Jakarta, Suararealitas.co – PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif pada kuartal I 2026 seiring penguatan bisnis golf dan berlanjutnya pengembangan sektor properti serta hospitality yang menjadi fokus ekspansi perseroan.
Berdasarkan paparan publik perusahaan, laba usaha GOLF pada kuartal I 2026 melonjak 146,2 persen menjadi Rp3,18 miliar dibandingkan Rp1,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp1,59 miliar atau meningkat 20,6 persen dibandingkan kuartal I 2025 sebesar Rp1,32 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sisi pendapatan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp28,82 miliar pada kuartal I 2026, naik 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp28,45 miliar. Adapun laba kotor meningkat 5,4 persen menjadi Rp15,36 miliar.
Dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, 2 Juni 2026, Investor Relations PT Intra GolfLink Resorts Tbk, Rave Arvense, memaparkan bahwa perseroan terus mengembangkan ekosistem bisnis terintegrasi yang mengombinasikan lapangan golf, properti, dan hospitality melalui sejumlah proyek strategis di Bali, Sentul, dan Belitung guna memperkuat sumber pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Saat ini, GOLF memiliki portofolio utama berupa New Kuta Golf di Bali, Palm Hill Golf Club di Sentul, Bogor, serta Black Rocks Golf di Belitung. Selain bisnis golf sebagai sumber pendapatan berulang, perseroan juga mengembangkan proyek properti melalui Sequoia Hills di Sentul, The Links Golf Villa Bali, dan The Links Golf Villa Belitung.
New Kuta Golf Bali masih menjadi kontributor terbesar pendapatan operasional perusahaan. Lapangan golf seluas 85 hektare tersebut mencatat pendapatan sebesar Rp24,06 miliar pada kuartal I 2026 dengan tingkat utilisasi mencapai 54 persen atau sebanyak 13.846 putaran permainan golf.
Untuk meningkatkan daya tarik kawasan, perseroan telah menghadirkan Hole 17 baru bertajuk “Dewa’s Landing”, sebuah hole ikonik dengan panorama air terjun dan danau yang dirancang untuk memperkuat pengalaman bermain golf sekaligus mendukung pengembangan wisata premium.
Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan berbagai fasilitas pendukung seperti venue acara, fasilitas golf-tainment, hybrid driving range, clubhouse baru, area komersial, sauna, whirlpool, ruang ganti, dan berbagai fasilitas rekreasi lainnya guna meningkatkan pengalaman pengunjung.
Di sektor hospitality, perseroan menyiapkan proyek Banyan Tree Pecatu Bali yang akan dikelola oleh jaringan hotel internasional Banyan Tree. Hotel mewah yang dibangun di kawasan New Kuta Golf tersebut akan berdiri di atas lahan sekitar 5,1 hektare dengan 70 vila eksklusif dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Pada bisnis properti, perusahaan terus melanjutkan pengembangan The Links Golf Villa Bali yang mencakup 131 unit vila dalam empat klaster. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan nilai kawasan golf melalui pengembangan properti premium.
Sementara itu, proyek Sequoia Hills di Sentul, Jawa Barat, dikembangkan di atas lahan seluas 76 hektare dengan total 14 klaster hunian. Hingga saat ini, empat klaster telah diluncurkan sebagai bagian dari pengembangan kawasan residensial terpadu yang didukung berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat aktivitas komersial.
Perseroan juga memperluas pengembangan di Belitung melalui proyek The Links Golf Villa Belitung yang direncanakan meluncur pada 2026 dengan total 44 unit vila. Kawasan tersebut turut didukung pengembangan Laskar Pelangi Beach Food Plaza dan Black Rocks Camping Ground untuk memperkuat daya tarik wisata dan aktivitas rekreasi di wilayah tersebut.
Secara historis, GOLF menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pendapatan perusahaan meningkat dari Rp177,58 miliar pada 2023 menjadi Rp215,52 miliar pada 2025 atau tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 10,2 persen dalam dua tahun terakhir.
Di sisi neraca, total aset perseroan per kuartal I 2026 mencapai Rp8,69 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp8,02 triliun dan liabilitas Rp672,26 miliar. Struktur permodalan tersebut dinilai memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi bisnis dan pengembangan kawasan strategis yang dimiliki.
Perseroan menilai prospek industri golf dan pariwisata nasional masih menjanjikan, terutama dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara ke Bali yang mencapai 6,95 juta orang sepanjang 2025. Tren tersebut diperkirakan akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan bisnis golf tourism, hospitality, dan properti yang menjadi fokus pengembangan GOLF ke depan.
Didirikan pada 2005, PT Intra GolfLink Resorts Tbk telah bertransformasi dari operator lapangan golf menjadi pengembang kawasan terpadu berbasis golf, pariwisata, properti, dan hospitality. Perseroan juga telah melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2024 dengan menghimpun dana sekitar Rp390 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis dan ekspansi kawasan strategis di Bali, Sentul, dan Belitung.




































