PMII Resmi Umumkan Daftar Boikot Nasional Untuk Mendukung Perjuangan umat Muslim yang Tertindas di Gaza, Yaman, dan Lebanon

- Jurnalis

Selasa, 25 Maret 2025 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi mahasiswa Islam terkemuka, menyerukan umat Islam dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu memboikot 25 brand global asing sebagai bentuk protes terhadap kelanjutan genosida Israel di Gaza, Palestina.

“PMII hari ini secara resmi mengeluarkan daftar boikot sebagai panduan bagi umat Islam dalam gerakan boikot global, yang bertujuan untuk mendukung perjuangan umat Muslim yang tertindas di Gaza, Yaman, dan Lebanon,” ujar Sekretaris Jenderal PMII, M. Irkham Tamrin, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (25/3).
“Daftar boikot ini mencakup 25 brand global asing yang beroperasi di negara-negara Muslim dan memiliki keterkaitan langsung atau tidak langsung dengan perekonomian Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan bisnis besar ini juga turut memperkuat kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan Eropa, yang secara nyata menyengsarakan umat Islam, seperti yang dapat kita saksikan saat ini di Yaman dan Lebanon,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal PMII, M. Irkham Tamrin, menegaskan bahwa daftar boikot ini mencerminkan aspirasi murni dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia yang menolak diam di tengah agresi biadab yang menargetkan negara-negara Islam. Dalam pernyataannya, beliau mengungkapkan bahwa pembantaian di Gaza pada awal pekan ini telah merenggut lebih dari 400 nyawa, mayoritas di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.
“Di saat umat Islam Indonesia sibuk menyiapkan takjil dan sahur, di Gaza, pembantaian keji berlangsung dalam waktu hanya 48 jam. PMII dengan tegas menolak untuk menganggap ‘normal’ kebiadaban yang terjadi di Gaza, Yaman, dan Lebanon. Oleh karena itu, kami mengeluarkan daftar boikot dan mendesak umat Islam di seluruh Indonesia, dari kota hingga desa, dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk bersatu memboikot produk-produk global yang kami identifikasi berkontribusi pada perekonomian Israel dan kebijakan luar negeri negara-negara Barat,” ujar Sekretaris Jenderal PMII.

Baca Juga :  PMI Kabupaten Tangerang Rayakan HUT ke-80 dengan Sentuhan Masyarakat di Solear

M. Irkham Tamrin juga menegaskan bahwa boikot adalah bentuk solidaritas dan perlawanan yang sah, yang terbukti dapat memberikan tekanan finansial pada merek- merek asing. Menurutnya, boikot yang tidak terorganisir selama setahun terakhir telah memberikan dampak yang signifikan terhadap bisnis internasional. “Dengan adanya daftar boikot ini, PMII berharap gerakan ini dapat diperluas dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap Israel dan perusahaan-perusahaan asing,” tuturnya.

Seruan boikot PMII juga didorong oleh gelombang kegelisahan yang semakin meluas di kalangan umat Islam, termasuk dukungan dari ulama dan organisasi keagamaan besar di Indonesia. Ketua Umum PMII, M. Shofiyulloh Cokro, mengungkapkan, “PMII mencermati kegundahan besar di kalangan umat Islam. Setelah Fatwa Boikot Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2023 dan 2024 yang diterima positif oleh banyak lapisan masyarakat, PMII juga melihat sikap tegas dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, MUI dan PBNU, yang mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.” Ketua Umum PB PMII, M. Shofiyulloh Cokro, menambahkan, “Seruan boikot terhadap 25 merek asing ini bukan hanya berdasarkan prinsipkeagamaan,tetapi jugasesuai dengan amanat konstitusi Indonesia yang menolak penjajahan, sebagaimana ditegaskan oleh Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf.”

Ia melanjutkan, “PMII memandang dukungan MUI dan PBNU selaras dengan sejarah panjang Indonesia yang sejak era Presiden Soekarno konsisten membela Palestina.

