Puluhan Warung Digusur, Warga RW 10 Pekojan Kehilangan Mata Pencaharian

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Buntut pembongkaran puluhan bangunan liar yang berada dibantaran rel oleh aparat gabungan Pemkot Jakbar, ratusan warga RW 10 Pekojan Tambora Jakarta Barat meratapi nasibnya akibat tempat usaha rata dengan tanah.

Akibat kehilangan tempat usahanya, beberapa warga menjadi pengangguran berat. Padahal sebelumnya dalam kondisi perekonomian yang belum stabil, para warga RW 10 Pekojan, Tambora Jakarta Barat masih dapat bekerja dibidang informal seperti tukang parkir, warung makan, warung kopi, warung minum dll di bantaran rel kereta.

Salah seorang warga Pekojan yang nama disamarkan bernama Bunga mengaku sehari bisa mendapat hasil Rp140 rb dengan berjualan warung kopi. Dengan kondisi yang berantakan dan rata dengan tanah, Bunga menjadi resah dan gelisah. Dimana modalnya tidak balik, dia harus mencari lahan lagi untuk mendapatkan pasar .

” Saya bingung mau usaha apalagi, tempat warung saya di gusur satpol PP, modal juga udah habis,” ujar Bunga.

Berbeda dengan, Kumbang. Bapak 2 anak ini sehari-hari bekerja menjajakan minuman di arwla bantaran rel, kini merasa bingung. Tempat berjualan sudah tidak boleh ditempati. Padahal dia harus mengejar uang sekolah ankanta yg masih sekolah di SMK swasta di bilangan Jakarta Barat.

” Waduh modal saya gak jalan, mana anak mau semesteran ini jadi bingung saya,” ujarnya.

Sementara itu tokoh masyarakat RW 10 Pekojan berinisial SR mengaku prihatin dengan tindakan tanpa kompromi yang dilakukan aparat gabungan Pemkot Jakbar.

Baca Juga :  ASC Sukses Gelar Kegiatan Donor Darah ke-14

Pasalnya, kenapa di wilayahny yang menjadi target pembongkaran dan pembersihan oleh aparat gabungan Pemkot Jakbar. Padahal masih banyak fasilitas umum milik Pemkot Jakarta barat yang masih semrawut mengganggu arus lalulintas dan pejalan kaki , seperti pasar pagi dan di jalan Blandongan. ” Yang dibiarkan selama ini. Ini namanya tidak adil. Padahal kami juga sama -sama bayar pajak. Mohon pak Gubernur, Pak Pram tolong tegakkan keadilan di wilayah kami,” ujarnya.

Seperti diketahui, Satpol PP Pemkot Jakarta barat menggusur dan membongkar bangunan liar yang berdirinya di atas tanah negara milik PT KAI , di kawasan jalan Bandengan utara 3 RW 10 kelurahan Pekojan – kec Tambora, Kamis(16/10/2025)kemarin.

(*/Kipray)

Berita Terkait

Kodim 1710/Mimika Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani, Tingkatkan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit
Dandim 1710/Mimika Terima Audiensi Ketua KPU Mimika, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Sinergitas
Kamenag Kabupaten Tangerang Gelar Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026
Wakil Bupati bersama Anggota DPRD Bogor Menyusuri Sejarah: Napak Tilas HJB ke-544
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Kembali Digelar, Targetkan Jutaan Pengunjung dan Dongkrak Ekonomi Nasional
Patroli Jaga Jakarta Jaga Priok, Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Antisipasi Gangguan Kamtibmas
BPKAD Bungkam Terkait BPKB Milik Armada DLHK yang Terselip
Dapur SPPG Talaga Majalengka Memakan Korban: Segera Tutup, Cabut dan Ganti..!! 

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:44 WIB

Kodim 1710/Mimika Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani, Tingkatkan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:41 WIB

Dandim 1710/Mimika Terima Audiensi Ketua KPU Mimika, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Sinergitas

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:58 WIB

Kamenag Kabupaten Tangerang Gelar Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:01 WIB

Wakil Bupati bersama Anggota DPRD Bogor Menyusuri Sejarah: Napak Tilas HJB ke-544

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:15 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Kembali Digelar, Targetkan Jutaan Pengunjung dan Dongkrak Ekonomi Nasional

Berita Terbaru