Parkir CNI Ditutup, Warga Protes Harus Ada Solusi

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Penutupan parkir yang selama ini digunakan masyarakat di kawasan CNI Kembangan menuai protes.

Paguyuban Masyarakat Betawi Kembangan bahkan mendatangi Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat untuk meminta pemerintah tidak sekadar melakukan penutupan, tetapi menghadirkan solusi bagi warga, Kamis (10/9/2026).

Aksi tersebut dipicu kebijakan penertiban terhadap parkir yang disebut sebagai parkir liar di kawasan CNI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga mempertanyakan langkah penutupan apabila belum disiapkan lokasi parkir alternatif yang dapat digunakan masyarakat.

Paguyuban Masyarakat Betawi Kembangan menilai, penertiban memang penting untuk menjaga ketertiban lalu lintas.

Baca Juga :  Kang Rahmad Sukendar Demo di Kejaksaan Agung Buntut Laporkan Dugaan Seleksi JPT Tertutup di Kabupaten Serang

Namun, persoalan tersebut dinilai tidak cukup diselesaikan hanya dengan memasang larangan atau menutup lokasi parkir.

“Kami tidak mempersoalkan penertiban. Tetapi jangan ditutup begitu saja tanpa ada solusi. Masyarakat membutuhkan tempat parkir yang jelas, aman dan tertata,” ujar perwakilan Paguyuban Masyarakat Betawi Kembangan.

Menurut warga, keberadaan parkir menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang datang dan beraktivitas di kawasan CNI.

Karena itu, pemerintah diminta duduk bersama warga dan pengelola untuk mencari solusi yang tidak merugikan kepentingan masyarakat.

Paguyuban kemudian menyampaikan aspirasi tersebut ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Mereka meminta Pemkot Jakbar memanggil instansi terkait dan mencari jalan keluar atas persoalan parkir di CNI.

Baca Juga :  Sejumlah Mahasiswa Desak KPK dan Kemendikbudristek Batalkan Pencalonan Rektor USU di Imipas

“Kalau memang parkir tersebut dianggap liar, silakan ditertibkan. Tapi pemerintah juga harus memberikan alternatif. Jangan masyarakat hanya mendapatkan larangan tanpa solusi,” tegasnya.

Paguyuban berharap Pemkot Jakarta Barat dapat melakukan evaluasi dan membuka ruang dialog dengan masyarakat sebelum kebijakan penutupan diberlakukan secara permanen.

Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kota Jakarta Barat. Apakah penutupan parkir di CNI hanya berhenti pada penertiban, atau pemerintah mampu menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat?

Berita Terkait

Benda Misterius Mirip Bom Rakitan Gegerkan Warga Tawang, Polisi Bergerak Cepat Amankan Bekas Pabrik Engsun
Parkir Liar Depan RS Hermina Membandel, Warga Desak Kepala UP Parkir hingga Kasudinhub Jakbar Bertindak Tegas
Mengaku Berkali-kali Dipaksa, Perempuan Muda di Tasikmalaya Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual
Mendagri Tinjau Program Bedah Rumah di Bukit Duri, Ajak Pemda Dukung Percepatan Perbaikan Hunian
Sejumlah Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Kembang Kerep Jakarta Barat, Para Korban Tergeletak di Jalan
Kepala Desa Purasari Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw sekaligus Pengajian Rutin BKMT di Kp Babakan Empang
Lantai 5 Apartemen Pavilion Jakpus Terbakar, 23 Unit Damkar Dikerahkan dan 14 Orang Dievakuasi
Pedagang Cermin Tewas di Tengah Kericuhan DPR, Puan Minta Dugaan Keterlibatan Ormas Diusut

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:32 WIB

Parkir CNI Ditutup, Warga Protes Harus Ada Solusi

Selasa, 8 September 2026 - 12:02 WIB

Parkir Liar Depan RS Hermina Membandel, Warga Desak Kepala UP Parkir hingga Kasudinhub Jakbar Bertindak Tegas

Minggu, 6 September 2026 - 11:53 WIB

Mengaku Berkali-kali Dipaksa, Perempuan Muda di Tasikmalaya Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual

Sabtu, 5 September 2026 - 22:45 WIB

Mendagri Tinjau Program Bedah Rumah di Bukit Duri, Ajak Pemda Dukung Percepatan Perbaikan Hunian

Sabtu, 5 September 2026 - 16:57 WIB

Sejumlah Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Kembang Kerep Jakarta Barat, Para Korban Tergeletak di Jalan

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Kapolri: Berantas Pungli dan Premanisme demi Jaga Iklim Investasi

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:08 WIB