Duh! Pulo Gebang Geger, Warga Resah Kehadiran Hutan Kota Diduga Jadi Tempat Maksiat hingga Simpan Tembakau Sintetis Gorilla

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI - dugaan tembakau sintetis gorilla yang ditemukan dan disembunyikan di pot tanaman milik warga area Hutan Kota Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (16/11/2025). (Foto: suararealitas.co/Kipray).

ILUSTRASI - dugaan tembakau sintetis gorilla yang ditemukan dan disembunyikan di pot tanaman milik warga area Hutan Kota Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (16/11/2025). (Foto: suararealitas.co/Kipray).

JAKARTA, suararealitas.coWarga RT 001 RW 011, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, menyampaikan keresahan mendalam terkait dibukanya kembali Hutan Kota oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta.

Pembukaan area hijau tersebut dinilai menimbulkan berbagai gangguan bagi warga karena tidak memiliki akses jalan khusus dan justru menggunakan akses lingkungan Perumahan Pulo Gebang Indah sebagai jalur keluar–masuk pengunjung.

Sejak hutan kota itu kembali dibuka, warga mengaku terganggu oleh lalu lintas masyarakat luar yang berseliweran menuju lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arus kendaraan motor maupun mobil yang keluar masuk sepanjang hari membuat lingkungan RT 001 dan RW 011 kehilangan ketenangannya.

Tidak hanya soal kebisingan, persoalan sampah juga menjadi keluhan utama.

Pengunjung dari luar disebut kerap membuang sampah sembarangan sehingga menumpuk di sekitar rumah warga.

Baca Juga :  Diduga Tak Berizin dan Belum Bayar Pajak, Sedikitnya 10 Umbul-umbul Promosi Berdiri di Tiga Lokasi

Kondisi ini dinilai merusak estetika dan kebersihan lingkungan yang selama ini dijaga bersama.

Namun, keresahan warga memuncak ketika ditemukan dua bungkus tembakau diduga jenis tembakau gorila yang disembunyikan di pot tanaman milik warga.

Diduga kuat barang tersebut ditinggalkan oleh oknum dari luar lingkungan yang memanfaatkan area sekitar sebagai tempat persembunyian obat terlarang.

“Kami sudah menemukan barang bukti. Ini sudah bukan lagi soal sampah dan ramai, tetapi soal keselamatan anak-anak kami di lingkungan,” ujar salah satu perwakilan warga kepada suararealitas.co, Minggu (16/11/2025).

Selain itu, warga juga menyebut petugas penjaga hutan kota tidak disiplin dalam menutup jam kunjungan, sehingga area tersebut sering tetap terbuka hingga malam hari.

Bahkan, kondisi gelap dan minim pengawasan ini diduga dimanfaatkan oleh sekelompok muda-mudi untuk kegiatan tidak terpuji, seperti berpacaran hingga larut malam.

Baca Juga :  Kapolri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Lestarikan Budaya Indonesia

Atas berbagai kejadian tersebut, warga mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, untuk menutup kembali hutan kota tersebut.

Menurut mereka, keberadaan hutan kota yang seharusnya memberikan manfaat justru membawa mudarat dan menciptakan keresahan bagi masyarakat sekitar.

“Kalau terus begini, kami merasa lingkungan kami tidak aman lagi. Lebih baik ditutup dari pada menjadi sumber masalah,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret yang berpihak pada keamanan dan kenyamanan masyarakat Pulo Gebang.

Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.‎*(Kipray)

Berita Terkait

Pemprov DKI Sambut Positif AWPI, Media Didorong Aktif Awasi Kinerja Pemerintah
Warga dan Pemerintah Duduk Bersama! Proyek SUTET 500 kV Jakarta Looping Siap Terangi Masa Depan
1.000 Kacamata Gratis Dibagikan! Aksi Sosial Optik Melawai Bantu Warga Jakarta Utara Melihat Lebih Jelas
Kongres Nasional II AWPI 2026 di Kalteng, DPD AWPI Audiensi dengan Sekwan DPRD Provinsi
Bangun Sinergi, AWPI DKI Dorong Informasi Publik yang Transparan
Gedung Bapenda DKI di Jalan Abdul Muis Terbakar, Gubernur Pramono Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Dorong Percepatan Serah Terima Pengelolaan Rusunami Citypark, Sudin Perumahan Jakbar Tegaskan Aturan dan Komitmen
Deklarasi Perang Melawan Tramadol Ilegal di Tanah Abang, Lindungi Generasi hingga Wujudkan Jakarta Pusat yang Aman dan Sehat

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Pemprov DKI Sambut Positif AWPI, Media Didorong Aktif Awasi Kinerja Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Warga dan Pemerintah Duduk Bersama! Proyek SUTET 500 kV Jakarta Looping Siap Terangi Masa Depan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:58 WIB

1.000 Kacamata Gratis Dibagikan! Aksi Sosial Optik Melawai Bantu Warga Jakarta Utara Melihat Lebih Jelas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Kongres Nasional II AWPI 2026 di Kalteng, DPD AWPI Audiensi dengan Sekwan DPRD Provinsi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Bangun Sinergi, AWPI DKI Dorong Informasi Publik yang Transparan

Berita Terbaru