Jakarta, Suararealitas.co — Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar, Dadiyono, menghadiri acara Halal Bihalal Paguyuban Keluarga Besar Peniron, Kebumen, yang digelar di Jakarta, Minggu (19/4/2025). Momentum ini menjadi ajang penting untuk mempererat ikatan sosial sekaligus meneguhkan peran warga perantauan dalam menjaga identitas daerah.
Kegiatan yang dihadiri warga asal Kebumen dari berbagai wilayah seperti Jabodetabek, Bandung, hingga Banten tersebut tidak hanya diisi dengan silaturahmi, tetapi juga diramaikan dengan pertunjukan seni tradisional serta bazar UMKM. Kehadiran unsur budaya dan ekonomi ini memperlihatkan bahwa komunitas perantau tetap aktif menghidupkan tradisi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.
Dalam sambutannya, Dadiyono menilai kekompakan warga Peniron di perantauan sebagai kekuatan sosial yang patut dijaga. Ia menyebut kegiatan semacam ini sebagai bentuk nyata pelestarian budaya atau “nguri-uri” tradisi leluhur di tengah kehidupan kota besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semangat kebersamaan seperti ini tidak mudah dijaga, tapi warga Peniron membuktikan bisa,” ujarnya di hadapan para peserta.
Lebih jauh, ia juga menyinggung pentingnya kehadiran representasi politik dari daerah asal. Menurutnya, aspirasi masyarakat Peniron akan lebih kuat jika ada figur yang duduk di lembaga legislatif.
“Kalau ada yang siap maju dan berkomitmen, tentu partai siap membuka ruang dan memfasilitasi,” kata Dadiyono, yang langsung mendapat respons antusias dari peserta yang hadir.
Suasana saat itu terasa hidup. Reaksi audiens bukan sekadar formalitas, melainkan mencerminkan harapan nyata akan adanya keterwakilan politik yang mampu membawa suara daerah ke tingkat pengambilan kebijakan.
Selain isu representasi, Dadiyono juga menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi desa ke depan. Ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pembangunan, selama komunikasi antarlevel pemerintahan tetap berjalan.
“Ruang anggaran semakin terbatas, tapi peluang tetap ada jika komunikasi dengan pemerintah daerah hingga pusat terus dijaga,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa DPRD memiliki peran strategis sebagai jembatan aspirasi, termasuk bagi masyarakat perantauan yang tetap memiliki keterikatan dengan kampung halaman.
Di sisi lain, Dadiyono juga menggarisbawahi pentingnya menjaga harmoni di Jakarta sebagai kota yang dihuni berbagai latar belakang budaya. Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan semangat kebersamaan seperti yang ditunjukkan paguyuban ini.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh komunitas, di antaranya Ketua Panitia Suradi, Ketua PKB PK Suwarti, serta sesepuh Sukarjo. Kehadiran mereka memperkuat nilai kekeluargaan yang menjadi fondasi utama paguyuban.
Tak hanya menjadi ajang temu kangen, kegiatan ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka. Aktivitas ekonomi yang tumbuh dari komunitas ini menjadi bukti bahwa solidaritas sosial dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa acara seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan rutin. “Di sini kami merasa tetap terhubung dengan akar, meski hidup jauh dari kampung halaman,” katanya.
Paguyuban Keluarga Besar Peniron berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah konsolidasi sosial, pelestarian budaya, sekaligus penguatan ekonomi warga perantauan.




































