JAKARTA, suararealitas.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat terus mendorong peningkatan kesadaran hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi melalui sosialisasi Gerakan Kampus Sehat Jakarta Barat dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Goes To Campus yang berlangsung di Ruang Wijaya Kusuma, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (2/6).
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama sejumlah perwakilan perguruan tinggi di wilayah Jakarta Barat.
Hadir dalam kegiatan itu Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Jakarta Barat, Depika Romadi, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, serta perwakilan kampus seperti Universitas Trisakti, Universitas Tarumanagara (Untar), Universitas Esa Unggul dan Universitas Mercu Buana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asisten Adkesra Jakarta Barat, Depika Romadi menuturkan, bahwa program CKG Goes To Campus menjadi salah satu langkah kolaboratif pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan mahasiswa maupun civitas akademika.
Menurutnya, peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Karena itu, sinergi dengan institusi pendidikan tinggi dinilai penting untuk membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi kesehatannya.
“Melalui Gerakan Kampus Sehat dan program Cek Kesehatan Gratis Goes To Campus, kami ingin memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi guna melahirkan generasi yang sehat, produktif, serta memiliki kesadaran menjaga kesehatan,” ujar Depika.
Ia menjelaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan aktif dari pimpinan perguruan tinggi, termasuk dalam mendorong partisipasi mahasiswa, dosen hingga tenaga kependidikan agar memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan.
Selain itu, konsep kampus sehat diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan seremonial, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan maupun program internal kampus secara berkelanjutan.
“Hasil pemeriksaan kesehatan diharapkan menjadi pintu masuk bagi peserta untuk melakukan pemeriksaan lanjutan atau mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan yang tersedia. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan secara berkesinambungan,” katanya.
Depika juga mengajak seluruh perguruan tinggi di Jakarta Barat untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut.
Dengan dukungan berbagai pihak, ia berharap Jakarta Barat mampu menjadi salah satu wilayah percontohan pengembangan kampus sehat di DKI Jakarta, khususnya dalam membangun budaya sadar kesehatan di lingkungan mahasiswa dan civitas akademika.




































