Viral Dicintai Warga, Ini 3 Hal yang Dilakukan Iptu Rudi Selama Jabat Kapolsek Ujung Loe

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararealitas.co ||Kisah Kapolsek Ujung Loe Iptu Rudi Adri Purwanto di-prank hingga dirayakan ulang tahunnya oleh warga, viral di media sosial dan mendapat apresiasi dari pimpinan Polri. Iptu Rudi yang ditugasi berbagi pengalaman dengan peserta didik Sekolah Inspektur Polisi (SIP), menekankan tiga hal yang dilakukannya selama menjabat Kapolsek Ujung Loe.

Awalnya Iptu Rudi enggan mengklaim dirinya polisi humanis. Dia mengatakan latar belakang di reserse membentuk dirinya menjadi keras.

“Sebetulnya saya bukan orang yang humanis, gampang dipengaruhi. Kami sebetulnya dari orang (reserse) jatanras, orang (reserse) narkotika,” kata Iptu Rudi di hadapan para peserta didik SIP di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), dilihat dari video yang diterima detikcom pada Selasa (25/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu bagaimana cara Iptu Rudi mendapatkan kepercayaan hingga rasa sayang masyarakat? Pertama dia mengatakan sebagai kapolsek, dia selalu memaksimalkan kehadiran di tengah anggota lewat apel pagi. Dia mewajibkan diri untuk selalu mengambil apel pagi sebagai momen menyapa, memotivasi, mengingatkan dan mengarahkan anggota agar bekerja profesional.

“Pagi jam 07.30 saya ambil apel. Saya pasti pimpin apel pagi kecuali ada kegiatan yang memang mengharuskan saya ke polres,” ucap Iptu Rudi.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Lepas 250 Ojol Kamtibmas untuk Hadiri Apel di Monas

Kedua, pun pada kegiatan kemasyarakatan dan antar-instansi Iptu Rudi mewajibkan dirinya hadir. Iptu Rudi menekankan keberhasilan tugas polisi ditunjang oleh kepercayaan masyarakat serta stakeholders setempat.

“Semua kegiatan kejadian kami wajib hadir di lokasi. Keberhasilan kita ditunjang adanya kepercayaan masyarakat. Bagaimana kita bisa dipercaya masyarakat? Yang pertama rajin berkunjung,” jelas Iptu Rudi.

Iptu Rudi menyampaikan rajin berkunjung tak cukup jika tak ada inisiatif ‘belanja’ masalah dan ‘jemput bola’ untuk menyelesaikan masalah. Dia menjelaskan kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pun ditangani dirinya, meski tindaklanjutnya dengan berkoordinasi ke pihak puskesman dan dinas sosial setempat.

“Saya harap rekan-rekan aktif jemput bola. Sampai penanganan ODGJ kami juga turun di lapangan,” ujar Iptu Rudi.

Ketiga, Iptu Rudi tak hanya mengontrol atau mengawasi kinerja anggota, tetapi juga melakukan pendekatan pembinaan. Dia berprinsip kesalahan anggota adalah kesalahan pimpinan.

“Kepada anggota kita lakukan pembinaan, kontrol. Apapun yang anggota lakukan itu kesalahan di pimpinan. Bantu dan dampingi anggota kita. Saya biasa diperiksa (Propam) karena anggota (dinilai salah) dan saya tanggung jawab,” tegas Iptu Rudi.

Di sisi lain, dia pun mengontrol diri untuk tidak menggunakan fasilitas dinas demi kepentingan pribadi. Dia mencontohkan semisal penggunaan mobil patroli.

Baca Juga :  Polisi Terjunkan 1.295 Personel Gabungan Layani Laga Persija vs Bhayangkara Presisi di GBK

“Saya tidak pernah memakai mobil patroli untuk kegiatan saya sehari-hari. Mobil dinas digunakan untuk datangi TKP, untuk melayani masyarakat,” pungkas dia.

Pada kesempatan berbeda, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan benteng pertama Polri adalah para perwira yang bertugas di kewilayahan, terutama di bidang pelayanan publik. Mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Komjen Dedi berterima kasih kepada seluruh perwira Polri di garis terdepan yang telah bekerja sesuai dengan harapan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh perwira yang menjadi garda terdepan pelayanan dengan tulus, semangat dan pengabdian,” tutur Komjen Dedi.

Di sisi lain, Komjen Dedi menerangkan Polri melalui Staf Sumber Daya Manusia (SSDM), terus berupaya memperkuat kualitas kepemimpinan lapangan. Hal ini menjadi prioritas penting dalam akselerasi transformasi Polri.

“Assessment digunakan sebagai peta pembinaan untuk memperkuat kemampuan perwira agar semakin responsif dan mampu membangun kedekatan yang konstruktif dengan masyarakat. Bukan untuk melemahkan moral personel,” terang Komjen Dedi.

Ia menyebut Polri membutuhkan pemimpin-pemimpin wilayah yang halus dalam pendekatan sosial dan komunikasi publik, bukan hanya kuat secara taktis.

Berita Terkait

Kemendagri: Pemimpin Berintegritas Tidak Melanggar Sumpah Jabatan
Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
Segel Dicopot, Pembangunan Lapangan Padel Ilegal di Kalideres Kembali Berjalan, Pengusaha Terancam Pidana
Usai Banjir Terjang Gobang Rumpin, Wabub Bogor Pastikan Perbaikan Jembatan Dipercepat
Sahabat Kehidupan Serahkan Donasi, Bersama Bhabinkamtibmas Polsek Karawaci
Akibat Hujan Deras, Bogor Barat Di Landa Banjir Cibatok-Cibungbulang Titik Terparah
Baru Diresmikan, Jembatan Penghubung di Rumpin Bogor Ambruk Diterjang Banjir
Personel Kodim 1710/Mimika Berpartisipasi Aktif dalam Seleksi Paskibraka 2026

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 18:50 WIB

Kemendagri: Pemimpin Berintegritas Tidak Melanggar Sumpah Jabatan

Jumat, 17 April 2026 - 16:31 WIB

Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 15:45 WIB

Segel Dicopot, Pembangunan Lapangan Padel Ilegal di Kalideres Kembali Berjalan, Pengusaha Terancam Pidana

Jumat, 17 April 2026 - 14:51 WIB

Usai Banjir Terjang Gobang Rumpin, Wabub Bogor Pastikan Perbaikan Jembatan Dipercepat

Jumat, 17 April 2026 - 12:43 WIB

Sahabat Kehidupan Serahkan Donasi, Bersama Bhabinkamtibmas Polsek Karawaci

Berita Terbaru

Berita Aktual

Kemendagri: Pemimpin Berintegritas Tidak Melanggar Sumpah Jabatan

Jumat, 17 Apr 2026 - 18:50 WIB