JAKARTA, suararealitas.co – Kawasan Jakarta Barat kembali menjadi sorotan tajam lantaran maraknya aksi begal, jambret, hingga kejahatan jalanan dalam beberapa pekan terakhir.
Rentetan kasus kriminal dengan kekerasan itu membuat masyarakat semakin resah terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Bahkan, dengan kondisi tersebut memunculkan julukan baru bagi wilayah Jakarta Barat yakni: “Kota Begal”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Istilah tersebut ramai digunakan masyarakat di media sosial lantaran kondisi keamanan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Kini, warga mengakui dihantui rasa takut saat harus beraktivitas atau pulang kerja pada malam hari.
Keresahan Meningkat Pesat
Salah seorang warga Cengkareng yang bekerja di kawasan Sudirman mengaku, bahwa kini dirinya selalu waspada saat melintasi jalur rawan di Jakarta Barat.
Menurutnya, aksi kriminal kini bisa terjadi di mana saja tanpa mengenal waktu.
“Sekarang rasanya seperti hidup di Gotham City. Mau pulang malam jadi takut, apalagi kalau jalanan sepi,” ungkap warga tersebut seperti dikutip dari berbagai media.
Dalam catatan sejumlah laporan, aksi kriminal yang terjadi di Jakarta Barat meliputi pembegalan bersenjata tajam, pencurian kendaraan bermotor, jambret, hingga aksi kekerasan jalanan yang viral di media sosial.
Kawasan seperti Kebon Jeruk, Palmerah, Tambora, hingga Cengkareng disebut menjadi titik yang rawan aksi kejahatan.
DPRD Soroti Situasi Keamanan Jalanan
Kondisi tersebut memicu perhatian berbagai pihak. Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menilai situasi keamanan di Jakarta Barat sudah memasuki tahap serius dan tidak bisa dianggap sebagai kriminalitas biasa.
“Jakarta Barat hari ini sedang menghadapi persoalan keamanan yang serius. Hampir setiap pekan masyarakat mendengar kasus jambret, begal hingga aksi kekerasan jalanan,” ujarnya.
Merespons atas keresahan warga, Polda Metro Jaya kini membentuk Tim Pemburu Begal yang disiagakan selama 24 jam untuk memburu pelaku kejahatan jalanan di sejumlah wilayah rawan Jakarta.
Polisi juga mengklaim telah mengungkap ratusan kasus kriminal jalanan sepanjang 2026.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Barat bersama unsur TNI dan Satpol PP juga mengintensifkan patroli malam di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi begal, tawuran, dan aksi 3C (curat, curas, curanmor).
Meski aparat mulai bergerak, rasa cemas masih membayangi masyarakat. Banyak warga kini memilih menghindari jalan sepi, pulang secara berkelompok, bahkan memacu kendaraan lebih cepat saat melintas di kawasan yang dianggap rawan kriminalitas.
Penulis : Za




































