Pimpinan Pondok Pesantren PTQ Al Azhaar Ummu Suwanah, Diduga Mencabuli Beberapa Siswa

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Lokasi Pondok Pesantren yang Diduga melakukan Tidak Pidana Pencabulan

Foto Lokasi Pondok Pesantren yang Diduga melakukan Tidak Pidana Pencabulan

KOTA TANGERANG, Suararealitas.co – Pimpinan Pondok Pesantren Dr. K.H. Ali Sodikin Abdullah, Lc., M.Pd yang diduga sudah melakukan tindakan tak bermoral halnya pencabulan di bawah umur terhadap beberapa siswa didik Pondok Pesantren PTQ Al Azhaar Ummu Suwanah I dan II Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

Beberapa Siswa Didik Pondok Pesantren sudah mengadukan dugaan tindakan yang tidak bermoral kepada kuasa hukum, agar mendapatkan perlindungan hukum untuk siswa didik dari kantor hukum Yanto Nelson Nalle SH, MH Lawfirm (YNN – LawFirm) di Ruko Ayodhya Square Blok A no 3, jln MH Thamrin Cikokol, Kel Kelapa Indah, Kec Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Jumat, (27/02/2026).

Dalam pengaduan tersebut M.F mengatakan, “Pada bulan November di hari Jumat saya di minta untuk memijat nya, selesai belajar saya memijat nya, lalu si pelaku meminta untuk memegang alat kelamin si pelaku hingga keluar cairan dari alat vital si pelaku, lalu si pelaku meminta kepada saya untuk menunjukkan alat vital saya, lalu si pelaku memegang alat kelamin saya, itu terjadi sudah tiga kali,” Ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diwaktu yang sama M.A pun mengatakan, “Waktu kejadian tahun 2022 akhir, waktu itu saya di panggil pelaku untuk memijat, setelah beberapa waktu pelaku bilang ingin menerapi kesuburan, dan pelaku memegang kemaluan saya, dan kejadian berikut nya pun hampir sama pelaku memanggil saya untuk memijat, dan kemaluan saya di Pegang-pegang, dan sampai kejadian berikut nya pelaku memanggil saya untuk memijat, dan di suruh Oral, punya pelaku sampai di adu kemaluan saya, dan kejadian itu pelaku sering di alami oleh saya.

Baca Juga :  Harga Gabah Anjlok di Jogja, Titiek Soeharto Semprot Bulog Harga Rp5500

Waktu kejadian ke beberapa kali nya sampai di Sodomi, saya di perlakukan Sodomi sekali, terakhir kejadian ketika saya di suruh ke Rangkas Bitung pelaku di situ saya diperlakukan Oral, dan di adu kemaluan oleh pelaku.

Ketika saya di Demak Jawa Tengah saya di chat oleh pelaku, pelaku meminta saya untuk mengirim video bugil, dan meminta foto kemaluan, dan pusar saya,” Ucapnya.

Selajutnya di waktu, dan tempat yang bersamaan A.M pun mengungkapkan yang di alaminya dugaan pencabulan oleh si pelaku, “Saya selaku korban menerangkan sudah 4 kali telah terjadi tindak pidana pencabulan yang di lakukan oleh  sipelaku, yang merupakan sebagai pimpinan Pondok Pesantren tempat saya menuntut ilmu terhadap diri saya pada tahun 2025,” Terangnya.

1. Kejadian pertama.
Pada hari Jumat tanggal 10 Januari 2025, sekitar sebelum Subuh bertempat di Kuningan, pelaku menawarkan saya untuk memijat dengan alasan karena saya sedang tidak enak badan, setelah selesai memijat pelaku melakukan perbuatan cabul dengan cara merayu, dan memegang kemaluan saya, membuka sarung serta celana dalam saya kemudian mengocok kemaluan saya hingga mengeluarkan sperma, dengan alasan menguji kesuburan, dan kewalitas sperma saya, setelah kejadian tersebut saya di suruh mandi, dan melaksanakan sholat subuh.

2. Kejadian kedua
Pada tanggal 22 Januari 2025, malam hari bertempat di Rangkas Bitung, pelaku meminta saya memijat tubuhnya sebelum tidur, saat sedang memijat pelaku meraba tangan saya, dan kemudian memegang kemaluan saya tindakan yang dilakukan sama seperti pada kejadian pertama, setelah itu saya diminta tidur bersama pelaku hingga subuh, lalu disuruh mandi dan melaksanakan sholat subuh.

Baca Juga :  Perbedaan Kronologi Jadi Sorotan dalam Kasus Guru SMPN 23

3. Kejadian ketiga
Pada tanggal 23 September 2025, siang hari menjelang sholat ashar bertempat di pondok cabang II milik pelaku saya diminta memijat terafi, setelah itu pelaku kembali melakukan perbuatan Cabul dengan merayu, dan memegang kemaluan saya serta melakukan tindakan Oral terhadap kemaluan saya, setelah kejadian tersebut saya disuruh mandi dan lokasi melaksanakan sholat ashar.

4. Kejadian keempat
Pada tanggal 14 Oktober 2025, malam hari bertempat di kantor yayasan pelaku yang saat itu sedang sakit meminta saya memijat tulang belakang nya, selanjutnya pelaku melakukan perbuatan Cabul seperti pada kejadian  yang sebelumnya termasuk tindakan Oral terhadap kemaluan saya setelah itu saya diminta menemani tidur hingga sekitar jam 03:00 WIB, kemudian mengantar nya kerumah.

“Demikian kronologi kejadian ini saya buat dengan Sebenar-benarnya, dan tampa paksaan dari pihak manapun untuk dipergunakan sebagaimana mestinya,” Jelasnya.

Perlakukan tidak bermoral tersebut yang sudah melakukan pencabulan terhadap siswa didik Pondok Pesantren dibawah umur sudah termasuk tindakan pidana dalam perlindungan anak

Awak Media mencoba menghubungi Atho Allah Ahmad sebagai pengurus dan Kepala Sekolah Pondok Pesantren.

“pimpinan Pondok Pesantren PTQ Al Azhaar Ummu Sumanah I dan II sedang tidak ada di lokasi Pondok Pesantren.” Ucapnya melalu pesan singkat Whatsapp

Hingga berita ini diterbitkan, suararealitas.co tengah mencoba melakukan konfirmasi kepada sumber yang terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Berita Terkait

Program MBG di Jakbar Tembus Puluhan Ribu Penerima, Sudin Pendidikan Targetkan Naik 30 Persen
VCI 2026 HighScope Indonesia: Siswa SMK–SMA Adu Strategi Bisnis, Penerima KJP Bersinar
Ujian Terakhir di Bawah Tekanan: Dugaan Pemaksaan Mundur Siswa SMKN 2 Kabupaten Tangerang
Semarak Ramadhan Ceria Berkah, Siswa SD Gugus II Kalideres Unjuk Bakat Islami
KCD Bantah Ada Pemberhentian, Orang Tua Siswa Ungkap Fakta Didatangi Pihak Sekolah dan Diminta Klarifikasi
Hak Pendidikan Terancam: Siswa SMKN 2 Kabupaten Tangerang Diduga Dipaksa Mengundurkan Diri
FEB UPN Veteran Jawa Timur Gelar Tasyakuran Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen dan Sambut Guru Besar Baru
Peringati Isra Mi’raj, SDN 09 KalideresTanamkan Nilai Sholat Tepat Waktu Sejak Dini

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:22 WIB

Pimpinan Pondok Pesantren PTQ Al Azhaar Ummu Suwanah, Diduga Mencabuli Beberapa Siswa

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:57 WIB

Program MBG di Jakbar Tembus Puluhan Ribu Penerima, Sudin Pendidikan Targetkan Naik 30 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:16 WIB

VCI 2026 HighScope Indonesia: Siswa SMK–SMA Adu Strategi Bisnis, Penerima KJP Bersinar

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:03 WIB

Ujian Terakhir di Bawah Tekanan: Dugaan Pemaksaan Mundur Siswa SMKN 2 Kabupaten Tangerang

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:26 WIB

Semarak Ramadhan Ceria Berkah, Siswa SD Gugus II Kalideres Unjuk Bakat Islami

Berita Terbaru

POTRET - gerai Xiaomi di Islamic Centre terpasang stiker penunggak pajak dan diduga tak kantongi izin penyelenggara reklame serta tayangan merek tetang tayang. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/Za).

Megapolitan

Aneh! Walau Ada “Koyo Merah”, Reklame HP Tetap Tayang

Minggu, 1 Mar 2026 - 12:56 WIB

Berita Aktual

HUT ke-33, Kritik Pedas Mahasiswa Tak Terbendung

Minggu, 1 Mar 2026 - 01:59 WIB