Oleh karena itu, kami tegaskan bahwa seruan boikot ini adalah aspirasi murni umat Islam. Tuduhan bahwa gerakan boikot ini hanya untuk kepentingan bisnis dan tidak berdampak nyata adalah upaya untuk meredam aspirasi umat Islam yang ingin membantu Palestina dan memperbaiki nasib umat Islam di berbagai negara.”

Baca Juga :  Security BRI KCP Alam Sutera Dampingi Nasabah Saat Gunakan ATM

Sebagai bagian dari upaya ini, Ketua Umum PB PMII menyerukan umat Islam untuk secara konsisten dan istiqomah memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel dan perusahaan-perusahaan global asing. Bahwa atas kajian di internal kami dan masukan dari akar rumput maka kami menyerukan boikot produk ter afiliasi Israel. Daftar boikot yang diterbitkan oleh PB PMII telah melalui riset dan diskusi mendalam dengan berbagai pihak, termasuk komponen pergerakan mahasiswa Islam di seluruh Indonesia. Daftar tersebut disusun berdasarkan bukti dan argumen kuat mengenai keterkaitan perusahaan-perusahaan tersebut dengan dukungan terhadap Israel.

Daftar boikot 25 brand global asing yang dikeluarkan PB PMII mencakup 5 kategori produk sebagai berikut, Produk Rumah Tangga Indonesia yang harus diboikot karena terafiliasi dan dukungan dengan Israel diantaranya:

-Drinks: Danone Aqua, Coca-Cola, Milo, Pepsi, Nescafe.
-Snack: Oreo, Cadbury, Toblerone, Kit Kat, Good Time.
-Bumbu Masak: Heinz ABC, Knorr, Royco, Maggi, Kraft.
-Produk Rumah Tangga: Rinso, Molto, Sunlight, SuperPell, Vixal.
-Perawatan Pribadi: Pepsodent, Axe, Pantene, Oral-B, L’Oreal.

Ketua Umum PMII, M. Shofiyulloh Cokro, menegaskan bahwa boikot terhadap 25 merek global ini merupakan kontribusi minimal yang bisa dilakukan umat Islam dari berbagai lapisan. “Kami juga mendorong umat Islam untuk turut berkontribusi pada perjuangan Palestina melalui donasi langsung. Namun, di tengah kondisi ekonomi yang sulit, boikot adalah langkah terbaik yang bisa diambil,” pungkasnya.

Berita Terkait

UPTD JJ Wilayah VII Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang Perbaiki Jalan Rajeg–Mauk
Jasaraharja Putera Hadirkan Booth Literasi Keuangan dan Solusi JRP di Universitas Jember
KKP Perluas Jaringan Ekspor Perikanan ke Tiongkok dan Turki
Aceng Syamsul Hadie: Mengapa Ngotot Keberlanjutan MBG Dibanding Moratorium Total (Ruang Evaluasi), Ingat Korban Keracunan Makanan MBG Sudah Terlalu Banyak !!
Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Penerbangan dan Fasilitas Publik Papua
Bupati Tangerang Buka Semarak Ramadan 1447 H/2026 M dan Resmikan Fasilitas Baru Masjid Agung Al-Amjad
Stok Ikan Aman Sepanjang Ramadan Ditopang Peningkatan Produksi Budi Daya & Tangkap
Pembangunan Hunian Tetap lancar, Hadirkan Harapan Baru untuk Warga terdampak banjir di Aceh Utara

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:57 WIB

UPTD JJ Wilayah VII Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang Perbaiki Jalan Rajeg–Mauk

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:55 WIB

KKP Perluas Jaringan Ekspor Perikanan ke Tiongkok dan Turki

Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:47 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Mengapa Ngotot Keberlanjutan MBG Dibanding Moratorium Total (Ruang Evaluasi), Ingat Korban Keracunan Makanan MBG Sudah Terlalu Banyak !!

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:01 WIB

Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Penerbangan dan Fasilitas Publik Papua

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:59 WIB

Bupati Tangerang Buka Semarak Ramadan 1447 H/2026 M dan Resmikan Fasilitas Baru Masjid Agung Al-Amjad

Berita Terbaru