Jadi Jaminan Uang Kendaraan, Warga Jaksel Disekap Dua Kali: Diancam Bakal Jual Ginjal dan Alami Trauma

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - warga berinisial IS asal Jakarta Selatan didampingi kuasa hukumnya saat melaporkan atas kejadian yang dialami dirinya. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/Kipray).

POTRET - warga berinisial IS asal Jakarta Selatan didampingi kuasa hukumnya saat melaporkan atas kejadian yang dialami dirinya. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/Kipray).

JAKARTA, suararealitas.co – Seorang pria asal Jakarta Selatan, berinisial IS mengaku jadi korban dugaan penculikan, diintimidasi, pemerasan, dan dipaksa hingga disekap selama dua kali.

Awalnya IS didatangi oleh dua orang tidak dikenal (OTK) yang mengaku pemilik rental kendaraan.

Dua pria tak dikenal mencari IS diduga karena menagih persoalan uang terkait sebuat kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyekapan dilakukan lantaran IS tak kunjung menyatakan setuju atas tuntutan permintaan mereka.

OTK Ketahui Posisi Korban

IS menceritakan, bahwa pada tengah malam ketika dirinya sedang berada di sebuah masjid di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kemudian, ia didatangi dua pria tak dikenal yang sepertinya sudah mengetahui posisi keberadaan IS.

“Saya nggak tahu bagaimana mereka bisa nunggu saya. Mungkin pakai GPS atau apa,” ujar IS kepada suararealitas.co di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025) malam.

Lantas IS pun dipaksa ikut kedua OTK tersebut dengan menggunakan sepeda motor.

Padahal para terduga pelaku hanyalah sebagai orang biasa, melainkan bukan aparat penegak hukum.

Korban Diintimidasi dan Diancam

Saat tiba di tikungan menuju ke Kuningan, para terduga pelaku mulai melakukan pemukulan, pemaksaan, dan intimidasi.

Lantaran lokasi dituju masih banyak warga yang berseliweran, IS dipindahkan ke sebuah rumah kosong yang tidak diketahui pemiliknya.

Baca Juga :  Mantan Jaksa PTDH Gagal Move On, Tipu Warga Tangsel

“Ancaman mulai muncul. Mereka bilang bisa tusuk saya kalau macam-macam,” katanya.

Korban Berhasil Melarikan Diri

Lalu, IS dibawa kembali ke daerah Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dan ditempatkan di sebuah rumah.

Pagi harinya, IS nekat beranikan diri untuk kabur dengan melompat ke rumah tetangga yang pagarnya tidak terkunci.

Selain itu, ia juga bergegas menuju Lenteng Agung untuk pulang ke kediamannya di Cilandak dengan menggunakan angkutan umum.

Sontak, sang istri menangis saat melihat kondisi IS yang pulang dalam keadaan ketakutan dan trauma besar.

OTK Datang Kembali dan Korban Sembunyi

Tak berselang lama, kedua OTK kembali mendatangi kembali rumah korban, dan IS bersembunyi di kediaman kerabat istrinya.

Bahkan, keluarga besar istrinya mengonfrontasi para terduga pelaku, dan membuat daftar tuntutan berisi poin-poin tagihan, termasuk permintaan pengembalian DP senilai Rp77 juta.

Kepolisian Datang, Korban Kembali Dibawa OTK

Hari kedua, pelaku datang lagi dan terjadi perdebatan. Istri IS menghubungi layanan darurat 110 untuk meminta perlindungan karena takut keselamatan suaminya terancam.

Adapun, pihak kepolisian dari sektor Cilandak datang ke lokasi.

Namun, menurut IS, dirinya tetap dibawa pergi oleh para terduga OTK, setelah membuat perjanjian baru.

Baca Juga :  Transportir Jadi Armada Favorit, Jaringan Mafia Penimbun Solar Subsidi di Bogor Kian Terstruktur: Warga Tanya Polisi Kemana?

“Mata saya ditutup dengan kain dan dibawa pakai mobil supaya tidak tahu lokasi yang kedua,” ujarnya.

Disekap Hampir Satu Minggu

IS kembali disekap kedua kalinya hampir selama satu minggu.

Dugaan sementara, ia dibawa ke sebuah lokasi dekat Gang Sadar, Jagakarsa, percis di rumah yang menyerupai bukit, dengan kondisi ruangan penyekapannya gelap, sempit, dan sesak.

“Saya takut terus-terusan bang. Hanya dikasih makan, lalu pintu dikunci lagi,” sebutnya.

Ancam Bakal Jual Ginjal

Sebagai jaminan, korban diancam akan dibunuh dan dijual ginjalnya ke Kamboja apabila tidak mau menuruti permintaannya.

OTK itu menuntut uang dari Rp374 juta menjadi kurang lebih Rp400 juta.

Ancaman dan tuntutan tersebut menurut IS juga tertulis dalam perjanjian yang dipaksa ditandatangani keluarga.

Korban Lapor Polisi

Setelah berhasil keluar dan mendapatkan perlindungan keluarga, akhirnya IS melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk memproses dugaan penculikan, penyekapan, ancaman, dan pemerasan yang dialaminya.

Kendati demikian, IS berharap agar polisi menangani kasus ini secara menyeluruh dan menangkap semua para pelaku.

“Saya dan keluarga trauma. Saya ingin kasus ini diproses sampai tuntas,” tutupnya.

Sebagai informasi, laporan tersebut teregistrasi dengam nomor: LP/B/4471/XI/2025/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.

(Kipray)

Berita Terkait

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Perjudian Online Internasional, Ratusan Rekening Diblokir
Skandal Saham PT Bososi Pratama: Iming-iming Investor Smelter, Berakhir Penipuan dan Penggelapan
Gudang Berkedok Lapak Parkir Truk di Karawang Diduga Jadi Tempat Penimbunan Solar Subsidi, Warga Tanya Polisi Kemana?
Diduga Oknum Anggota Berseragam Aktif Bekingi Peredaran Pil Koplo
Polri Tetapkan Enam Anggota Polri sebagai Tersangka Penganiayaan yang Menewaskan Dua Warga di TMP Kalibata
Respon Cepat, Polsek Senen Ringkus Pelaku Penganiayaan Bersenjata Tajam di Dekat Plaza Atrium
Hari Pertama, Ops Sikat Jaya 2025 Berhasil Ungkap Pelaku Curanmor R2
Transportir Jadi Armada Favorit, Jaringan Mafia Penimbun Solar Subsidi di Bogor Kian Terstruktur: Warga Tanya Polisi Kemana?

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:31 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Perjudian Online Internasional, Ratusan Rekening Diblokir

Rabu, 31 Desember 2025 - 13:15 WIB

Skandal Saham PT Bososi Pratama: Iming-iming Investor Smelter, Berakhir Penipuan dan Penggelapan

Kamis, 25 Desember 2025 - 23:16 WIB

Gudang Berkedok Lapak Parkir Truk di Karawang Diduga Jadi Tempat Penimbunan Solar Subsidi, Warga Tanya Polisi Kemana?

Rabu, 24 Desember 2025 - 12:15 WIB

Diduga Oknum Anggota Berseragam Aktif Bekingi Peredaran Pil Koplo

Sabtu, 13 Desember 2025 - 12:42 WIB

Polri Tetapkan Enam Anggota Polri sebagai Tersangka Penganiayaan yang Menewaskan Dua Warga di TMP Kalibata

Berita Terbaru