Jakarta, Suararealitas.co.
Dua hari belajar dari rumah akibat kewaspadaan terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau akhirnya berakhir. SDN 09 Pagi Kalideres kembali membuka pintu sekolah dan menggelar pembelajaran tatap muka.
Suasana sekolah kembali ramai. Siswa yang sebelumnya mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kini kembali duduk di bangku kelas dan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan kembali ke sekolah menjadi angin segar bagi siswa maupun orang tua. Meski demikian, kewaspadaan terhadap kondisi udara tetap menjadi perhatian, mengingat aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.
Kepala SDN 09 Pagi Kalideres, Hj. Lilis, menegaskan bahwa keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas utama sekolah.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan anak-anak. Setelah dua hari melaksanakan PJJ, hari ini pembelajaran kembali dilakukan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan arahan dari pihak terkait,Guburnur dan Dinas Pendidikan,”ujar Hj.Lilis melalui Pesan WhatsApp.Rabu,( 9 – 9 – 2026 ).
Menurutnya, pihak sekolah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengingatkan seluruh warga sekolah untuk tetap menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.
” Sebagai antisipasi kami lakukan mengintruksikan kepada Pelajar untuk memakai masker,banyak meminum air putih,menutup Jendela dan lubang angin sebagai langkah preventif,hari pertama pembelajaran ini kami tetap berlakukan sesuai jam belajar yang berlaku,dengan berharap kondisi aman dan kondusif bagi semua, ” Ucap nya.
Kembalinya pembelajaran tatap muka juga mendapat respons positif dari orang tua murid. Setelah dua hari mendampingi anak belajar dari rumah, mereka berharap kegiatan sekolah dapat kembali berjalan normal.
Salah seorang orang tua murid mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka membuat anak lebih mudah mengikuti materi yang diberikan guru.
“Kami sebagai orang tua tentu senang anak bisa kembali sekolah. Selama PJJ kami tetap mendampingi belajar di rumah, tetapi belajar langsung dengan guru dan teman-temannya tentu lebih efektif. Yang penting kondisi tetap aman,” ujarnya.
Meski aktivitas belajar kembali normal, sekolah dan orang tua diminta tidak lengah. Kondisi lingkungan dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap perlu dipantau agar keselamatan siswa tidak terabaikan.
Dua hari PJJ menjadi pengingat bahwa keselamatan anak harus berada di atas segala kepentingan. Kini, ketika sekolah kembali dibuka, kewaspadaan tetap menjadi kunci agar proses belajar berjalan aman dan nyaman.


































