Terminal Teluk Lamong Layani Pengangkutan Ekspor Multimoda Perdana, Terbukti Lebih Efisien

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, suararealitas.co – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatat tonggak penting dalam upaya mendorong efisiensi rantai pasok nasional dengan melayani pengangkutan ekspor multimoda perdana.

Pengiriman perdana ini dilakukan pada Kamis (23/10/2025), dengan rute Stasiun Semarang Tawang – Terminal Teluk Lamong, sebagai bagian dari implementasi skema multimoda transportasi ekspor yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Bintang Laut Platinum selaku operator angkutan multimoda, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Terminal Teluk Lamong, dan OOCL Shipping.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komoditas yang diangkut merupakan produk industri asal Jawa Tengah dengan tujuan ekspor ke berbagai negara di Asia.

Melalui skema multimoda, muatan ekspor dari Stasiun Semarang Tawang diangkut menggunakan kereta api menuju Stasiun Surabaya Benteng, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman via truk ke Terminal Teluk Lamong untuk proses muat ekspor.

Baca Juga :  PT Maxindo Karya Anugrah Tbk Perkuat Langkah Ekspansi Regional di 2025

Seluruh dokumen kepabeanan ekspor (PEB, NPE, BL, dan Customs Manifest) telah diselesaikan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjung Emas, dengan pengawasan KPPBC Tanjung Perak di Pelabuhan Surabaya Teluk Lamong.

Model ini terbukti lebih efisien dari sisi waktu, biaya, dan kelengkapan dokumen, dibandingkan mekanisme konvensional yang seluruhnya menggunakan truk dari Semarang ke Surabaya.

Selain itu, bea keluar dan devisa hasil ekspor tetap tercatat dan kembali ke daerah asal (Semarang), menjaga kontribusi ekonomi lokal.

Iko Sukma Handriadianto selaku Direktur Operasi PT Bintang Laut Platinum yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Logistik dan Multimoda DPW ALFI Jawa Timur pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada Tim KPPBC Tanjung Perak dan Tim Terminal Teluk Lamong atas dukungannya. Kegiatan perdana ini luar biasa, membuktikan Pelabuhan Surabaya berfungsi sebagai hub port internasional untuk integrasi transportasi single document antar wilayah dan antar negara,” ujar Iko.

Baca Juga :  Penandatanganan PKS antara BRI KC Serang dan Perumahan Kierana Indah Serang untuk Perumahan FLPP Subsidi

Kendati demikian, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa skema multimoda memberikan manfaat besar bagi eksportir, terutama yang berlokasi jauh dari pelabuhan.

“Multimoda menjadi solusi logistik terintegrasi yang mampu menekan biaya, mempercepat waktu tempuh, dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan secara optimal,” jelas David.

“Dampak positif lainnya adalah pengurangan beban lalu lintas jalan raya serta penurunan emisi kendaraan angkutan. Dengan memindahkan sebagian muatan ke moda kereta api, efisiensi logistik meningkat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan,” pungkas David.*(KN)

Berita Terkait

BSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus
Ditjen Hubla Perkuat Pengawasan Penggunaan Perairan, Cegah Potensi PNBP Negara Hilang
Mengenal PT Rama Indonesia, Pengendali Baru DPUM Bagian dari Unirama Group
Oxalá Energy International Tandatangani CSPA Akuisisi 75% Saham PT Aztech Pandu Persada, Perkuat Ekspansi di Sektor Energi
Ditjen Hubla Perkuat Penegakan Hukum Maritim melalui Diklat Manajemen PPNS 200 Jam
GUT Dorong Transisi Energi, Buka Peluang Industri dan SDM Indonesia Naik Kelas
Salah Tangani Dangerous Goods Bisa Picu Risiko Serius, KPLP Tekankan Kompetensi SDM
WBSA Catat Pertumbuhan Pendapatan 42,6% pada 1H26, Perkuat Ekosistem Logistik B2B Terintegrasi

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:13 WIB

BSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus

Selasa, 15 September 2026 - 13:02 WIB

Ditjen Hubla Perkuat Pengawasan Penggunaan Perairan, Cegah Potensi PNBP Negara Hilang

Senin, 14 September 2026 - 06:36 WIB

Mengenal PT Rama Indonesia, Pengendali Baru DPUM Bagian dari Unirama Group

Rabu, 9 September 2026 - 06:53 WIB

Oxalá Energy International Tandatangani CSPA Akuisisi 75% Saham PT Aztech Pandu Persada, Perkuat Ekspansi di Sektor Energi

Rabu, 2 September 2026 - 14:46 WIB

Ditjen Hubla Perkuat Penegakan Hukum Maritim melalui Diklat Manajemen PPNS 200 Jam

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

BSI Siap Kolaborasi Dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:13 WIB