Jadi Sorotan Publik, Ribuan Penjor Hiasi Pulau Dewata Bali

- Jurnalis

Senin, 6 Juni 2022 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jadi Sorotan Publik, Ribuan Penjor Hiasi Pulau Dewata Bali


Denpasar – Hari Penyajaan Galungan adalah perayaan umat Hindu. Menjelang perayaan hari raya suci Galungan yang jatuh pada Budha Kliwon Dungulan atau Rabu Kliwon wuku Dungulan dalam kalender Bali. Lantaran, dua hari sebelum hari raya Galungan ribuan penjor menghiasi Pulau Dewata.

Perlu diketahui, terdapat rentetan upacara keagamaan tersebut antara lain, mulai Tumpek Wariga (Pengatag), Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Penyekeban, Penyajaan, Penampahan, kemudian diikuti dengan Hari Raya Galungan, dan Manis Galungan sehari sesudahnya. 

Adapun, antusias seluruh umat Hindu di Bali menjadi perhatian publik, dikarenakan sebagian warga Banjar Bumi Asri bergotong royong dalam menyelesaikan pembuatan penjor. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara fisik, penjor berupa bambu yang dihiasi janur, dan hasil bumi. Kemudian, Penjor menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan hari raya Galungan. 

Baca Juga :  Wow! Wamentan RI Kunker ke Kebun Lahan Poktan Harapan Baru

Menurut Kelian Adat Banjar Bumi Asri, I.B. Putu Baskara, SE mengatakan, dalam membuat sebuah Penjor bagi seluruh umat Hindu adalah kewajiban sebagai persembahan. 

“Penjor ini merupakan bentuk ungkapan bersyukur umat Hindu atas kemenangan Dharma melawan Adharma,” ujar I.B. Putu Baskara, SE saat dimintai keterangan oleh wartawan, Senin (6/6/2022) di Banjar Bumi Asri, Jl. Pulau Sula No. 41, Dauh Puri Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali.

Tidak hanya itu saja, lanjut Ajik Baskara, penjor dihiasi agar indah dan menarik sebagai ungkapan rasa terima kasih kita kepada Ida Sang Hyang Widhi, karena dalam ajaran umat Hindu disebutkan sebagai ungkapan ketulusan yang diwujudkan dengan keindahan.

Baca Juga :  Di Cipondoh Asap Sampah Tak Kasatmata, Jadi Ancaman Nyata

“Seluruh umat Hindu berupaya bagaimana membuat penjor itu paling indah, selain penjor sebagai lambang dari kemakmuran alam semesta, dan juga merupakan salah satu daya tarik pariwisata Bali, sehingga warga pun sangat antusias dalam membuat penjor ini,” katanya.

Selain untuk prasarana Upakara, kata Ajik Baskara, penjor di buat terlihat indah, dan sedap di pandang mata.

Ajik Baskara pun berharap kedepannya agar generasi muda lebih aktif, dan berkreatifitas dalam pembuatan penjor supaya  bisa mempertahankan seni budaya yang merupakan salah satu ujung tombak pariwisata Bali.

Penulis: Sugiharta

Editor: Reza Mahendra

Berita Terkait

Enam Tahun Menggantung, Dua Sertifikat PTSL Warga Serang Tak Kunjung Terbit
Urus SHM Tak Kunjung Jadi Sejak 2024, Warga Sepatan Timur Jadi Korban Calo Sertifikat dan Dugaan Keterlibatan Oknum BPN Kabupaten Tangerang
Gotong Royong Warga Tanjung Kait Bersihkan Pesisir, Dukung Penataan Kawasan Pantai
Srikandi PP Kota Tangerang Gelar Pengajian Bulanan, Tono Darusalam: Jadi Motivasi Daerah Lain
Peringatan Konstruktif Bupati Tolikara di Forum APKASI 2026: Risiko Ganda Pemerintahan Daerah di Tanah Papua dalam Tekanan Fiskal, Keamanan, dan Pembangunan
Perumda Tirta Benteng Buka Seleksi Pendaftaran Calon Penyedia Jasa
Diduga SDN Jombang 05 Hilangkan Ijazah
Pimpinan DPRD Pastikan Tidak Ada Pembahasan Zonasi Prostitusi di Kota Tangerang

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 19:09 WIB

Enam Tahun Menggantung, Dua Sertifikat PTSL Warga Serang Tak Kunjung Terbit

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:11 WIB

Urus SHM Tak Kunjung Jadi Sejak 2024, Warga Sepatan Timur Jadi Korban Calo Sertifikat dan Dugaan Keterlibatan Oknum BPN Kabupaten Tangerang

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:18 WIB

Gotong Royong Warga Tanjung Kait Bersihkan Pesisir, Dukung Penataan Kawasan Pantai

Senin, 26 Januari 2026 - 19:50 WIB

Srikandi PP Kota Tangerang Gelar Pengajian Bulanan, Tono Darusalam: Jadi Motivasi Daerah Lain

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:02 WIB

Peringatan Konstruktif Bupati Tolikara di Forum APKASI 2026: Risiko Ganda Pemerintahan Daerah di Tanah Papua dalam Tekanan Fiskal, Keamanan, dan Pembangunan

Berita Terbaru