Sejarah Baru, Paus Fransiskus Bertemu Tokoh Agama Irak

- Jurnalis

Minggu, 7 Maret 2021 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Suararealitas.com, Irak – Paus Fransiskus mengadakan pertemuan bersejarah dengan ulama terkemuka Syiah asal Irak Ali al-Sistani, Sabtu (6/3). Keduanya bertemu untuk membahas hidup berdampingan di negeri yang rusak oleh sektarianisme dan kekerasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan Fransiskus di kota suci selatan Najaf, selama tur Irak yang penuh angin dan berisiko, menandai pertama kalinya seorang paus bertemu dengan ulama senior Syiah. Anak-anak berbaris di jalan dan mengibarkan bendera Irak dan Vatikan ke arah pemimpin umat Katolik dunia.

Pemimpin Katolik itu telah mengunjungi negara-negara yang mayoritas Muslim termasuk Turki, Yordania, Mesir, Bangladesh, Azerbaijan, Uni Emirat Arab hingga wilayah Palestina. Ia menyebut perjalanan tersebut untuk menyerukan dialog antaragama.

Sistani adalah salah satu tokoh penting baik di Irak maupun di luar Irak. Dia memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap politik. Dekritnya mengirim orang Irak ke pemilihan bebas untuk pertama kalinya pada 2005, mengumpulkan ratusan ribu orang untuk melawan ISIS pada 2014 dan menggulingkan pemerintah Irak di bawah tekanan dari demonstrasi massal pada 2019.

Baca Juga :  Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Satpol PP Kota Tangerang Melaksanakan Operasi Minuman Beralkohol

Sistani (90 tahun) jarang menghadiri pertemuan dan menolak pembicaraan dengan mantan perdana menteri Irak saat ini. Sistani setuju bertemu dengan Paus dengan syarat tidak ada pejabat Irak yang akan hadir.

Pertemuan dengan Francis berlangsung di rumah sederhana Sistani yang telah disewanya selama beberapa dekade, terletak di sepanjang gang sempit di Najaf. 

Setelah pertemuan 55 menit dengan Sistani, Francis menuju ke reruntuhan Ur kuno di Irak selatan.

Wilayah ini dihormati sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim, ayah dari Yudaisme, Kristen dan Islam. Dia dijadwalkan memberikan pidato pada pertemuan antaragama.

Sebagai seorang ulama yang memiliki pengikut jutaan penganut Syiah, Sistani ikut campur pada saat-saat kritis ketika Irak bergerak dari satu krisis ke krisis lainnya. Sosoknya kurus, Sistani yang tertutup bekerja dari basis spartannya di dekat tempat suci Imam Ali berkubah emas di Najaf. Dia jarang terlihat di depan umum.

Paus Fransiskus memulai perjalanan luar negerinya yang paling berisiko pada hari Jumat (5/3). Ia terbang ke Irak di tengah keamanan yang paling ketat yang pernah dilihat untuk kunjungan Kepausan. Ia memohon kepada para pemimpin negara dan orang-orang untuk mengakhiri kekerasan militan dan perselisihan agama.

Baca Juga :  INDODATA Merilis Hasil Survei Rokok Ilegal, Rugikan Negara Rp97,81 Triliun di Tahun 2024

Negara itu telah mengerahkan ribuan personel keamanan untuk melindunginya selama kunjungan tersebut, yang terjadi setelah serentetan serangan roket dan bom bunuh diri serta lonjakan kasus Covid-19. Francis yang berusia 84 tahun, tertatih-tatih karena penyakit linu panggulnya yang terasa sakit, membuat seruan yang berapi-api kepada warga Irak untuk akhirnya memberi para pembawa perdamaian kesempatan selama pertemuan para pejabat dan diplomat Irak di istana presiden.

Dia kemudian memberikan penghormatan kepada orang-orang yang terbunuh dalam serangan yang dimotivasi oleh agama. Ia juga mengunjungi sebuah gereja Baghdad di mana orang-orang bersenjata teroris membunuh sekitar 50 jamaah pada 2010.

Keamanan Irak telah meningkat sejak kekalahan ISIS pada 2017, tetapi negara itu terus menjadi teater untuk penyelesaian konflik global dan regional, terutama persaingan sengit AS-Iran yang telah terjadi di tanah Irak.****RI

Berita Terkait

Bangunan Tanpa PBG di Pinangsia Makan Korban Jiwa
Bangun Spiritualitas dan Kebersamaan, BRI BO Bintaro Rutin Gelar Pengajian Setiap Jumat
Anggota DPRD Menanggapi Ketidakhadirannya di Haul Syekh Nawawi
TMMD Ke-128 Kodim 1710/Mimika Gunakan Kayu Besi Berkualitas untuk Bangun Rumah Layak Huni di Kampung Keakwa
Koops TNI Habema Melakukan Penindakan Terhadap Tokoh Penting OPM Jeki Murib Di Puncak
Panglima TNI Terima Penghargaan Adhibhakti Sanapati dan Berikan Ceramah Umum di BSSN
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Latihan Dalmas, Tingkatkan Kesiapsiagaan Jelang Hari Buruh Internasional 2026
Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:55 WIB

Bangunan Tanpa PBG di Pinangsia Makan Korban Jiwa

Rabu, 29 April 2026 - 19:23 WIB

Bangun Spiritualitas dan Kebersamaan, BRI BO Bintaro Rutin Gelar Pengajian Setiap Jumat

Rabu, 29 April 2026 - 01:00 WIB

Anggota DPRD Menanggapi Ketidakhadirannya di Haul Syekh Nawawi

Selasa, 28 April 2026 - 23:01 WIB

TMMD Ke-128 Kodim 1710/Mimika Gunakan Kayu Besi Berkualitas untuk Bangun Rumah Layak Huni di Kampung Keakwa

Selasa, 28 April 2026 - 22:56 WIB

Koops TNI Habema Melakukan Penindakan Terhadap Tokoh Penting OPM Jeki Murib Di Puncak

Berita Terbaru

Megapolitan

Bangunan Tanpa PBG di Pinangsia Makan Korban Jiwa

Rabu, 29 Apr 2026 - 20:55 WIB