Habib Syakur Kritik Hotman Paris, Minta Jangan Kaitkan Prabowo dengan Kasus Febrie Adriansyah

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengkritik pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang mengaitkan proses hukum terhadap Febrie Adriansyah dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai tak ada korelasi antara penetapan tersangka dan marwah atau perizinan Presiden.

“Jangan seret-seret nama Presiden Prabowo untuk membela klien. Tidak ada korelasi antara proses hukum yang dijalani Febrie Adriansyah dengan marwah Presiden. Justru marwah Presiden akan semakin terjaga apabila orang-orang di sekelilingnya bersih dari dugaan korupsi,” kata Habib Syakur dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip detiknews Habib Syakur menilai narasi yang disampaikan Hotman Paris berpotensi menimbulkan persepsi negatif ke pemerintah.

Ia tak ingin justru ada anggapan negara tengah melindungi pihak yang terjerat dengan kasus hukum.

“Kalau ada narasi bahwa penetapan tersangka terhadap Febrie membuat Presiden dipermalukan, justru itu mempertebal kecurigaan publik seolah-olah Presiden melindungi terduga koruptor. Saya yakin itu bukan sikap Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia menegaskan pemberantasan korupsi semestinya dipandang sebagai upaya menjaga integritas pemerintahan, bukan sebagai serangan terhadap kewibawaan Presiden.

Baca Juga :  Sasar Lokasi Keramaian, Tim Patroli Anti Premanisme di Kota Tangerang Amankan 34 orang

Menurut dia, masyarakat akan lebih menghormati Presiden apabila aparat penegak hukum diberi ruang kerja secara profesional tanpa intervensi, termasuk dalam menangani perkara yang melibatkan pejabat tinggi.

“Presiden justru akan dihormati ketika tidak mencampuri proses hukum. Kalau ada pembantu atau orang dekat yang diduga melakukan pelanggaran hukum, biarkan mekanisme hukum berjalan. Itu yang akan memperkuat kepercayaan publik kepada Presiden,” katanya.

Ia pun meminta istana mengklarifikasi kabar yang beredar. Dengan demikian, lanjutnya, kasus Febrie Adriansyah ini menjadi jelas tanpa ada kesan keberatan dari pemerintah.

“Saya meminta Istana segera mengklarifikasi pernyataan Hotman Paris. Jangan sampai muncul kesan bahwa Presiden keberatan dengan proses hukum terhadap siapa pun. Jika Istana memilih diam, publik tentu akan membangun berbagai persepsi sendiri,” ujarnya.

Hotman Bela Febrie
Sebelumnya, Hotman menyebut kasus yang menjerat Febrie saat ini adalah kriminalisasi. Bahkan dia mengaku tak mengharapkan uang dari Febrie, yang merupakan kliennya.

“Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya, mahal. Saya bayarannya supermahal di Indonesia,” ujar Hotman saat memberi pernyataan kepada media di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Jumat (17/7) malam.

Baca Juga :  DLHK Kabupaten Tangerang Laksanakan Peresmian Bank Sampah Unit di Lingkup Pemda

Hotman lalu membeberkan alasannya mau turun tangan membela Febrie.

Dia membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto, yang diakuinya sebagai klien setianya selama puluhan tahun.

“Ingat, saya 25 tahun sebagai pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar beliau, termasuk adiknya Pak Hashim, saya yang pegang. Bahkan waktu beliau Menhan pun saya sering diminta (bantuan hukum) tanpa dibayar,” ungkap Hotman.

Karena itu, dia mengaku merasa miris melihat kondisi Febrie saat ini.

Baginya, Febrie adalah sosok berprestasi yang menjadi kebanggaan Presiden Prabowo karena berhasil menyelamatkan aset negara dalam jumlah fantastis.

“Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo. Dia mendapatkan pengembalian kerugian negara Rp 130 triliun, ditambah Satgas PKH Rp 300 triliun. Total Rp 430 triliun kembali ke negara. Bayangkan, orang yang jadi kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi tanpa pamit sama Presiden,” cetusnya.

Penulis : sa

Berita Terkait

Kolaborasi YPHMI dan Pemkot Jakbar Edukasi Warga Cegah KDRT, TPPO hingga Kekerasan terhadap Anak
Wagub DKI Resmikan KCP Bank Jakarta di Kebayoran Park
Kunjungan Tim Verifikasi Lapangan PROKLIM Lestari di RW 05 Sunter Agung Jadi Momentum Penguatan Aksi Iklim Warga
Gubernur Bersama Ratusan Anak Peringati Hari Anak 2026 di Balai Kota DKI
Pakar Hukum: Semua Warga Negara Sama di Hadapan Hukum
Jaga Jakarta On The Spot di Pelabuhan Muara Baru, Polisi Ajak Buruh Pelabuhan Jaga Keamanan dan Tolak Narkoba, Tawuran serta Judi Online
Polres Priok Gelar JJOS Nobar Kamtibmas Final Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat, Perkuat Sinergi
KTNA Sambut Baik Penandatanganan MoU Organisasi Tani, Siap Kawal Program hingga Daerah

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kolaborasi YPHMI dan Pemkot Jakbar Edukasi Warga Cegah KDRT, TPPO hingga Kekerasan terhadap Anak

Senin, 20 Juli 2026 - 19:37 WIB

Wagub DKI Resmikan KCP Bank Jakarta di Kebayoran Park

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

Kunjungan Tim Verifikasi Lapangan PROKLIM Lestari di RW 05 Sunter Agung Jadi Momentum Penguatan Aksi Iklim Warga

Senin, 20 Juli 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Bersama Ratusan Anak Peringati Hari Anak 2026 di Balai Kota DKI

Senin, 20 Juli 2026 - 10:51 WIB

Pakar Hukum: Semua Warga Negara Sama di Hadapan Hukum

Berita Terbaru

Nasional

Wagub DKI Resmikan KCP Bank Jakarta di Kebayoran Park

Senin, 20 Jul 2026 - 19:37 WIB

Kabar Polisi

Pakar Hukum: Semua Warga Negara Sama di Hadapan Hukum

Senin, 20 Jul 2026 - 10:51 WIB