JAKARTA, Suararealitas.co — Semangat memperkuat persaudaraan, kolaborasi, serta peran insan pers dalam pembangunan wilayah menjadi perhatian dalam kegiatan Deklarasi dan Forum Kolaborasi “Membangun Utara” yang digelar di Sunlake Hotel, Sunter, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur, di antaranya jajaran Sudin Kominfotik, Dewan Kota, Polres Metro Jakarta Utara, Ketua PWI Pokja Jakarta Utara, serta para insan pers yang bertugas di wilayah Jakarta. Forum ini menjadi ruang untuk mempererat komunikasi sekaligus bertukar informasi antara media dengan berbagai stakeholder.
Ketua Umum PWJU, Habibah Binti Gana, dalam wawancara yang berlangsung di sela kegiatan menjelaskan bahwa pembentukan PWJU tidak hanya berorientasi pada keberadaan organisasi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta menciptakan regenerasi insan pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk saat ini 39 media yang tergabung dalam PWJU. Langkah selanjutnya setelah deklarasi ini, kita akan menciptakan program kerja. Ada beberapa program kerja yang akan kita lakukan,” ujar Habibah Binti Gana.
Ia menjelaskan, salah satu program yang menjadi perhatian PWJU adalah pelatihan jurnalistik bagi generasi muda. Program tersebut akan menyasar pelajar tingkat SLTA sederajat untuk memberikan pemahaman mengenai dunia jurnalistik sejak dini.
“Program kerja pertama adalah pelatihan jurnalistik untuk jurnalis muda atau jurnalis junior yang memang kita ambil dari kalangan SLTA sederajat. PWJU akan masuk ke mereka untuk memberikan pemahaman tentang dunia jurnalistik,” ungkapnya.
Selain pembinaan jurnalis muda, Habibah mengatakan PWJU juga berkomitmen membantu masyarakat, termasuk dalam hal pembangunan maupun perapian rumah ibadah apabila terdapat kebutuhan dan aspirasi dari warga.
“Yang kedua, kami juga akan berupaya membantu masyarakat, khususnya di rumah ibadah, pembangunan rumah ibadah maupun perapian rumah ibadah,” katanya.
Menurut Habibah, PWJU juga akan meningkatkan komunikasi dengan pemerintah, pelaku usaha swasta, maupun BUMN di Jakarta Utara. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami tetap akan lebih intens berkomunikasi dengan seluruh stakeholder yang ada di Jakarta Utara, khususnya pemerintah dan para pelaku usaha swasta maupun BUMN untuk sama-sama mengembangkan kerja sama yang baik, berkolaborasi untuk membangun Jakarta Utara,” ungkap Habibah.
Ia menambahkan, PWJU dibentuk sebagai wadah persaudaraan bagi para wartawan dan pelaku media yang berada di Jakarta Utara. Mayoritas anggota yang tergabung saat ini berasal dari media online.
“PWJU ini diciptakan bagaimana seluruh unsur jurnalis atau pengusaha yang ada di Jakarta Utara itu berhimpun dan berwadah dalam persaudaraan, dengan kata kunci Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara,” ujarnya.
Habibah berharap keberadaan PWJU dapat semakin dikenal dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam menyampaikan persoalan yang mereka alami.
“Kita ingin PWJU itu dikenal dan bisa mengabdi buat masyarakat. Kita hadir untuk membantu mereka tanpa ada biaya, bagaimana pemberitaan yang sebenarnya terjadi pada mereka. Jadi tidak ada bahasa bahwa yang punya uang saja yang bisa mendapatkan pemberitaan,” ungkapnya.
Melalui deklarasi dan forum kolaborasi tersebut, PWJU diharapkan dapat menjadi wadah yang tidak hanya memperkuat hubungan antarinsan pers, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas jurnalistik, regenerasi wartawan muda, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan pemerintah dan masyarakat.



































