Rapatkan Barisan, Keraskan Suara, Kaum Muda Bersatu Lawan Taktik Licik Rokok Elektronik

- Jurnalis

Kamis, 6 Juni 2024 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (6/6) – Indonesia harus menghadapi tantangan yang makin besar menjelang peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini. Berdasarkan data Global School-based Student Health Survey (GSHS) yang dilakukan WHO tahun lalu, sebesar 12,6% murid sekolah usia 13-17 tahun di Indonesia menggunakan rokok elektronik. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya melawan deranya upaya yang dilakukan perusahaan rokok konvensional, ancaman juga datang dari pemasaran rokok elektronik yang secara nyata menargetkan kalangan muda.

Fakta ini jelas mengkhawatirkan, seperti dinyatakan oleh Pengurus Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr. Annisa Dian Harlivasari, ‘Rokok elektronik makin menggila. Kalau dibiarkan bisa jadi bom waktu beberapa tahun ke depan. Sasarannya banyak anak muda, bahkan murid sekolah, mereka termakan klaim rokok elektronik cenderung lebih aman dibanding rokok biasa, jadi dengan santai Konsumsi saja tanpa cari tahu lebih jauh kalau produk ini juga mengandung bahan berbahaya selain nikotin yang mengancam kesehatan seperti formaldehyde, glycol, gliserol dan lainnya yang dapat menyebabkan pernapasan bahkan kanker paru”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM) dari Vital Strategies, promosi, iklan, dan sponsor rokok elektronik menargetkan anak muda. Hal tersebut menggarisbawahi pemasaran yang berorientasi pada rasa yang unik, warna kemasan produk yang keren, canggih, dan bisa dimodifikasi. Semua hal ini digabungkan menjadi sebuah gaya hidup baru untuk anak muda.

Baca Juga :  Kepemimpinan Pj Bupati Tangerang Andi Ony Mampu Mendongkrak Pertumbuhan Realisasi Pajak Daerah Sebesar ± 99 Milyar pada Periode Bulan Januari - Mei

Ini juga sejalan dengan temuan Indonesian Youth Council for Tobacco Control (IYCTC) dalam sebuah kajian berjudul Rokok Elektronik: Baju Biru Bisnis Adiktif yang menyatakan bahwa iklan, promosi, dan sponsor rokok sangat masif di media sosial dan tak jarang dilakukan oleh influencer yang memiliki potensial follower remaja dan dewasa muda.

Manik Marganamahendra, Ketua Umum IYCTC menekankan, “Produsen rokok elektronik sangat militan sekali dalam penjualan, mengiklankan, bahkan mempromosikan dengan hal yang menarik untuk kaum muda, ini kondisi gawat darurat untuk kita semua. Pemerintah harusya belajar dari kejadian masa lampau, ini seperti dejavu, dulu awal rokok jadi tren juga dimulai seperti ini. Seharusnya ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk bekerja lebih cepat lagi dalam permasalahan rokok.”

Dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini dan juga sebagai bagian dari upaya melawan promosi masif rokok elektronik yang jelas salah kaprah, Social Force in Action for Tobacco Control (SFA for TC) bersama #SuaraTanpaRokok menginisiasi kampanye digital #DirtyEcigs yang dimulai sejak April hingga Juni 2024.

Baca Juga :  Cianjur Berduka Sebanyak 331 Korban Jiwa, PADI Distribusikan Bantuan Tak Terjamah Bertemakan "Jumat Berbagi"

Sarah Muthiah Widad, Campaign Manager dari #DirtyEcigs campaign menyatakan, “Kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia Ini merupakan cara kami anak muda yang jelas terganggu oleh promosi sesat rokok elektronik. Antusiasme anak muda untuk ikut kampanye #DirtyEcigs menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang tidak ingin terus menerus menjadi sasaran produk rokok khususnya rokok elektronik. 

Harapannya, terutama di Hari Tanpa Tembakau Sedunia, kampanye ini dapat menghimpun suara anak muda lebih banyak dan keras lagi untuk melawan kebohongan rokok elektronik”.

Salah satu kegiatan rangkaian kampanye #DirtyEcigs adalah doodling challenge yang mengajak kaum muda mengubah foto terkait rokok elektronik menjadi karya yang menggambarkan sesuatu yang lebih positif, asyik, sehat, dan bermanfaat. Hingga saat ini lebih dari 250 karya terkumpul hasil dari antusiasme campaigner #DirtyEcigs di seluruh Indonesia.

Kampanye #DirtyEcigs sudah berjalan di Instagram sejak bulan April lalu dan mash akan terus berjalan untuk melawan promosi rokok elektronik. Selain doodling challenge, rangkaian kampanye ini juga akan diisi dengan TikTok challenge berkonsep pantun bersambung yang akan hadir hingga akhir Juni 2024. Silakan kunjungi akun instagram @sfafortc dan @suara_tanpa_rokok untuk bergabung dalam kampanye ini.

Berita Terkait

Kodim 1710/Mimika Bekali Prajurit dan Persit Pengetahuan Deteksi Dini Kanker dan Tumor
Berpotensi Kriminalisasi Profesi Advokat KING JABAR Soroti Putusan PT Denpasar Terhadap Advokat Senior Dr. Togar Situmorang
Dishub DKI Tertibkan Parkir Liar di 15 Titik Jakarta, Jukir Liar Kabur Saat Hendak Diamankan
Polres Metro Jakarta Barat Intensifkan Patroli Mobile untuk Cegah Curas, Curat, dan Curanmor
Patroli Jaga Jakarta Jaga Priok Polres Priok, Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Ledakan di Kawasan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga
Gemuruh Diluar Stadion Utama Sumatera Utara, Suporter Timnas Rayakan Kemenangan Sambil Teriakan Yel-yel dan Nyalakan Flare
20 Pemburu Diamankan Polisi Usai Bocah Tewas Diserang Anjing di Jasinga

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 22:56 WIB

Kodim 1710/Mimika Bekali Prajurit dan Persit Pengetahuan Deteksi Dini Kanker dan Tumor

Senin, 8 Juni 2026 - 21:18 WIB

Berpotensi Kriminalisasi Profesi Advokat KING JABAR Soroti Putusan PT Denpasar Terhadap Advokat Senior Dr. Togar Situmorang

Senin, 8 Juni 2026 - 20:40 WIB

Dishub DKI Tertibkan Parkir Liar di 15 Titik Jakarta, Jukir Liar Kabur Saat Hendak Diamankan

Senin, 8 Juni 2026 - 16:41 WIB

Polres Metro Jakarta Barat Intensifkan Patroli Mobile untuk Cegah Curas, Curat, dan Curanmor

Senin, 8 Juni 2026 - 13:01 WIB

Patroli Jaga Jakarta Jaga Priok Polres Priok, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Berita Terbaru