JAKARTA, Suararealitas.co – Ketua Perempuan Rakyat Indonesia (PERI) Hardini Puspasari, M.Si., menegaskan pentingnya menjadikan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menyiapkan generasi penerus yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut disampaikan Hardini saat kegiatan bertajuk “Mimpi Anak Indonesia 2026” yang diselenggarakan PERI di Auditorium Rumah Rakyat Indonesia, DPP Partai Rakyat Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Menurut Hardini, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak, mulai dari perlindungan, pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, hingga kesempatan yang setara bagi setiap anak Indonesia. Melalui gerakan tersebut, PERI mendorong lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam membangun Indonesia melalui perhatian dan kepedulian terhadap anak-anak,” kata Hardini.
Ia menegaskan, anak merupakan aset paling berharga bagi bangsa. Kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh perhatian yang diberikan kepada anak-anak sejak dini.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, setiap upaya yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan anak merupakan investasi terbaik bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Hardini mengatakan pembangunan generasi unggul tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah. Menurutnya, keberhasilan tersebut membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan penuh kasih sayang.
Ia menilai pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pendidikan yang berkualitas, serta pembentukan karakter sejak usia dini menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.
“Kita ingin memastikan setiap anak Indonesia memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, berkembang, dan hidup dalam lingkungan yang aman, sehat, serta penuh kasih sayang. Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila keluarga Indonesia kuat dan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, bahagia, serta berkarakter,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hardini juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan kompetitif.
Selain itu, ia mengapresiasi berbagai kebijakan di bidang pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, penguatan pendidikan kejuruan, serta peningkatan kompetensi guru yang dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Indonesia menghadapi tantangan global.

Hardini menilai anak-anak yang saat ini berada pada usia dini merupakan calon pemimpin Indonesia dalam 15 hingga 20 tahun mendatang. Oleh sebab itu, mereka harus dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas, asupan gizi yang baik, pembentukan karakter, serta kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan melek teknologi.
“Keberhasilan membangun generasi emas Indonesia tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran keluarga, khususnya para ibu, sangat menentukan. Di balik anak-anak yang hebat selalu ada ibu yang penuh kasih sayang, penuh perjuangan, dan tanpa lelah mendampingi tumbuh kembang putra-putrinya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hardini berharap anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cerdas, enerjik, berkarakter, berintegritas, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. Untuk mewujudkan hal tersebut, menurutnya diperlukan pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kompetensi guru hingga penyiapan generasi muda yang mampu menjadi teladan.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Hardini menegaskan bahwa PERI akan terus membuka ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkarya, berkreasi, serta mengembangkan inspirasi, kreativitas, dan integritas. Menurutnya, anak-anak perlu diberikan ruang untuk berekspresi, mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini.
Sebagai tindak lanjut dari gerakan “Mimpi Anak Indonesia”, Hardini mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut direncanakan akan diperluas ke lima kota besar di Indonesia. Program itu akan menghadirkan berbagai kegiatan, seperti Deklarasi Anak Indonesia, Konferensi Anak, forum inspiratif, kegiatan literasi, pertunjukan seni dan budaya, hiburan ramah anak, hingga berbagai aktivitas kreatif yang memberi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat, aspirasi, dan cita-cita mereka.
Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu menumbuhkan keberanian anak-anak Indonesia untuk bermimpi besar, berprestasi, memiliki kepedulian sosial, serta menjadi generasi yang mencintai bangsa dan negaranya.
Hardini juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan masa depan bangsa. Menurutnya, kesejahteraan perempuan akan berdampak langsung terhadap ketahanan keluarga dan kualitas tumbuh kembang anak.
“Ketika perempuan sejahtera, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat pun akan semakin sejahtera. Membangun masa depan bangsa dimulai dari setiap anak Indonesia, dimulai dari terpenuhinya kebutuhan gizi setiap hari, kesehatan yang terjaga, pendidikan yang baik, serta kesejahteraan keluarga,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Hardini mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bergandengan tangan menjaga, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak Indonesia. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan seluruh komponen bangsa.
“Perempuan Indonesia maju, bangsa Indonesia pun akan maju. Bersama kita melangkah, bersama kita memberikan dampak nyata bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.




































