CIGUDEG, Suararealitas.co – Jembatan di Kampung Rengganis, Desa Cintamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor bagian barat, ambruk pada Sabtu malam (17/4/2026). Jembatan yang sudah menua itu patah di bagian tengah, sehingga tidak bisa dilalui warga. Akibatnya, roda perekonomian lumpuh, anak-anak sekolah dan warga yang hendak ke rumah sakit maupun pasar terpaksa menyeberangi sungai.
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhendi, akrab disapa Jaro Ade, turun langsung meninjau lokasi pada Sabtu (18/4/2026). Ia didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin (Jaro Peloy/PKB), Kapolsek Cigudeg AKP Budi Sehabudin, Danramil 0621-18/Cigudeg Kapten Caj M. Machduro, serta Kepala Desa Cintamanik Jamaludin. Kehadiran rombongan disambut antusias warga, Karang Taruna desa dan kecamatan, serta Forum Komunikasi Jurnalis Bumi Putra (FKJBP) Bogor Barat.
“Alhamdulillah hari ini saya bisa melihat langsung jembatan yang putus. Ini dampak dari banjir dan hujan, ditambah usia jembatan yang sudah tua sejak dibangun almarhum Kades Sanip,” ujar Jaro Ade. Ia menekankan pentingnya gotong royong warga dalam membuat jembatan darurat sementara, sembari menunggu kajian teknis dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Cigudeg bersama BPBD Kabupaten Bogor telah meninjau lokasi dan menyediakan jalur darurat menggunakan batang kelapa milik warga. Meski demikian, solusi sementara ini dinilai belum memadai untuk mobilitas harian ratusan kepala keluarga.
Jaro Ade juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan sungai yang kerap digunakan anak-anak. “Tolong jangan membuang sampah sembarangan,” pesannya.
Kepala Desa Cintamanik, Jamaludin, menegaskan bahwa usulan perbaikan jembatan sudah berulang kali disampaikan ke pihak kecamatan dan dinas terkait, namun belum ada realisasi. Ia berharap pembangunan jembatan segera masuk program APBD, sebagaimana desa lain yang telah mendapatkan jembatan Rawayan dari pemerintah daerah.
Bagi warga Desa Cintamanik, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan nadi kehidupan desa. Tanpa jembatan layak, akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi terputus. Warga kini menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Bogor agar pembangunan segera direalisasikan.




































