki Hunian

Jakarta,suararealitas,co.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Hunian Terjangkau Milik (HTM) bagi penghuni Rusunawa Pesakih, Jakarta Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lantai dasar Tower 1 Pulau Intan dan diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang merupakan penghuni Rusunawa Pesakih.Kamis, ( 17 – 9 – 2026 ).

Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi dan pemahaman kepada penghuni rusunawa mengenai peluang untuk memperoleh Hunian Terjangkau Milik melalui Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konsep housing career atau perjalanan hunian masyarakat. Melalui konsep tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh akses terhadap hunian sewa, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang seiring dengan peningkatan kondisi sosial dan ekonominya, hingga pada akhirnya mampu membeli dan memiliki hunian sendiri.

Rusunawa sebagai Bagian dari Housing Career
Kegiatan sosialisasi dibuka secara langsung oleh Kepala Unit Pengelola Rumah Susun V.

Dalam sambutannya, Kepala UPRS V menyampaikan bahwa keberadaan rusunawa tidak semestinya dipandang sebagai titik akhir perjalanan hunian masyarakat. Rusunawa dapat menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan kehidupan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang pada saat ini membutuhkan hunian sewa dengan harga yang terjangkau.

“Kami ingin membangun pemahaman bahwa rusunawa bukanlah akhir dari perjalanan hunian warga. Rusunawa dapat menjadi titik awal. Ketika kondisi ekonomi masyarakat berkembang dan mereka sudah memiliki kemampuan serta kesiapan untuk membeli rumah, mereka memiliki pilihan untuk melanjutkan housing career menuju hunian milik,” ujar Kepala UPRS V.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat idealnya diikuti dengan tersedianya pilihan hunian yang sesuai dengan perkembangan kemampuan ekonomi setiap keluarga.

“Dari masyarakat yang tadinya membutuhkan hunian sewa, kita berharap mereka berkembang menjadi masyarakat yang mampu membeli hunian. Inilah yang kami maksud dengan housing career: ada perjalanan dari menyewa, meningkatkan kemampuan ekonomi, kemudian memiliki rumah sendiri,” tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, penghuni mendapatkan informasi mengenai Hunian Terjangkau Milik (HTM) serta Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) sebagai salah satu fasilitas pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  HUT RI ke-81 di Grogol Petamburan Meriah, Jajaran Kecamatan hingga UKPD Ikuti Beragam Lomba

Informasi yang diberikan mencakup antara lain konsep Hunian Terjangkau Milik, mekanisme pembiayaan, persyaratan calon penerima manfaat, proses pengajuan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh masyarakat yang memiliki keinginan untuk beralih dari hunian sewa menuju hunian milik.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada penghuni bahwa ketika suatu saat kondisi ekonomi mereka meningkat dan telah memiliki kesiapan untuk membeli rumah, tersedia pilihan hunian yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan kemampuan dan ketentuan program.

Dengan demikian, penghuni rusunawa tidak hanya memperoleh informasi mengenai tempat tinggal yang mereka tempati saat ini, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai perencanaan hunian untuk masa depan.

Untuk memberikan informasi yang lebih lengkap, kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber dari berbagai unsur yang berkaitan dengan penyediaan, pembiayaan, dan pengelolaan informasi perumahan.

Narasumber terdiri dari:

– Perwakilan Unit Pengelola Dana Perumahan (UPDP);
– Perwakilan PT Bank DKI;
– Perwakilan PT Sarana Jaya; dan
– Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Kehadiran berbagai narasumber tersebut memberikan kesempatan kepada penghuni untuk memperoleh informasi secara langsung dari pihak-pihak yang memiliki peran dalam ekosistem perumahan, mulai dari kebijakan dan fasilitas pembiayaan, lembaga perbankan, penyediaan hunian, hingga data dan informasi perumahan.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena penyediaan hunian terjangkau tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, pengembang, pengelola data dan informasi, serta masyarakat sebagai penerima manfaat.

Konsep housing career yang diperkenalkan melalui kegiatan ini pada dasarnya menempatkan masyarakat sebagai subjek yang memiliki perjalanan hunian sesuai dengan perkembangan kehidupannya.

Pada satu tahap, masyarakat membutuhkan hunian sewa karena keterbatasan kemampuan ekonomi. Dalam perjalanan waktu, melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan, sebagian masyarakat dapat mencapai tahap di mana mereka memiliki kemampuan untuk membeli hunian.

