Stop “Copy-Paste” Dunia: Menjadi Versi Orisinal di Era FOMO

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 01:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surarelitas.co – Ayat Dasar:” Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” — Roma 12:2

Realita Kita: Terjebak Algoritma dan “Main Aman” 

Pernahkah Anda merasa bahwa pikiran kita hari ini lebih banyak “disetir” oleh trending topic daripada suara hati nurani? Di era media sosial, ada tekanan luar biasa untuk menjadi serupa. Kalau tidak ikut menghujat tokoh politik yang sedang viral, kita dianggap tidak peduli. Kalau tidak ikut gaya hidup luxury yang lewat di feeds, kita merasa tertinggal (FOMO).

Dunia saat ini punya “cetakan” yang kuat. Cetakannya adalah polarisasi politik (kita vs mereka), konsumerisme gila-gilaan, dan standar kesuksesan yang hanya sebatas angka di saldo rekening. Tanpa sadar, kita sering melakukan copy-paste terhadap amarah, gaya hidup, dan cara pandang dunia ini ke dalam hidup kita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Do Not Conform”: Berani Berbeda di Tengah Arus 

Rasul Paulus memberikan peringatan keras: “Janganlah kamu menjadi serupa.” Dalam bahasa aslinya, ini berarti jangan membiarkan dirimu dibentuk oleh skema atau topeng dunia ini.

Baca Juga :  Ketua OKK Gibranku Tanggapi Kritikan Geizs Chalifah: “Pernyataan Sekjen Bukan Penjilatan!”

Di tengah situasi sosial-politik yang sering kali panas, “tidak menjadi serupa” berarti:

    • Tetap berkepala dingin saat orang lain sibuk menyebar hoaks atau kebencian.
    • Tetap berintegritas saat sistem di sekitar kita menganggap sogokan atau jalan pintas adalah hal yang “lumrah”.
    • Tetap punya empati di tengah budaya cancel culture yang sering kali tidak memberi ruang bagi pengampunan.

Metamorfosis: Bukan Cuma Ganti Casing

Kata “berubahlah” menggunakan kata metamorphoo (asal kata metamorfosis). Seperti ulat menjadi kupu-kupu, perubahan yang diminta Tuhan bukan sekadar ganti baju atau ganti istilah religius. Ini adalah pembaharuan budi (mindset).

Kenapa pikiran? Karena pikiran adalah “pusat kendali”. Jika cara berpikir kita masih pakai logika “siapa kuat dia menang”, maka hidup kita akan terus melelahkan. Namun, ketika budi kita diperbaharui oleh firman Tuhan, kita punya “filter” otomatis. Kita jadi bisa membedakan: “Ini suara Tuhan, atau cuma suara netizen?”

Aplikasi Up-to-Date: Menjadi “Filter” Bukan “Speaker”

Dunia butuh orang Kristen yang tidak sekadar menjadi speaker (pengeras suara) bagi kegaduhan yang sudah ada. Dunia butuh kita menjadi filter.

  1. Cek Sebelum Share: Sebelum memposting sesuatu yang berbau politik atau isu sosial, tanya: “Apakah ini membangun, atau cuma menambah polusi kebencian?”
  2. Mindful Consumption: Jangan biarkan algoritma menentukan nilai diri Anda. Anda berharga bukan karena jumlah likes, tapi karena Anda milik Tuhan.
  3. Critical Thinking with Love: Berpikir kritis itu wajib, tapi lakukan dengan kasih. Jangan sampai demi membela “kebenaran” politik, kita kehilangan “kasih” Kristen.
Baca Juga :  Hadiri Ajang Internasional Book Fair, Gus Halim Kampanyekan Pentingnya Literisasi

Closing Thought:

Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi fotokopi dunia yang pudar. Ia memanggil kita untuk menjadi edisi terbatas (limited edition) yang memancarkan kebaikan-Nya di tengah dunia yang makin haus akan ketulusan.

Maukah Anda mencoba berhenti sejenak dari keriuhan media sosial hari ini dan bertanya: “Tuhan, apa yang sebenarnya Engkau inginkan aku lakukan di situasi ini?”

Oleh: Pdm. Andre Yosua M (Millenium City Church)

Berita Terkait

Bingung Cari Tempat Berlibur di Jakarta Barat? Hotel 88 Kedoya Solusinya!
Bedengan Rampung, Lahan Program TMMD di Kampung Keakwa Siap Ditanami
Jumat Berkah Peduli Wujud Kepedulian Polri Dan Sosialisasikan Layanan Polri 110
Senyum Hangat Anak-Anak Warnai Kebersamaan dengan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1710/Mimika
Penandatanganan MoU Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf Kabupaten Tangerang
Buka Rakernis Reskrim, Kapolri Instruksikan Ciptakan Rasa Aman dan Keadilan untuk Masyarakat
Kantor LH Kecamatan Cilincing Dinilai Sudah Tak Layak, Pegawai Harapkan Segera Dibangun
Posyandu Balita dan Lansia, Satgas TMMD Bantu dan Dampingi Petugas Kesehatan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:20 WIB

Bingung Cari Tempat Berlibur di Jakarta Barat? Hotel 88 Kedoya Solusinya!

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:46 WIB

Bedengan Rampung, Lahan Program TMMD di Kampung Keakwa Siap Ditanami

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:36 WIB

Jumat Berkah Peduli Wujud Kepedulian Polri Dan Sosialisasikan Layanan Polri 110

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:47 WIB

Senyum Hangat Anak-Anak Warnai Kebersamaan dengan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1710/Mimika

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:54 WIB

Penandatanganan MoU Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru