Kampung Bahari: Antara Sejarah Maritim dan Pertempuran Melawan Narkoba

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permukiman Kampung Bahari: Sejarah Kemaritiman hingga jadi sarang peredaran narkotika. (Foto: suararealitas.co).

Permukiman Kampung Bahari: Sejarah Kemaritiman hingga jadi sarang peredaran narkotika. (Foto: suararealitas.co).

JAKARTA, suararealitas.co – Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah yang berkembang seiring dengan pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir abad ke-19.

Namun, di balik catatan sejarahnya sebagai pusat permukiman maritim, kini nama Kampung Bahari lebih sering terdengar dalam konteks yang suram: sarang peredaran narkoba.

Kampung Bahari dulunya merupakan pemukiman para pekerja pelabuhan, nelayan, serta buruh angkut yang tinggal dekat dermaga untuk mempermudah akses ke tempat kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kawasan ini tumbuh pesat pada masa kolonial Belanda ketika Pelabuhan Tanjung Priok dibangun sebagai pintu masuk utama ke Batavia.

Bahkan, infrastruktur pelabuhan membawa dampak ekonomi dan sosial yang besar bagi warga lokal.

Baca Juga :  Parkir Rp10 Ribu di Puri Kembangan Viral, Sudishub Jakbar Tegur Keras Juru Parkir

Seiring berjalannya waktu, geliat ekonomi di kawasan ini justru menurun. Minimnya perhatian terhadap peremajaan kawasan permukiman serta lemahnya pengawasan keamanan membuka celah bagi aktivitas ilegal, termasuk peredaran narkoba.

Beberapa tahun terakhir, aparat kepolisian telah berkali-kali melakukan penggerebekan di Kampung Bahari. Lokasi ini dikenal dengan banyaknya “lorong tikus” dan jalur sempit yang mempersulit penindakan.

Dalam beberapa kasus, aparat harus masuk dengan perlindungan penuh karena adanya perlawanan dari jaringan pengedar yang terorganisir.

Kampung Bahari kini menjadi salah satu “zona merah” peredaran narkotika di ibu kota. Ini bukan hanya soal penindakan, tapi juga pemulihan sosial. Banyak anak muda di kawasan ini menjadi korban, bukan hanya pelaku.

Baca Juga :  Sejumlah Jurnalis Dimintai Keterangan Polisi, Untuk Saksi Kekerasan Jurnalis

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat penegak hukum dan lembaga rehabilitasi kini tengah menyusun rencana terpadu untuk memulihkan citra Kampung Bahari.

Fokusnya tidak hanya pada penggerebekan dan penegakan hukum, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, pelatihan kerja, dan perbaikan infrastruktur.

Para tokoh masyarakat berharap, sejarah panjang Kampung Bahari sebagai bagian penting dari pembangunan pelabuhan dan maritim nasional bisa menjadi modal untuk membangun kembali jati diri kawasan ini.

“Kita tidak ingin Kampung Bahari hanya dikenal karena narkoba. Harus ada harapan baru,” kata seorang warga setempat.

Berita Terkait

Kasus Dugaan Investasi Batu Bara Rp900 Juta, Oknum Jaksa Jambi Resmi Dilaporkan ke Polisi
Aksi Cepat Polisi Gagalkan Komplotan Pengganjal ATM di Pamulang, Tiga Pelaku Ditangkap
Empat Tersangka Korupsi Asuransi Perkapalan PT Pelni Resmi Ditahan KPK
Sidang Gugatan Dugaan Penguasaan Aset Rp18 Miliar Bergulir, Tiga Tergugat Mangkir dari PN Jakarta Selatan
Mentan Klaim Kantongi Bukti Laboratorium, Dugaan Mafia Beras Fortifikasi Dijual Hingga Rp 42.000
Satu Saksi Mangkir, Kejagung Perkuat Pembuktian Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Gubernur Jateng Prihatin Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Tegaskan Dukung Proses Hukum
KPK Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Sita Uang Lebih dari Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:31 WIB

Kasus Dugaan Investasi Batu Bara Rp900 Juta, Oknum Jaksa Jambi Resmi Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:52 WIB

Aksi Cepat Polisi Gagalkan Komplotan Pengganjal ATM di Pamulang, Tiga Pelaku Ditangkap

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:32 WIB

Empat Tersangka Korupsi Asuransi Perkapalan PT Pelni Resmi Ditahan KPK

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:13 WIB

Sidang Gugatan Dugaan Penguasaan Aset Rp18 Miliar Bergulir, Tiga Tergugat Mangkir dari PN Jakarta Selatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Mentan Klaim Kantongi Bukti Laboratorium, Dugaan Mafia Beras Fortifikasi Dijual Hingga Rp 42.000

Berita Terbaru