JAKARTA, suararealitas.co – Seorang pria asal Jakarta Selatan, berinisial IS mengaku jadi korban dugaan penculikan, diintimidasi, pemerasan, dan dipaksa hingga disekap selama dua kali.
Awalnya IS didatangi oleh dua orang tidak dikenal (OTK) yang mengaku pemilik rental kendaraan.
Dua pria tak dikenal mencari IS diduga karena menagih persoalan uang terkait sebuat kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyekapan dilakukan lantaran IS tak kunjung menyatakan setuju atas tuntutan permintaan mereka.
OTK Ketahui Posisi Korban
IS menceritakan, bahwa pada tengah malam ketika dirinya sedang berada di sebuah masjid di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kemudian, ia didatangi dua pria tak dikenal yang sepertinya sudah mengetahui posisi keberadaan IS.
“Saya nggak tahu bagaimana mereka bisa nunggu saya. Mungkin pakai GPS atau apa,” ujar IS kepada suararealitas.co di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025) malam.
Lantas IS pun dipaksa ikut kedua OTK tersebut dengan menggunakan sepeda motor.
Padahal para terduga pelaku hanyalah sebagai orang biasa, melainkan bukan aparat penegak hukum.
Korban Diintimidasi dan Diancam
Saat tiba di tikungan menuju ke Kuningan, para terduga pelaku mulai melakukan pemukulan, pemaksaan, dan intimidasi.
Lantaran lokasi dituju masih banyak warga yang berseliweran, IS dipindahkan ke sebuah rumah kosong yang tidak diketahui pemiliknya.
“Ancaman mulai muncul. Mereka bilang bisa tusuk saya kalau macam-macam,” katanya.
Korban Berhasil Melarikan Diri
Lalu, IS dibawa kembali ke daerah Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dan ditempatkan di sebuah rumah.
Pagi harinya, IS nekat beranikan diri untuk kabur dengan melompat ke rumah tetangga yang pagarnya tidak terkunci.
Selain itu, ia juga bergegas menuju Lenteng Agung untuk pulang ke kediamannya di Cilandak dengan menggunakan angkutan umum.
Sontak, sang istri menangis saat melihat kondisi IS yang pulang dalam keadaan ketakutan dan trauma besar.
OTK Datang Kembali dan Korban Sembunyi
Tak berselang lama, kedua OTK kembali mendatangi kembali rumah korban, dan IS bersembunyi di kediaman kerabat istrinya.
Bahkan, keluarga besar istrinya mengonfrontasi para terduga pelaku, dan membuat daftar tuntutan berisi poin-poin tagihan, termasuk permintaan pengembalian DP senilai Rp77 juta.
Kepolisian Datang, Korban Kembali Dibawa OTK
Hari kedua, pelaku datang lagi dan terjadi perdebatan. Istri IS menghubungi layanan darurat 110 untuk meminta perlindungan karena takut keselamatan suaminya terancam.
Adapun, pihak kepolisian dari sektor Cilandak datang ke lokasi.
Namun, menurut IS, dirinya tetap dibawa pergi oleh para terduga OTK, setelah membuat perjanjian baru.
“Mata saya ditutup dengan kain dan dibawa pakai mobil supaya tidak tahu lokasi yang kedua,” ujarnya.
Disekap Hampir Satu Minggu
IS kembali disekap kedua kalinya hampir selama satu minggu.
Dugaan sementara, ia dibawa ke sebuah lokasi dekat Gang Sadar, Jagakarsa, percis di rumah yang menyerupai bukit, dengan kondisi ruangan penyekapannya gelap, sempit, dan sesak.
“Saya takut terus-terusan bang. Hanya dikasih makan, lalu pintu dikunci lagi,” sebutnya.
Ancam Bakal Jual Ginjal
Sebagai jaminan, korban diancam akan dibunuh dan dijual ginjalnya ke Kamboja apabila tidak mau menuruti permintaannya.
OTK itu menuntut uang dari Rp374 juta menjadi kurang lebih Rp400 juta.
Ancaman dan tuntutan tersebut menurut IS juga tertulis dalam perjanjian yang dipaksa ditandatangani keluarga.
Korban Lapor Polisi
Setelah berhasil keluar dan mendapatkan perlindungan keluarga, akhirnya IS melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk memproses dugaan penculikan, penyekapan, ancaman, dan pemerasan yang dialaminya.
Kendati demikian, IS berharap agar polisi menangani kasus ini secara menyeluruh dan menangkap semua para pelaku.
“Saya dan keluarga trauma. Saya ingin kasus ini diproses sampai tuntas,” tutupnya.
Sebagai informasi, laporan tersebut teregistrasi dengam nomor: LP/B/4471/XI/2025/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya.
(Kipray)


































