Banjarbaru, Suararealitas.co – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, optimis penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan dapat berjalan dengan baik.
“Saya merasa optimis bahwa ini bisa dikerahkan karena semua dukungan, saya kira tidak ada kesulitan. Api juga sudah dikenal,” ujar Menko Djamari usai meninjau titik karhutla di Posko Pengayuan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa upaya penanganan terus dilakukan melalui operasi darat, pengintaian, serta persiapan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang akan segera dilaksanakan jika kondisi memungkinkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekarang operasi pengintaian terus dilakukan, bahkan operasi modifikasi cuaca juga sudah disiapkan dan tinggal menunggu kondisi yang memungkinkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, OMC dapat segera dilakukan pada sore hari apabila kondisi cuaca mendukung. Namun, jika kondisi lebih memungkinkan pada malam hari, pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan pihak bandara agar penerbangan tetap dapat dilakukan.
“Modifikasi cuaca sangat penting, karena dengan hujan buatan itu bisa segera menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya.
Menko Djamari juga menekankan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak media untuk turut mengedukasi publik agar lebih peduli terhadap isu lingkungan.
“Ini adalah pekerjaan kita bersama. Saya minta rekan-rekan pers mengajak masyarakat agar peduli terhadap persoalan ini. Ini peduli lingkungan, kalau bicara soal lingkungan, ada keselamatan manusia,” katanya.
Ia mengingatkan agar tidak ada lagi sikap abai terhadap lingkungan dengan alasan kepemilikan lahan atau ketidakterlibatan dalam persoalan tersebut. Menurutnya, karhutla merupakan kepentingan bersama yang harus ditangani secara kolektif.
Seluruh unsur terkait, termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana), instansi kehutanan, serta berbagai kekuatan lainnya, diminta untuk terus bersinergi dalam penanganan karhutla.
Terkait keselamatan petugas di lapangan, Menko Polkam menegaskan bahwa aspek tersebut harus menjadi prioritas utama. Ia meminta pimpinan di lapangan untuk memastikan setiap langkah operasional dilakukan dengan memperhatikan kondisi api, arah angin, serta faktor teknis lainnya.
“Dikendalikan betul oleh pimpinan, jangan dilepas begitu saja. Intinya, jangan sampai ada korban,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menegaskan bahwa penanganan karhutla melalui operasi udara terus dioptimalkan sebagai bagian dari upaya terpadu pemerintah. Menurutnya, operasi udara dilaksanakan secara terukur dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar penanganan dapat berjalan lebih efektif.
“Water bombing bukan untuk memadamkan api yang sudah sangat luas, tetapi untuk menangani titik-titik api agar tidak berkembang semakin besar. Karena itu, operasi modifikasi cuaca juga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanganan karhutla,” ujar Budi Irawan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, juga menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Kalimantan Selatan terus mendapat dukungan dari berbagai unsur, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun instansi terkait lainnya. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat respons di lapangan.
“Alhamdulillah, semua unsur dari berbagai lini bekerja dan bersinergi bersama kami sehingga kami selalu mendapat dukungan,” ujarnya.



































