SPI Dorong Agroekologi Jadi Benteng Kedaulatan Pangan Hadapi El Niño

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Serikat Petani Indonesia (SPI) mendorong penguatan sistem pertanian berbasis agroekologi sebagai salah satu strategi menghadapi dampak perubahan iklim dan ancaman El Niño terhadap produksi pangan nasional.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Agroekologi bertajuk “Memperkuat Agroekologi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Tengah Ancaman Perubahan Iklim & El Niño” yang digelar di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Seminar tersebut diikuti perwakilan petani dari sejumlah wilayah, termasuk Jawa dan Lampung, yang hadir secara langsung. Sementara ribuan anggota SPI lainnya mengikuti kegiatan melalui panggilan video.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum SPI Henry Saragih mengatakan, kondisi iklim yang semakin tidak menentu menuntut perubahan pendekatan dalam pengelolaan pertanian. Menurut dia, agroekologi dapat menjadi pilihan karena tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kemampuan ekonomi petani.

“Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa petani yang menerapkan agroekologi mampu bertahan dan menjaga tingkat produksi. Pengalaman petani SPI di Tuban mencatatkan kenaikan hasil panen padi dari 6–7 ton menjadi 8–9 ton per hektar saat pasokan air tercukupi,” ujar Henry.

Baca Juga :  Enam Bulan, Polres Tanjung Priok Ringkus 67 Tersangka Narkoba dan Sita 3,2 Kg Sabu

Belajar dari Krisis Pangan Global

Henry juga mengingatkan bahwa persoalan pangan tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan produksi, tetapi juga menyangkut tata niaga dan posisi petani dalam sistem pangan.

Ia menyinggung pengalaman krisis pangan global setelah World Food Summit 1996. Menurutnya, jumlah penduduk yang mengalami kelaparan justru meningkat hingga mencapai sekitar satu miliar orang pada 2008.

Kondisi tersebut, kata Henry, menunjukkan adanya persoalan dalam sistem perdagangan pangan global yang semakin terkonsentrasi pada korporasi besar. Konsentrasi tersebut dinilai berpotensi melemahkan posisi petani sekaligus mendorong penggunaan teknologi pertanian yang membutuhkan biaya tinggi dan berisiko terhadap lingkungan.

Karena itu, SPI terus mendorong penguatan hak-hak petani melalui implementasi Deklarasi Hak Asasi Petani PBB 2018 serta sejumlah regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Pangan dan Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Menurut SPI, keberadaan regulasi tersebut penting untuk memperkuat perlindungan terhadap petani sekaligus menjaga kepentingan produksi pangan dalam negeri.

Baca Juga :  Ristadi Dorong Reformasi Total SJSN, Serikat Buruh Siapkan Strategi Politik

Dorong Pertanian Hemat Biaya

Di tingkat praktik, SPI mengembangkan pendekatan pertanian yang menekan ketergantungan petani terhadap input produksi berbiaya tinggi. Salah satunya melalui konsep Zero Budget Farming serta pertanian pokok murah yang telah dikembangkan di Sumatra Barat.

Pendekatan tersebut mengadopsi prinsip Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu dengan mengedepankan efisiensi penggunaan modal dan pengelolaan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

SPI menilai model tersebut relevan diterapkan di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, terutama ketika petani menghadapi persoalan ketersediaan air, kenaikan biaya produksi, dan ketidakpastian hasil panen.

Henry menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Kementerian Pertanian yang telah memfasilitasi pengembangan model agroekologi tersebut.

Menurutnya, penguatan praktik pertanian yang murah, mandiri, dan berkelanjutan diperlukan agar petani tidak terus berada dalam ketergantungan terhadap teknologi dan input produksi yang mahal.

SPI berharap pengembangan agroekologi dapat diperluas sebagai bagian dari strategi nasional dalam menghadapi perubahan iklim dan El Niño sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.

Berita Terkait

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Jakarta Utara  
Polisi Tangkap Mekanik Spesialis Pencurian 12 Electronic Control Unit (ECU) di Tanjung Priok  
Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi
KOWANI Apresiasi Sikap PERWIRA, Tegaskan Pentingnya Persatuan dan AD/ART
Kehilangan Bekal Perjalanan, Polsek Ciputat Timur Bantu Warga dan Putrinya Pulang ke Yogyakarta
Bukan Sekadar Bangun Rumah, AHY Dorong Perubahan Ekosistem
Dari Pos Kulirik ke Gereja Dondobaga, Personel Damai Cartenz Sapa Anak-Anak Sekolah Minggu
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Intensifkan Patroli Cipta Kondisi, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:43 WIB

SPI Dorong Agroekologi Jadi Benteng Kedaulatan Pangan Hadapi El Niño

Selasa, 15 September 2026 - 12:31 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Jakarta Utara  

Selasa, 15 September 2026 - 11:27 WIB

Polisi Tangkap Mekanik Spesialis Pencurian 12 Electronic Control Unit (ECU) di Tanjung Priok  

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Lepas Misi Port Visit KRI dr. Wahidin, Menko Polkam Tekankan Kemanusiaan dan Diplomasi

Senin, 14 September 2026 - 13:32 WIB

Kehilangan Bekal Perjalanan, Polsek Ciputat Timur Bantu Warga dan Putrinya Pulang ke Yogyakarta

Berita Terbaru