Baca Juga :  Silaturahmi Kelurahan Papanggo Pererat Sinergi Bersama Media Online

Pada tahap tersebut, masyarakat membutuhkan informasi, akses pembiayaan, dan pilihan hunian yang sesuai dengan kemampuan mereka.

“Kami berharap warga mulai memikirkan housing career masing-masing. Hari ini mungkin tinggal di rusunawa adalah pilihan yang paling sesuai. Tetapi lima atau sepuluh tahun ke depan, kondisi ekonomi keluarga bisa berubah. Kalau sudah siap, mereka mempunyai pilihan untuk memiliki hunian sendiri,” kata Kepala UPRS V.

Konsep tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi keberlanjutan pengelolaan rusunawa. Ketika penghuni yang kondisi ekonominya telah meningkat memiliki kesempatan untuk beralih ke hunian milik, maka pada waktunya dapat tersedia ruang bagi masyarakat lain yang lebih membutuhkan hunian sewa.

Dengan demikian, housing career bukan hanya mengenai perpindahan tempat tinggal, tetapi merupakan sebuah perjalanan sosial dan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hunian sesuai dengan tahap kehidupannya.

UPRS V berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman baru kepada penghuni Rusunawa Pesakih bahwa kebutuhan hunian dapat direncanakan secara bertahap.

Rusunawa memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh tempat tinggal yang layak dan terjangkau. Sementara itu, ketika kemampuan ekonomi telah berkembang, Hunian Terjangkau Milik melalui FPPR dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan dan ketentuan program.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya bagaimana warga dapat tinggal dengan nyaman di rusunawa, tetapi juga bagaimana mereka dapat berkembang. Kalau suatu hari seorang penghuni rusunawa sudah mampu membeli rumah sendiri, itu merupakan bagian dari perjalanan kehidupan yang harus kita dukung dengan informasi dan pilihan yang tepat,” pungkas Kepala UPRS V.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti kurang lebih 100 penghuni Rusunawa Pesakih tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pilihan hunian dan pembiayaan perumahan.

UPRS V akan terus mendorong kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada penghuni rusunawa agar masyarakat memperoleh informasi yang memadai mengenai berbagai pilihan perumahan, baik hunian sewa maupun hunian milik, sehingga setiap keluarga dapat merencanakan housing career sesuai dengan perkembangan kondisi sosial dan ekonominya.

Berita Terkait

Keterbukaan Informasi Dipertanyakan, Forum Jurnalis Soroti Kinerja Kasudin SDA dan Bina Marga Jakarta Barat
Warga Jatipulo Resah, Pembangunan Inrit Tanpa Izin Diduga akan Disewakan
Pelayanan ATR/BPN Jakarta Utara Dinilai Memuaskan, Pemohon Apresiasi Petugas yang Responsif
Sampah Menumpuk Lama, Kasudin LH Jakbar Langsung Bertindak
2.612 Keluarga Rusun Didorong Pilah Sampah dari Hunian, UPRS V Tekan Penumpukan dan Residu
Muhammad Ali Buka Pintu Solusi, Warga Rusun Daan Mogot Tak Perlu Resah
Proyek APBD Rp5,5 Miliar di Pademangan Timur Jadi Sorotan, Puing Berserakan dan K3 Dipertanyakan
Penataan Parkir di CNI Kembangan Jakbar Sementara Ditunda, Pasca Berdiskusi dengan Perwakilan Masyarakat: Kita Bakal Cari Solusi!

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:25 WIB

Sosialisasi Hunian Dorong Housing Career Masyarakat Dari Hunian Sewa Menuju Kemampuan Memiliki Hunian

Selasa, 15 September 2026 - 23:03 WIB

Keterbukaan Informasi Dipertanyakan, Forum Jurnalis Soroti Kinerja Kasudin SDA dan Bina Marga Jakarta Barat

Selasa, 15 September 2026 - 21:36 WIB

Warga Jatipulo Resah, Pembangunan Inrit Tanpa Izin Diduga akan Disewakan

Selasa, 15 September 2026 - 16:58 WIB

Pelayanan ATR/BPN Jakarta Utara Dinilai Memuaskan, Pemohon Apresiasi Petugas yang Responsif

Selasa, 15 September 2026 - 15:50 WIB

Sampah Menumpuk Lama, Kasudin LH Jakbar Langsung Bertindak

Berita Terbaru