NTT, suararealitas.co – Akses utama penghubung Desa Lekik dan Desa Batutua di RT.09/RW. 05, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) terputus akibat diterjang banjir hingga mengakibatkan terganggunya mobilitas masyarakat, Senin (2/3/2026).
Warga sekitar mengeluhkan amblasnya jalan, hingga meminta pemerintah daerah turun tangan terkait insiden tersebut.
“Tiap hari lewat sini, tidak ada jalan lain. Kalau terputus ya adik-adik sekolah kesulitan dan harus ekstra hati-hati untuk menyeberang aliran air yang deras itu. Jalan satu-satunya di sini,” keluh tokoh pemuda, Yandri kepada suararealitas.co di kawasan Desa Lekik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan dilokasi, masyarakat setempat turut serta membantu menggotong kendaraan anak-anak sekolah yang melintasi akses tersebut.
Yandri menuturkan, bahwa saat ini, sebagian warga memilih tidak mengambil risiko dan meski terkadang ada beberapa dari mereka menunggu kurang lebih satu jam untuk menunggu air surut.
Dia pun mengaku sudah menyampaikan keluhan warga ke instansi terkait, namun belum mendapat respons maupun tiindakan konkrit, melainkan hanya janji kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kadis PUPR Kabupaten Rote Ndao, Soni Saban mengatakan, bahwa ruas jalan itu diperbaiki tahun 2023 lantaran keterbatasan anggaran sehingga deker existing tidak diganti hanya bagian alur kalinya yang dibersihkan.
“Melihat kondisi sekarang dimana debit air yang besar saat banjir, maka solusi teknis terbaik adalah perlu dibangun jembatan. Tim teknis Dinas PUPR akan segera turun ke lokasi untuk menghitung jenis konstruksi jembatan dan kebutuhan anggaran,” kata Soni saat dikonfirmasi suararealitas.co via WhatsApp.
“Nanti setelah tim teknis turun baru bisa kami putuskan seperti apa tindakan daruratnya yang tentunya disesuaikan anggaran yang tersedia,” sambungnya.
Soni mengaku, bahwa pihaknya akan mengusulkan anggaran ke TAPD terkait langkah dan bantuan yang diberikan pemerintah akibat dampak dari peristiwa tersebut.
“Kami akan mengusulkan anggaran ke TAPD setelah tim teknis turun ke lokasi,” pungkasnya.



































