Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTSalah Tangani Dangerous Goods Bisa Picu Risiko Serius, KPLP Tekankan Kompetensi SDMKomentar: 0
Dangerous Goods

Salah Tangani Dangerous Goods Bisa Picu Risiko Serius, KPLP Tekankan Kompetensi SDM

Suara Realitas, 1 September 2026, 23:32 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf

JAKARTA, suararealitas.co – Keselamatan penanganan dan pengangkutan barang berbahaya (dangerous goods) di pelabuhan sangat ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di dalamnya.

Karena itu, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat keselamatan dan keamanan pelayaran.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, saat menutup kegiatan Diklat Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya di Jakarta, Selasa (1/9).

“Diklat ini merupakan bagian penting dari upaya kita untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapsiagaan sumber daya manusia dalam menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran, khususnya dalam penanganan dan pengangkutan barang berbahaya,” ujar Triono.

Menurutnya, dangerous goods memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda dibandingkan dengan muatan pada umumnya.

Baca Juga :  Remunerasi Belum Dibayar, Ratusan Pekerja PT MTI Gelar Aksi Damai di Tanjung Priok

Oleh sebab itu, seluruh tahapan penanganannya harus dilakukan secara tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kesalahan dalam mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mengemas, hingga mengangkut barang berbahaya dapat menimbulkan risiko serius terhadap manusia, kapal, fasilitas pelabuhan, maupun lingkungan,” jelasnya.

Selama mengikuti diklat, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai penanganan serta pengangkutan barang berbahaya, termasuk pemahaman terhadap ketentuan International Maritime Dangerous Goods Code (IMDG Code) serta regulasi nasional yang berlaku.

“Pemahaman terhadap ketentuan internasional dan ketentuan nasional harus benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas di wilayah kerja masing-masing,” tegasnya.

Ia juga mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan dengan membawa pengetahuan yang diperoleh kembali ke unit kerja dan daerah masing-masing.

“Jadikan apa yang telah dipelajari sebagai pedoman dalam melaksanakan pengawasan, pemeriksaan, pelayanan, maupun pembinaan kepada para pengguna jasa transportasi laut,” katanya.

Baca Juga :  Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Bantuan Tanggap Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh

Lebih lanjut, Triono berharap setelah diklat ini akan semakin banyak personel yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap keselamatan barang berbahaya di seluruh pelabuhan Indonesia.

“Dengan demikian, kita dapat memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian, sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan dalam penanganan muatan berbahaya,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Triono menyampaikan apresiasi kepada Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL), para instruktur, narasumber, serta seluruh panitia penyelenggara.

“Saya juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian Diklat Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya dengan baik,” pungkasnya.

Baca tentangDangerous Goods
Lihat Maritim Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Maritim
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain