Diduga Libatkan Oknum Berseragam, Penjualan Obat Keras di Jakarta Timur Jadi Sorotan

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Timur, suararealitas.co – Peredaran obat keras terbatas tanpa resep dokter kembali menjadi sorotan di kawasan Pisangan, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Aktivitas yang diduga ilegal tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi dari warga, terdapat dugaan praktik penjualan obat keras jenis tertentu, termasuk tramadol, yang dilakukan secara terselubung di salah satu lokasi di wilayah tersebut.

Transaksi disebut berlangsung relatif bebas tanpa pengawasan ketat, padahal obat tersebut tergolong obat keras yang seharusnya hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga mengaku telah lama mencurigai adanya aktivitas tersebut. Namun, waktu pasti dimulainya praktik itu belum dapat dipastikan.

Baca Juga :  AKP Pardiman Disebut Ditangkap Bareskrim, Kapolres Tangsel: Hanya Saksi dan Tak Terlibat

“Sudah lama ada aktivitas mencurigakan. Kami takut dampaknya ke anak-anak muda di sini,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Selain dugaan keterlibatan penjual dan pembeli, beredar kabar adanya oknum berseragam aktif yang diduga mengetahui atau bahkan membekingi praktik tersebut. Meski demikian, informasi itu hingga kini masih sebatas dugaan dan belum disertai klarifikasi resmi dari instansi terkait.

Peredaran obat keras ilegal menjadi perhatian serius karena dikhawatirkan dapat merusak generasi muda serta memicu tindak kriminalitas di lingkungan sekitar.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk menertibkan peredaran obat keras ilegal. Pemprov DKI telah mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna melakukan penertiban terhadap pedagang yang menjual tramadol secara ilegal.

Baca Juga :  Dugaan Maladministrasi Perangkat Desa di Jepara, Kades Rajekwesi Dilaporkan ke Ombudsman Jateng

Gubernur DKI Jakarta juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, termasuk dengan BPOM dan kepolisian, agar penanganan peredaran obat keras dapat dilakukan secara efektif dan menyeluruh. Penindakan terhadap tempat usaha dan lokasi penjualan menjadi prioritas, sementara proses hukum terhadap pengedar merupakan kewenangan aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan oknum berseragam dalam kasus tersebut. Warga berharap aparat segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum tanpa pandang bulu.

Berita Terkait

Mentan Sebut Penindakan Mafia Pangan Terus Berjalan, 39 Tersangka Telah Ditetapkan
Polres Cirebon Kota Gelar Razia Tempat Hiburan Malam, Minuman Beralkohol Disita
KPK: Pemanggilan Menhut Raja Juli Antoni Bergantung Kebutuhan Penyidikan
Fadil Imran: Tidak Ada Indikasi Gangguan Kamtibmas Meski Sejumlah Mal Pasang Pagar
Empat Tersangka Korupsi Asuransi Perkapalan PT Pelni Resmi Ditahan KPK
Sidang Gugatan Dugaan Penguasaan Aset Rp18 Miliar Bergulir, Tiga Tergugat Mangkir dari PN Jakarta Selatan
Mentan Klaim Kantongi Bukti Laboratorium, Dugaan Mafia Beras Fortifikasi Dijual Hingga Rp 42.000
Satu Saksi Mangkir, Kejagung Perkuat Pembuktian Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Mentan Sebut Penindakan Mafia Pangan Terus Berjalan, 39 Tersangka Telah Ditetapkan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Polres Cirebon Kota Gelar Razia Tempat Hiburan Malam, Minuman Beralkohol Disita

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:13 WIB

KPK: Pemanggilan Menhut Raja Juli Antoni Bergantung Kebutuhan Penyidikan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Fadil Imran: Tidak Ada Indikasi Gangguan Kamtibmas Meski Sejumlah Mal Pasang Pagar

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:32 WIB

Empat Tersangka Korupsi Asuransi Perkapalan PT Pelni Resmi Ditahan KPK

Berita Terbaru