Bulan Ramadhan || Aceng Syamsul Hadie: Bulan Revolusi Moral Umat 

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, Suararealitas.co – Ramadhan sering dipahami sebagai bulan ibadah yang penuh dengan ritual spiritual: puasa, shalat tarawih, tadarus, dan berbagai bentuk amal kebajikan lainnya. Namun jika dipahami secara lebih mendalam, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah sekolah moral yang dirancang untuk melahirkan manusia yang berintegritas, jujur, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi.

“Bulan Ramadhan merupakan bulan revolusi umat, atau sebagai sekolah tempat kaderisasi yang dirancang untuk melahirkan manusia yang berintegritas, jujur, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi”, ungkap Aceng Syamsul Hadie,Sos., MM selaku Ketua Umum Yayasan Daarurrahman Cigayam Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka.

Aceng menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Ia adalah latihan untuk mengendalikan hawa nafsu, menundukkan ego, dan membangun kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral di hadapan Allah dan sesama manusia. Prinsip ini ditegaskan dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa tujuan utama puasa adalah agar manusia mencapai derajat takwa. Takwa bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga menyangkut integritas moral dalam kehidupan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, di tengah masyarakat modern yang semakin religius secara simbolik, kita justru menyaksikan berbagai krisis moral yang serius. Korupsi, manipulasi kekuasaan, ketimpangan ekonomi, dan berbagai bentuk ketidakadilan sosial masih menjadi masalah besar di banyak negara, termasuk di negeri-negeri yang mayoritas penduduknya Muslim.

Baca Juga :  Datangi Pos, Satgas Yonif 642/Kps Pos Bantan Berikan Layanan Kesehatan kepada Warga

“Fenomena ini menunjukkan bahwa agama sering kali berhenti pada level simbol dan ritual, tanpa benar-benar menembus wilayah etika dan moralitas publik. Ramadhan dirayakan dengan meriah, masjid penuh dengan jamaah, tetapi setelah bulan suci berakhir, praktik ketidakjujuran dan penyalahgunaan kekuasaan kembali terjadi”, tambahnya.

Di sinilah relevansi gagasan revolusi moral umat menjadi sangat penting. Aceng menerangkan, Puasa sebagai latihan integritas, dimana puasa mengajarkan manusia untuk berkata “tidak” terhadap keinginan dirinya sendiri. Selama berjam-jam seseorang menahan diri dari makan, minum, dan berbagai kenikmatan duniawi, bukan karena tidak mampu, tetapi karena kesadaran spiritual bahwa Allah selalu mengawasi.

Latihan ini sebenarnya merupakan pendidikan integritas yang sangat kuat. Seseorang yang mampu menahan diri dari sesuatu yang halal pada waktu tertentu, seharusnya lebih mampu menjauhi hal-hal yang jelas haram seperti korupsi, penipuan, dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Dengan kata lain, puasa melatih manusia untuk membangun moralitas yang tidak bergantung pada pengawasan manusia, tetapi pada kesadaran batin bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi di hadapan Tuhan”, paparnya.

Acengpun mengingatkan bahwa Ramadhan juga mengajarkan pentingnya solidaritas sosial. Rasa lapar yang dialami selama berpuasa seharusnya menumbuhkan empati terhadap mereka yang hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan.

Baca Juga :  Koramil 01 Teluknaga Laksanakan PPKM Mikro Di Pasar

Karena itu, Islam menempatkan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian penting dari ibadah Ramadhan. Melalui mekanisme ini, agama tidak hanya membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga mendorong lahirnya keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.

Jika nilai ini benar-benar dipraktikkan, Ramadhan dapat menjadi kekuatan moral yang mendorong perubahan sosial yang nyata.

“Sejarah menunjukkan bahwa peradaban besar selalu dibangun di atas fondasi moral yang kuat. Tanpa integritas, kekuasaan akan berubah menjadi tirani, kekayaan akan berubah menjadi eksploitasi, dan ilmu pengetahuan akan kehilangan arah kemanusiaannya. Karena itu, Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk melakukan refleksi kolektif: apakah ibadah yang kita lakukan benar-benar mampu membentuk karakter yang lebih jujur, adil, dan bertanggung jawab”, tandasnya.

Jika Ramadhan hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa perubahan perilaku, maka esensi puasa belum sepenuhnya tercapai. Tetapi jika Ramadhan mampu melahirkan manusia yang lebih berintegritas, berani menegakkan keadilan, dan peduli terhadap sesama, maka di situlah revolusi moral umat benar-benar dimulai.

“Pada akhirnya, kemenangan Ramadhan tidak hanya ditandai oleh berakhirnya puasa, tetapi oleh lahirnya manusia-manusia baru yang menjadikan nilai moral sebagai fondasi kehidupan pribadi, sosial, dan peradaban”, pungkasnya.[]

Berita Terkait

Proyek Jalan Lingkungan RW 016 Kapuk DiSorot Warga,Sudin Perumahan Diminta Turun Tangann
Sampah Menumpuk di Rusun Pesakih,Warga Keluhkan Lambannya Pengangkutan
PAM Jaya Kejar Target Proyek SPAM Jatiluhur Hilir di Rorotan, Tingkatkan Layanan Air Bersih Warga
Satpol PP Jakut Gelar Syukuran atas Prestasi Satlinmas Juara 1 Lomba PBB DKI
Pemprov DKI Dorong Warga Rusun Persakih Miliki Hunian Terjangkau
PAM Jaya Suplai Air Bersih Terkendala Tehnis Anomali Dalam Sistim Suplai Bukan Kekeringan
Sosialisasi Hunian Dorong Housing Career Masyarakat Dari Hunian Sewa Menuju Kemampuan Memiliki Hunian
Keterbukaan Informasi Dipertanyakan, Forum Jurnalis Soroti Kinerja Kasudin SDA dan Bina Marga Jakarta Barat

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:44 WIB

Proyek Jalan Lingkungan RW 016 Kapuk DiSorot Warga,Sudin Perumahan Diminta Turun Tangann

Selasa, 22 September 2026 - 12:46 WIB

Sampah Menumpuk di Rusun Pesakih,Warga Keluhkan Lambannya Pengangkutan

Senin, 21 September 2026 - 20:58 WIB

PAM Jaya Kejar Target Proyek SPAM Jatiluhur Hilir di Rorotan, Tingkatkan Layanan Air Bersih Warga

Senin, 21 September 2026 - 14:39 WIB

Satpol PP Jakut Gelar Syukuran atas Prestasi Satlinmas Juara 1 Lomba PBB DKI

Jumat, 18 September 2026 - 21:36 WIB

Pemprov DKI Dorong Warga Rusun Persakih Miliki Hunian Terjangkau

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Pilkades Serentak di Kabupaten Bekasi Berlangsung Aman dan Kondusif

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:44 WIB

Kabar Polisi

Pelayanan Humanis, Polisi Berbagi Roti dan Air di Tengah Aksi

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:39 WIB

Kabar Polisi

Polisi Telusuri Dugaan Pungutan dan Aktivitas di Kawasan Kalijodo

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:34 WIB