TANGERANG SELATAN, suararealitas.co – Kinerja kepolisian kembali dipertanyakan. Praktik peredaran obat keras terbatas di Tangerang Selatan, kini memunculkan dugaan serius adanya pembiaran yang berlangsung secara sistematis.
Berdasarkan penelusuran lapangan, aktivitas ilegal tersebut dilaporkan tidak lagi beroperasi secara sembunyi-sembunyi.
Di titik-titik tertentu, seperti Jl. Palem Indah, Komplek Puri Bintaro, Pondok Pucung, Pondok Aren, Jalan Jelupang Raya No.50, Jelupang, Jl. Raya Pondok Jagung, RT.01/RW.01, Jl. Melati Permai Raya No.1, dan Lengkong Wetan, Kota Tangerang Selatan, Banten transaksi pil koplo disebut berjalan relatif terbuka dengan intensitas tinggi pada waktu-waktu tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah lama itu, bukan rahasia lagi. Orang dewasa hingga muda datang silih berganti, transaksi juga kelihatan,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.
Lebih ironisnya lagi, sejumlah pedagang mengaku bisa tetap berjualan lantaran adanya dugaan “setoran” rutin kepada oknum tertentu agar aktivitas mereka tidak diganggu.
Bahkan, kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan aparat penegak hukum di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan.
Hingga saat ini, belum terlihat langkah penindakan signifikan terhadap lokasi-lokasi yang disebut menjadi pusat aktivitas tersebut.
Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh media kepada Kasat Narkoba Polres Tangsel, AKP Pardiman, pada Kamis (18/6/2026), belum mendapatkan respons resmi.
Minimnya klarifikasi dari pihak kepolisian justru mempertebal spekulasi di tengah masyarakat.
Kendati demikian, masyarakat pun mendesak agar aparat penegak hukum tidak hanya bersikap reaktif, tetapi proaktif melakukan penyelidikan mendalam.
Jika tidak segera ditangani secara transparan, dikhawatirkan jaringan ini akan semakin mengakar dan merusak tatanan sosial masyarakat di Tangerang Selatan.
Selama sistem ini dibiarkan yang bekerja bukan hanya obat, melainkan kesepakatan sunyi yang membuatnya terus beredar.




































