JAKARTA, suararealitas.co – Penertiban parkir liar di depan RS Hermina Jakarta Barat seolah menjadi persoalan yang tak kunjung berujung.
Berkali-kali ditertibkan, namun kendaraan kembali memadati area yang mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan efektivitas penertiban yang selama ini dilakukan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga menilai, jika penertiban hanya dilakukan sesaat tanpa solusi permanen, persoalan parkir liar akan terus berulang.
Di tengah sorotan tersebut, Kasie Operasional Sudin Perhubungan Jakarta Barat, Agus Prasetyo mengungkapkan, bahwa persoalan parkir di depan RS Hermina telah dibahas dalam rapat bersama instansi terkait.
“Hasil rapat dengan instansi terkait, RS Hermina sedang menyiapkan tempat parkir di dalam RS Hermina, diperkirakan bualan Oktober selesai,” ujar Agus saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (7/9/2026).
Rencana tersebut diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kendaraan yang selama ini memilih parkir di luar area rumah sakit, termasuk di lokasi yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
Namun warga meminta agar rencana tersebut tidak berhenti sebatas hasil rapat. Mereka mendesak adanya kepastian kapan fasilitas parkir di dalam rumah sakit dapat digunakan dan bagaimana pengawasan terhadap kendaraan selama masa transisi.
“Jangan cuma ditertibkan ketika ramai diberitakan. Setelah itu kembali lagi. Kami minta Kasudin Perhubungan Jakbar jangan hanya mengandalkan razia, tetapi pastikan ada solusi dan pengawasan yang konsisten,” tegas warga.
Menurut warga, penataan parkir harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya memindahkan kendaraan ketika petugas datang, kemudian membiarkan kondisi kembali seperti semula setelah petugas meninggalkan lokasi.
Apalagi kawasan rumah sakit merupakan area dengan mobilitas tinggi. Kendaraan pasien, keluarga pasien, taksi, ojek daring maupun kendaraan pribadi terus berdatangan sehingga membutuhkan sistem parkir yang tertata.
Warga pun meminta Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat turun langsung memastikan persoalan tersebut tidak kembali menjadi masalah berulang.
“Kalau memang parkir di dalam RS Hermina sedang disiapkan, kami minta Kasudin mengawal sampai benar-benar terealisasi. Jangan sampai masyarakat hanya mendapat janji rapat, sementara parkir liar tetap berlangsung,” lanjutnya.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah Sudin Perhubungan Jakarta Barat. Apakah rencana penyediaan parkir di dalam RS Hermina benar-benar akan menjadi solusi permanen, atau kembali menjadi cerita lama: ditertibkan, reda sebentar, kemudian parkir liar muncul lagi.
Warga berharap kali ini penanganannya tidak setengah hati. Sebab, ketertiban lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan tindakan yang konsisten, bukan sekadar penertiban sesaat.



































